
"Jangan coba-coba mendekati keluargaku!" Zack berdiri di depan Erthan. Keduanya bertemu di halaman rumah saat Zack pura-pura akan mengantar Erthan pulang.
"Aku tidak mendekati keluargamu tapi ibumu yang baik hati telah mengundangku sebagai rasa terimakasihnya" balas Erthan.
"Lagi pula kenapa kau tidak mencemaskan nasibmu sendiri yang sebentar lagi pasti akan di tahan oleh kepolisisan" Erthan menyindir Zack tentang kasus penemuan rombongan jasad Yakuza kemarin.
"Tidak ada bukti yang mengarah padaku!"
"Benarkah kita lihat saja nanti!" Erthan melirik Bella yang berjalan menghampiri keduanya.
"Sudah hentikan! Kenapa kalian saling gertak? Kau Erthan pulanglah" kata Bella.
Erthan berjalan memasuki mobilnya dan meluncur pergi meninggalkan rumah keluarga Van Camont.
***
Keesokan harinya Zack menerima surat pemanggilan dari kantor kepolisisan pusat. hari itu juga Zack di interogasi sehari semalam hingga membuat mentalnya sedikit kelelahan.
Zack tetap pada pendiriannya bahwa ia tidak terlibat dengan para Yakuza. Tapi bukti Cctv jalanan menunjukan mobilnya dikejar rombongan Yakuza.
__ADS_1
Gio sudah lebih dulu dimintai kererangan dan ia di tahan di sel. Zack kecolongan karena ia tidak teringat dengan Cctv jalan yang seharusnya ia musnahkan setelah kejadian.
"Asistenmu Giovani telah mengakui semua jadi tidak ada lagi alasan untuk mu menghindar dokter!" kata seorang penyidik.
"Dimana Gio? Aku ingin bertemu dengannya!"
Ruang penyidik menjadi riuh ramai karena perdebatan penyidik dengan Zack. Dua orang kepolisian membawa Gio bertemu dengan Zack.
Mata Zack terbelalak melihat kondisi Gio yang babak belur dan banyak luka lebam di wajahnya.
"Kalian menyiksanya?!" Zack meradang melihat asiatennya disiksa oleh polisi.
Zack tak bisa mengelak ia di tahan untuk jangka waktu yang belum diketahui. Semua akses ke keluarga dan pengacara di persulit oleh pihak polisi.
***
Rumah keluarga Lizard Van Camont terlihat lengang dan berantakan. perabotan banyak yang hancur pecah berserakan. Ada bekas tembakan di sana sini. Bella berjalan berjingkat untuk menghindari pecahan perabotan yang bisa melukai kakinya.
"Daddy?! Mommy?!" Bella segera ke kamar orang tuanya tapi sepi tidak ada siapapun disana. Ia beralih ke ruang bawah tanah juga sepi tidak ada siapapun.
__ADS_1
"Daddy?!!" Bella sudah hampir menangis melihat kondisi rumah yang berantakan.
Apa yang terjadi kenapa tidak ada orang di rumah?!
Bella bergegas meraih ponselnya dari dalam tas. Ia menelpon paman Tim tapi ponsel paman Tim dimatikan. Bella menguhungi pomsel daddy dan mommy Lily semua sama saja ponsel mereka tidak ada yang aktif.
Di tengah kepanikan yang mendera Bella menelpon Zack. Tapi ponsel Zack juga mati. Tidak berapa lama terdengar deru mesin mobil di halaman. Rupanya Lana datang mencari Bella.
"Bella aku mencari mu ke rumah sakit tapi kau tidak ada" wajah Lana terlihat panik.
"Aku baru saja tiba di rumah Lana, dimana Zack? Kenapa ponselnya mati?"
Lana terdiam memandang sekeliling rumah yang berantakan.
"Zack di tahan di kantor kepolisisan pusat"
"Apa?!" Bella terduduk bersandar dinding. Ia merasakan semua persendiannya lemas.
"Bella ada apa ini kenapa rumah berantakan sekali? Dimana daddy dan mommy?" tanya Lana.
__ADS_1
Bella hanya menggelengkan kepala sembari menangis tersedu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Bella tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan kedua orang tuanya dan juga pan Tim.