
"Jadi kau yang sudah mempengaruhi Lana untuk melawanku?!" Zack duduk di sebuah gedung usang. Ia memainkan pisau di tangannya dan membersihkannya dengan selembar saputangan.
"Tapi memang kau yang sudah menghabisi tuan Dupont!" asisten mendiang tuan Dupont berlutut karena Gio menekan lehernya.
"Sudah Gio hentikan jangan berbuat kasar pada orang yang lebih tua" Zack tersenyum memiringkan sudut bibirnya.
Gio melepaskan tangannya dan berdiri menodongkan senpi ke arah asisten tuan Dupont.
"Apa yang sudah kau katakan pada Lana sampai dia begitu membenciku?!"
"Aku katakan padanya jika kau membun*h ayahnya dengan sangat keji"
"Apa kau tidak bilang tentang peredaran obat yang ayah Lana lakukan?! Kau tidak menceritakan kejahatan tuanmu pada putrinya sendiri?!"
Sang asisten terdiam menunduk, ia tidak mungkin menjelekkan tuan Dupont di hadapan Lana. Ia tidak mau Lana membenci sang ayah.
"Perintahkan saya tuan, akan saya ledakkan dia!"
"Sudah Gio lepaskan dia"
"Tapi tuan..."
"Aku bilang lepaskan!"
"Baik tuan"
__ADS_1
Dengan kesal Gio membuka tali yang mengikat tangan asisten itu lalu mendorongnya sampai pintu keluar
"Tuan Zack masih berbaik hati karena membiarkan mu pergi hidup-hidup dari tempat ini!" kata Gio sembari berjalan pergi.
***
Tuan Lizard, nyonya Lily, Bella dan paman Tim berkumpul di ruang keluarga. Zack sedang memberikan pengumuman untuk acara pembukaan rumah sakit yang ia dirikan.
"Jadi kau memberi nama apa pada rumah sakit mu?" tanya daddy.
"KanPetra hospital"
"Nama yang bagus, bagaimana dengan dana operasional Zack?"
"Daddy jangan cemas aku sudah memperhitungkan semua"
Zack mengangguk ia lalu berdiri sambil melihat jam tangannya.
"Baiklah aku harus pergi dulu"
***
Di kantor kepolisian pusat para penyidik dan agen sedang bekerja sama karena akhir-akhir ini sering di temukan jasad mafia.
Beberapa nama menjadi terduga yang di curigai sebagai pelaku. Tiga lembar foto terpapang di meja penyidik.
__ADS_1
Seorang agen wanita bernama Diana Cambers terlihat mengamati satu persatu foto itu.
"Siapa dia?" tanya Diana pada dokter Erthan yang kebetulan ada di ruangan penyidik.
Dokter Erthan menyungginkan senyum memandang selembar foto yang di tanyakan oleh agen Diana.
"Dokter Zack Van Camont" jawab Erthan.
"Dia seorang dokter? Kenapa bisa di curigai kepolisisan?'
"Siapa saja bisa di curigai bukan? bahkan kau dan aku juga. Tapi jika kau sudah tahu sepak terjang keluarga Van Camont kau akan mengerti kenapa dia di curigai"
Agen Diana terdiam sembari mengamati foto Zack di hadapannya.
"Oh ya hati-hati dengannya agen Diana, selain cerdas dan licik dia juga sangat tampan seperti actor bisa saja kau di perdaya olehnya!" Dokter Erthan melangkah pergi meninggalkan ruang penyidik dan kembali ke ruang forensik.
Agen Diana termenung ia merasa tertarik dengan Zack Van Camon. Bukan karena ketampanan yang di milikinya tapi ia penasaran dengan kejahatan apa yang di lakukannya.
Diana membuka laptopnya dan mulai mencari situs yang memuat artikel keluarga Van Camont. Begitu nama Van Camont di ketik banyak artikel bermunculan terutama tentang tuan Lizard.
"Jadi sekeluarga besar dokter semua rupanya...aku akan mencari tahu kenapa dirimu terlibat kejahatan dan kenapa kau begitu di waspadai oleh polisi?"
Sementara di VC hospital Zack mendapat surat pemanggilan dari kantor kepolisisan pusat. Ia dimintai keterangan tentang jasad mafia yang di temukan kemarin.
Zack meremas surat itu dan melemparkan kearah Gio.
__ADS_1
"Kerjamu selalu tidak beres!" maki Zack pada Gio yang hanya menunduk diam.