Gang Doctor

Gang Doctor
Part 11


__ADS_3

Lana duduk di bangku taman sendiri, ia ingin menenangkan hatinya yang akhir-akhir ini tidak tenang dan hampir membuatnya kembali depresi.


Lana melirik dokumen yang ia bawa di pangkuannya . Seharusnya hari ini ia mengembalikan dokumen perpisahaan itu pada Zack.


Aku tidak sanggup bertemu dengannya secara langsung, aku takut hati ku goyah jika melihatnya .....


Tapi tidak ada pilihan lain Lana harus mengembalikan dokumen itu pada Zack.


"Hai Lana ..."


Lana menoleh kesamping melihat sumber suara yang menyapanya. Didekatnya ada Bella yang terlihat baru saja pulang dari VC hospital. gadis itu nampak sedikit lelah.


"Hai dokter Bella" kata Lana canggung, ia menggeser tempat duduknya dan memberikan kesempatan Bella duduk di sampingnya.


"Aku melihatmu sendirian duduk disini jadi aku putuskan untuk menyapamu. Apa waktunya tidak tepat?" Bella melirik dokumen di tangan Lana.


"Lana aku tidak akan mencampuri urusan mu dengan Zack, tapi aku tidak tahan melihat kalian berdua tersiksa seperti ini"


Lana menoleh ke arah Bella dengan tatapan tidak percaya. Ia tidak tahu dan tidak yakin jika Zack juga tersiksa karena rencana perpisahan mereka.


"Ya kalian sudah cukup dewasa untuk menyadari perasaan masing-masjng. Kenapa kau tidak mendengar penjelasan darinya?"


"Untuk apa? Bukankah sudah jelas ia merusak masa depanku dengan membu*uh orang yang sangat aku cintai dan sanyangi?!"


"Baiklah aku tidak berhak berkomentar untuk ini, aku hanya memberimu saran untuk bicara dengannya, itu saja" Bella berdiri dari duduknya dan melangkah pergi. Lana termasuk gadis keras kepala yang sulit untuk di hadapi.


Di rumah sakit Zack baru selesai dengan pasiennya. Ia bergegas berganti baju dan berniat pergi untuk melihat rumah sakitnya yang sudah selesai di bangun.

__ADS_1


Di loby ia berpapasan dengan Lana. Gadis itu menatapnya dengan berani. Zack memiringkan sudut bibirnya. Ia mengejek perasaannya sendiri. Gadis yang di cintainya ada di hadapannya dengan surat perceraian mereka.


Lihat pecundang gadis itu dengan berani mengembalikan dokumen perceraian kalian itu artinya ia sudah tidak menyimpan perasaan apapun padamu dan pernikahan kalian!


"Aku kemari karena ingin mengenbalikan ini" Lana menyerahkan dokumen itu pada Zack dengan wajah dingin. Sekilas Zack melirik mata Lana yang sembab dan terlihat lelah.


"Aku titip dokumen ini nanti akan ku ambil setelah kembali dari luar" kata Zack pada resepsionis di loby.


"Baik dokter"


Zack melangkah pergi tidak mempedulikan Lana yang berdiri menatap punggungnya. Gadis itu membuatnya sangat kesal.


***


Bella akan pergi ke reuni kampusnya di salah satu bar yang sudah sengaja di booking pihak panitia reuni. di reuni itu nanti pastilah Erthan juga datang, ia juga alumnus dari fakutas yang sama dengan Bella.


Bella membuka lemari dan memilih koleksi pakaian terbaiknya. Ia mengambil terusan berwarna merah dengan dada sedikit terbuka.


Ah tapi ini terlalu mencolok...


Setelah bingung memilih akhirnya dengan pasrah ia menjatuhkan pilihannya pada sebuah gaun berwarna hitam selutut. Gaun itu tidak terlalu terbuka dan masih wajar, warnanya juga tidak menarik perhatian banyak orang.


Bella duduk di depan meja rias begitu ia selesai mengenakan gaunnya. Ia merias wajahnya dan menyapukan lipstick berwarna merah cerah di bibirnya. Rambut panjangnya ia buat bergelombang dan di gerai. tak lupa sepasang anting berlian ia kenakan.


Selesai mematut diri di depan cermin Bella bergegas pergi di antarkan oleh paman Tim.


"Paman nanti papan langsung pulang saja jangan menungguku" kata Bella yang duduk di samping paman Tim yang sedang mengemudi.

__ADS_1


"Tapi nona daddy meminta paman untuk menjaga nona dengan baik"


"Ayolah paman sekali ini saja aku ingin menikmati pesta bersama teman-temanku"


"Baiklah kalau begitu jaga diri baik-baik"


"Iya pasti, nanti aku akan menelpon paman jika akan pulang" Bella segera turun dari mobil begitu tiba di tempat reuni.


Ia memasuki bar yang sudah ramai dengan teman-teman alumninya dulu. Suara dentuman musik sangat berisik. Beberapa meja sudah di penuhi minuman dan asap rokok yabg bertebaran.


Beberapa dari mereka hanya alumni kedokteran saja dan tidak benar-benar melakukan praktek ada yang beralih menjadi pengusaha.


Bella terlihat canggung dan hanya berdiri memandang sekeliling. Matanya menangkap sosok Erthan yang sedang asyik dengan teman wanitanya.


Dasar pria brengsek! Pria memang sama saja kemarin ia merayuku dan sekarang dia merayu gadis lain!


"Hai Bell kemarilah!" Ana teman Bella sejak kuliah semester awal itu menyapanya dan melambaikan tangan agar Bella ikut bergabung dengan teman yang lain.


Seorang teman lelaki menyodorkan segelas minuman pada Bella.


"Aku tidak minum itu" kata Bella sembari menjauhkan gelas minuman itu darinya.


Teman laki-laki bernama Jo itu terkekeh melihat Bella yang canggung berada diantara mereka.


"Hei nona Van Camont tidak minum minuman beralkohol!"Kata Ana yang kemudian menyodorkan segelas jus jeruk pada Bella.


"Minumlah!" Kata Ana.

__ADS_1


Jo dengan mata buasnya terus melihat kecantikan Bella. ia tidak tahu jika di seberang sana Erthan mengawasi mereka.


__ADS_2