
Matsumoto Shirai nampak gagah dengan stelan celana panjang warna putih kaos polo berwarna navy dan topi putih menutupi kepala menyamarkan sebagian wajah tampannya. Ia berjalan menuruni mobilnya menuju area permainan golf. Lima orang anggota Yakuza berjalan di belakangnya mengenakan jas senada berwarna abu-abu. Wajah mereka khas asia dengan mata sipit, rahang kuat dan terlihat pendiam serta kurang bersahabat. Lagi pula tidak ada Yakuza berwajah ramah tamah dan jenaka sudah pasti mereka pendiam dan tampak bengis.
Gadis cantik terlihat mengendap mengikuti langkah para Yakuza itu menuju lapangan golf. Gadis itu adalah Bella ia sengaja mengikuti bos muda Yakuza untuk mencari keberadaan orangtuanya.
Aku harus menemukan dimana daddy dan mommy juga paman Tim. Pasti orang itu tahu dimana keluargaku berada. Kalau dilihat dari jumlah pengawalnya sepertinya ia orang penting di geng Yakuza.
Shirai mengayunkan tongkat golfnya dengan gerakan luwes. Pria itu terlihat sangat mahir bermain golf. Bella masih mengamatinya dari kejauhan. Dua gadis kady golf mengikutinya sembari sesekali para Yakuza itu menggodanya.
Sampai kapan aku harus mengawasinya bermain golf? Bella melihat jam tangannya. Ia kembali melihat ke tempat semula tapi pria Jepang itu sudah tidak disana. Hanya tinggal pengawalnya saja yang berada di tengah lapangan golf. Bella panik takut kehilangan jejak.
Kemana dia?! Apa mungkin ke toilet?
Bella bergegas pergi ke toilet ia pura-pura menelpon di depan toilet pria sembari menunggu incarannya keluar.
__ADS_1
Setengah jam Bella berdiri di depan toilet tapi yang di tunggu tidak juga muncul.
Apa dia sengaja memgecohku? Apa jangan-jangan pria itu tahu aku mengikutinya?!
Bella berbalik dan bergegas pergi sebelum para Yakuza itu menyadari keberadaannya.
Sementara dari dalam mobilnya Shirai mengamati Bella yang baru saja keluar dari loby gedung olah raga golf.
"Apa kita perlu membereskannya tuan?" tanya salah satu Yakuza.
***
Di kantor kepolisian pusat, Zack sedang gusar karena ia belum juga bisa bebas. Lana tidak bisa berbuat banyak untuk membantu Zack. Ia sudah mengupayakan mencarikan pengacara paling hebat negeri ini untuk suaminya itu. Tapi para pengacara hebat itu mengundurkan diri karena ancaman dan teror dari para Yakuza.
__ADS_1
"Apa kau tahu dimana Bella?" tanya Zack pada Lana yang duduk menyandarkan kepalanya di bahu Zack. setidaknya Lana punya waktu tiga puluh menit untuk bicara dan melepas rindu pada Zack di ruang besuk narapidana.
"Aku tidak tahu, Bella entah kemana ponselnya tidak bisa ku hubungi"
Zack menghela napas perlahan, ia terdiam memikirkan siasat untuk segera bebas dan membantai para Yakuza itu. Ia cemas jika terjadi sesuatu pada Bella.
Saat ini Zack benar-benar tidak berdaya. Gio bahkan di pindahkan ke penjara yang berada di pinggiran kota. Zack tidak bisa berkomunikasi sama sekali dengan Gio. Ia semakin kesulitan untuk menghadapi masalahnya.
"Waktu habis!" sipir penjara berteriak pada Lana dan zack.
"Pulanglah Lana, hati-hati jaga dirimu. Jika kau berhasil menemukan Bella katakan padanya untuk menemuiku ditempat ini"
Zack melepaskan genggaman tangannya pada lengan Lana. Mata Lana berkaca-laca menahan tangis. Ia mengangguk mendengar perintah Zack barusan.
__ADS_1
Sipir kembali membawa Zack memasuki sel tahanan khusus. Ia di isolasi dari tahanan lain karena di anggap berbahaya. Zack memiliki kemampuan memanipulasi pikiran orang lain.