
Pagi sekali Erthan mendatangi VC hospital untuk menemui Bella. Ia tahu gadis itu pasti tidur di sana. Erthan berdiri di depan ruang kerja Bella sembari melirik jam tangannya.
"Permisi anda mencari dokter Bella?" tanya seorang perawat sembari membuka pintu ruang kerja Bella untuk meletakkan arsip pasien.
"Benar, apakah Bella ada didalam?"
"Dokter Bella di ruang kerja dokter Eric"
Erthan bergegas menuju ruang kerja dokter Eric. Ia berlari kecil sambil menenteng kantung berisi makanan untuk Bella.
"Bella? Tunggu!" Erthan mencekal lengan Bella yang hampir beranjak pergi. Bella sudah terlihat rapi dan lebih segar tapi ia tidak mengenakan baju kerjanya karena Bella sedang cuti. Pagi itu Bella mengenakan celana jeans berwarna gelap dan kemeja bergaris berwarna biru. Ia mengikat rambut panjangnya dengan rapi.
Bella mengibaskan tangan Erthan yang menyentuh lengannya.
"Mau apa?" tanya Bella sinis.
"Aku membawakan mu sarapan, Bella aku sangat cemas dengan keadaanmu"
"Benarkah? Sekarang kau sudah lihat aku baik-baik saja? Jadi pergi jangan muncul di hadapan ku!"
Bella sangat marah pada Erthan tatapan matanya penuh sesal dan benci pada pria itu. Ia kecewa karena Erthan sejak awal bersekongkol untuk memasukan Zack ke penjara.
__ADS_1
Bella mempercepat langkahnya lalu masuk ke sebuah mobil yang sudah menunggunya di depan loby VC hospital. Mobil itu di kendarai oleh Mr. Li dan anak perempuannya.
"Nona Bella perkenalkan dia adalah anakku Li Siouce"
"Hai Sioce panggil saja aku Bella"
Gadis bernama Sioce itu mengangguk ramah sembari tersenyum. gadis itu memberikan sebuah note pada Bella.
"Apa kau tidak bisa bicara?" tanya Bella terkejut.
"Dia tidak bisa bicara karena mengalami trauma, nanti kau bisa berlatih beladiri dengan Sioce" kata mr Li yang sedang mengemudi.
"Apa ada kabar tentang tuan Lizard?" tanya mr. Li
"Belum paman" Bella terlihat kecewa. Ia melempar pandangan keluar melalui kaca jendela mobil yang melaju dengan kecepatan sedang .
***
"Siapa gadis itu?" Matsumoto Shirai berdiri memandang selembar foto berukuran sedang yang di tempel di papan kayu.
"Dia dokter Bella Van Camont tuan, kembaran dari dokter Zack"
__ADS_1
"Menarik sekali jadi mereka kembar? Aku tidak percaya ini kenapa gadis itu masih berkeliaran di luar?! Kenapa tidak kau satukan saja dengan kedua orangtua nya di ruang bawah tanah?"
"Saat anggota kita akan menangkapnya ia berhasil lolos tuan"
"Seorang gadis bisa lolos dari kepungan anggota Yakuza?" tatapan Shirai menghujam menatap anak buahnya.
"Ada seorang pria China yang membantunya"
Shirai terdiam kembali mengamati foto Bella di hadapannya. Ia sengaja mengambil foto itu dan memasukannya kedalam saku jasnya lalu berjalan pergi.
***
Di kediaman Mr. Li, Bella berlatih beladiri di halaman bersama Sioce. Gadis itu ternyata sangat mahir dan gerakannya juga Lincah. Diawal Bella terlihat kewalahan menirukan gerakan Sioce tapi lama kelamaan ia bisa mengikuti ritme gerakan Sioce yang cepat.
Napas Bella terengah karena kelelahan. Ia menyeka keringat di dahinya dengan handuk kecil. Sioce memberikan sebotol air untuknya.
"Terimakasih Sioce, kau hebat sekali gerakanmu sungguh lincah" puji Bella. Gadis bermata sipit itu menggeleng sembari tersenyum. Ia mengetik sesuatu di layar ponselnya lalu memperlihatkannya pada Bella.
"Kau juga sangat hebat Bella, semangat!"
Bella tersenyum mengamati tulisan di ponsel Sioce. Ia mengangguk mantap seraya memandang kejauhan yakin jika ia bisa menemukan daddy, mommy dan paman Tim. Setelahnya Bella akan bebaskan Zack dari penjara dan memberikan pelajaran pada para Yakuza yang meculik keluarganya.
__ADS_1