
Zack Van Camont berdiri dengan tangan terborgol menatap ke arah pria misterius di hadapannya. Pria itu berpostur tinggi dengan rambut lurus berwarna hitam mengkilat. separuh wajahnya tertutup oleh masker hitam berlogo centang.
Sipir penjara membuka borgol di tangan Zack. Pria itu dengan gerakan tangan mempersilahkan Zack duduk. Ia tidak berkata sepatah pun.
"Kau siapa?!" tanya Zack kesal.
Pria itu tidak menjawab ia membuka tas hitam di hadapannya lalu mengeluarkan senjata yang belum di rakit beserta sekotak amunisi.
"Ayo kita bermain! Rakit senjata ini" kata si pria dari balik maskernya.
"Aku tnaya kau siapa?!" Zack melirik kearah komponen senjata di hadapannya yang berjajar rapi di atas meja kayu.
"Jika kau merakit senjata ini lebih cepat dariku maka kau menang. Aku akan memberimu hadiah"
"Aku tidak butuh hadiah mu!" kata Zack berdiri dari duduknya dan hampir berjalan memasuki ruang tahanan.
"Bagaimana jika hadiah itu adalah pembebasan keluargamu dan juga dirimu dari tempat ini?"
Pria bermasker hitam itu memandang Zack dengan mata sipitnya yang terkesan tajam dan tegas.
__ADS_1
"Kau..." Zack mengerti sekarang siapa pria di hadapannya. Ia pasti bos Yakuza, pria itu sangat berbahaya.
"Apa kau bisa menepati janjimu membebaskan keluargaku dengan selamat?"
"Tentu saja! Penjahat tidak ingkar janji bukan? Kau telah menghabisi banyak anak buahku sebagai imbalan aku menawan orang tua dan adikmu!"
Mata Zack nyaris berkaca-kaca. Ia kembali mendekati meja. timer telah di jalankan. Keduanya mulai merakit senjata dengan cepat.
Hasilnya Zack menang. Bukan Shirai bodoh atau kalah cepat dari Zack tapi ia sengaja mengalah karena adik perempuan Zack telah berjanji akan menuruti permintaannya pergi ke Jepang bersama.
"Kau menang, aku berjanji besok kau akan bebas dari tempat ini dan juga keluargamu kupastikan akan tiba di rumah kalian dengan selamat! Kecuali....."
"Saudari mu, aku menginginkannya"
Pria itu melangkah pergi dengan membawa kembali tas berisi senjata. Ia meninggalkan Zack yang frustasi karena menyadari sesuatu terjadi pada Bella.
Matsumoto Shirai telah melakukan kesepakatan dengan musuhnya yaitu Zack. Ia meminta anak buahnya untuk membebaskan dan mengabtar tuan Lizard beserta istri dan asistennya ke rumah mereka. Shirai juga mencabut laporannya dan membebaskan Zack dari penjara.
Untuk Bella jelas Shirai memiliki rencananya sendiri.
__ADS_1
***
Bella memohon pada pengawal di depan kamar tempat dia di tawan agar mau membebaskannya. Tapi para pengawal Yakuza itu tak bergeming dengan permohonan Bella.
Tak berapa lama pintu terdengar berusaha di buka dari luar Bella pikir itu para pengawal Yakuza yang luluh hatinya karena permintaan Bella.
Pintu terbuka, Shirai yang masing mengenakan masker memasuki ruangan. matanya tajam menatap penampilan Bella yang mengenakan kemeja milik Shirai.
"Kau tidak memberiku pakaian ganti jadi aku memakai bajumu yang ada di lemari" jawab Bella sembari memalingkan wajahnya.
Shirai terpaku menatap penampilan Bella yang mengenakan kemeja outih berukural L dan nampak kedodoran di tubuhnya. Bella terlihat cantik sekali ia semakin menggilai wanita itu.
"Aku sudah menepati janjiku bisakah kau juga menepati janjimu?" tanya Shirai yang masih memandangi Bella.
Mata Bella berkaca-kaca, usahanya selama ini untuk belajar dari mr. Li dan Sioce serasa menguar begitu saja. Bella bahkan tidak bisa menyelamatkan keluarganya atas usahanya sendiri. Bella hanya bisa mengikuti perintah dari pimpinan Yakuza kejam itu.
"Bisakah aku bertemu daddy dan mommy sebelum pergi dengan mu?" Bella memohon pada Shirai, bola mata birunya terlihat sedih.
"Tidak bisa! Mereka tidak tahu kau masih ada. Aku katakan pada mereka jika kau menukar dirimu dengan kebebasan orang tua dan saudaramu. Jika ada yang harus kau salahkan semua ini adalah salah Zack"
__ADS_1
Air mata Bella mengalir, ia bisa membayangkan betapa hancur hati daddy dan mommynya jika mereka berpikir Bella telah tiada.