Gang Doctor

Gang Doctor
Part 17


__ADS_3

"Aku mencari dokter Erthan Hasenbosch" Bella berdiri di depan ruang kerja Erthan.


"Maaf nona dokter Erthan sedang bertugas, anda bisa menunggunya jika mau"


"Baiklah dimana aku bisa menunggu dokter Erthan?"


Seorang petugas di ruang forensik mengantarkan Bella untuk duduk di ruang tunggu.


Di ruang forensik dokter Erthan bersama timnya sedang mengurus satu kasus penemuan jasad mafia oleh pihak kepolisian tadi pagi.


Kenapa setiap melihat jasad mafia di ruangan ini aku selalu teringat satu nama.....Zack..


"Dokter ada yang ingin bertemu dengan anda?"


"Siapa?"


"Dokter Bella Van Camont"


Erthan mengangguk sembari tersenyum. ia melepas sarung tangannya dan berjalan menuju ruang tunggu.


Bella langsung berdiri dari duduknya begitu melihat Erthan menghampiri dirinya.


"Ada perlu apa nona Van Camont? kenapa kau mencari ku?"


"Aku ingin mengucapkan terimakasih padamu karena sudah menolong ku"


"Sudahlah lupakan saja, jika itu bukan kau yang berada dalam situasi seperti kemarin aku akan tetap menolong"


Bella terdiam, ia tidak mengerti dengan perubahan sikap Erthan yang tiba-tiba padanya.

__ADS_1


"Kalau tidak ada yang penting lagi, aku harus kembali ke ruanganku" Erthan berbalik dan hampir berjalan pergi.


"Apa salahku?!" tanya Bella dengan nada kesal.


"Kenapa kau mengabaikan ku? apa wanitamu cemburu saat kau bertegur sapa denganku? kalau iya aku minta maaf karena sudah mengganggumu dokter Erthan!"


Bella berjalan pergi melalui Erthan yang berdiri mematung. Erthan terdiam memandang punggung Bella yang semakin menjauh. Ia menyesal atas sikapnya pada Bella tadi. Erthan menggelengkan kepalanya mengutuk dirinya sendiri. seharusnya ia senang karena Bella menghampirinya dan mengucapkan terimakasih.


Dasar bodoh! bukankah ini kesempatan langka?! kenapa kau sia-siakan Erthan!


***


drt...drtt...


ponsel Zack bergetar di atas meja kerjanya. ia baru saja selesai berbicara dengan pasiennya.


"Nona Lana memesan sebuah senjata tuan dan paket itu tiba hari ini"


Zack terdiam ia tidak mengira Lana seberani dan senekat ini.


"Baiklah awasi dia sampai aku pulang, aku akan lihat untuk apa senjata yang ia pesan" Zack tersenyum dan mematikan telepon.


Baiklah sayang aku ingin lihat bagaimana kau akan melukaiku dengan senjata mu itu...


Zack berjalan bersama Bella menuju restoran tidak jauh dari VC hospital. keduanya menikmati makan siang bersama.


"Bagaiman kabar Lana?" tanya Bella sembari menyuapkan makanan kedalam mulutnya.


"Yah dia ....emmm entahlah Lana sedikit aneh"

__ADS_1


"Aneh?"


"Aku rasa dia belum sepenuhnya memaafkan ku"


"Itu wajar Zack, Lana terluka karena perbuatan mu yang....." Bella tidak melanjutkan ucapannya takut menyinggung perasaan Zack.


Perhatian Zack teralihkan pada siaran berita di televisi. telah ditemukan jasad seorang mafia dan Zack mengenali siapa mafia itu.


"Ada apa?" tanya Bella yang melihat wajah saudaranya berubah tegang..


"Tidak, ayo cepat habiskan makanan mu aku harus segera pergi"


"Mau kemana? bukankah jadwal mu sudah selesai?"


"Aku harus meninjau rumah sakit yang kubangun"


"Apa sudah jadi?"


"Hmmm aku memberi nama KanPetra hospital, bagaimana menurut mu?"


"Bagus, aku ikut bangga padamu Zack" Bella menepuk bahu Zack.


Setelah mengantarkan Bella kembali ke VC hospital Zack bergegas pergi dengan Gio untuk melihat gedung KanPetra hospital.


Saat sedang sibuk membahas peresmian gedung ponsel Zack bergetar di saku celananya. ada pesan singkat dari Lana.


[Aku menunggumu makan malam, tadi aku menelpon ke VC hospital kata Bella kakak sudah pulang sejak tadi]


Zack melirik jam tangannya, ia memutuskan mampir untuk membeli wine sebelum pulang.

__ADS_1


__ADS_2