
Bella meminum jus jeruk pemberian Ana. Jo terus memandang wajah Bella sepertinya pria itu mabuk. Jo dan Ana memang tidak melakukan praktek sebagai dokter. mereka memilih meneruskan perusahaan keluarga masing-masing.
Jo terkenal berandalan sewaktu di kampus dulu. Ia pembuat onar dan sekaligus pengagum berat Bella.
Suara musik semakin keras semua turun ke lantai untuk sekedar bergerak mengikuti suara musik. Bella duduk di kursinya merasakan sedikit pusing di kepalanya. Ia berjalan menuju toilet .
Sampai di depan toilet rasa pusing masih menjalari kepalanya. Sebuah tangan kekar menarik pergelangan tangan Bella dengan kasar.
"Jo?!"
Jo menyeringai ke arah Bella sembari terus mencengkram tangan gadis itu. Ia menariknya dengan paksa menuju sebuah ruangan di samping Bar.
Bella berteriak karena sepertinya Jo memiliki niat tidak baik padanya terlebih ruangan mereka berada saat ini lebih mirip gudang.
"Jo! Lepaskan aku kita pergi dari sini, tempat apa ini?!"
Jo bergeming ia mencekal lengan Bella dan mendorongnya jatuh ke lantai. Tubuh Bella menghantam kardus berisi botol-botol minuman hingga jatuh berserakan.
"Jo tidak! apa yang kau lakukan?" wajah Bella memucat. Lima orang teman Jo datang sembari tertawa dua orang memegangi Bella agar tidak banyak bergerak.
"Sejak dulu aku sangat menyukai mu Bella yang cantik! Tapi kau bahkan tidak meresponku sama sekali!" kata Jo kesal.
"Hentikan, atau aku akan membuatmu menyesal!" Bella mencoba memberontak ia ingin mengambil ponsel di tas kecilnya. Ia harus mengabari paman Tim.
Jo merebut tas itu dan melemparkannya ke sudut ruangan. Tawa bergemuruh dari sekumpulan pria itu. Aroma minuman tercium menyengat dari mulut mereka.
Bella menangis sejadinya, jantungnya berdebar saking ketakutan. Ia mencoba menendang memukul sekuat tenaga tapi percuma. Ia tidak bisa melawan enam orang pria sekaligus. apa lagi dua orang memegangi lengan Bella dengan kuat.
Daddy, paman Tim tolong....
Di tengah tangisnya Bella pasrah saat Jo mencengkram dagunya dan hampir mencium bibirnya.
__ADS_1
***
Lana berdiri di depan pintu gerbang rumah Zack tanpa alas kaki dan telapak kakinya bahkan berdarah. Ia mengatakan pada penjaga rumah ingin bertemu Zack.
"Baik nyonya saya akan katakan pada tuan" kata penjaga itu dengan iba. Ia segera berlari kedalam rumah dan memberi tahu Zack bahwa ada Lana di luar.
"Maaf tuan saya mengganggu"
"Ada apa?" tanya Zack yang sedang berbicara dengan Gio di ruang tengah.
"Di luar ada nyonya"
Zack terkejut dan mengerutkan keningnya. Begitu juga Gio tidak menyangka Lana datang ke rumah malam-malam begini.
"Lana?"
"Benar tuan, nyonya sepertinya tidak baik-baik saja kakinya berdarah"
"Buka gerbangnya cepat!" teriak Zack.
Zack memandang penampilan Lana gadis itu sepertinya berlari saat tadi datang ke rumah Zack. Telapak kaki Lana berdarah wajahnya berurai air mata.
"Kak maafkan aku, aku harap semua ini tidak terlambat" kata Lana di sela tangisnya.
Zack meraih lengan Lana dan mengangkat tubuh istrinya memasuki rumah. Gio yang masih tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi ikut mengekor di belakang Zack sembari memandangi Lana.
"Gio ambil kotak obat!"
"Baik tuan"
Lana menggenggam tangan Zack yang terasa hangat. Ia rindu pada suaminya.
__ADS_1
"Lana ada apa ini?" tanya Zack sembari membersihkan dan mengobati kaki Lana.
"Aku tidak mencari tahu kenapa kau menghabisi ayah aku sudah terbakar amarah dan kecewa padamu kak"
"Lana....aku tidak mengerti!"
Lana menggeleng ia tidak ingin bicara apapun, Lana menyembunyikan wajahya di dada Zack yang berlutut di depan sofa tempat Lana berbaring.
Flas back.
Paman Tim duduk di ruang kerjanya di VC group. ia menunggu anak buahnya datang untuk melakukan tugas yang sudah ia berikan.
"Ketua, dia ini orang yang anda cari" kata anak buah Tim sembari mengajak seorang pria paruh baya kehadapan Tim. Dia adalah asisten pribadi tuan Dupont yaitu ayah Lana.
"Kau tahu perkelahian Zack dengan tuanmu tujuh tahun yang lalu bukan?" tanya Tim dengan tatapan tajam.
Pria itu terdiam tidak senang dengan intimidasi yang ia dapatkan dari Tim.
"Apa mau anda?" tanya pria paruh baya itu.
"Jelaskan pada Lana semua secara detail, gadis itu harus tahu kenapa Zack bisa melenyapkan ayahnya"
"Jika aku tidak mau bagaimana? tuan Dupont adalan bosku dan aku tidak ingin menceritakan keburukannya pada siapapun termasuk pada putrinya"
"Kalau begitu kau akan menerima kejutan dari ku dan tuan Lizard"
Mendengar nama Lizard di sebut pria itu tampak gugup. Ia mengeluarkan saput tangan dari sakunya dan menyeka keringat di dahinya.
Tuan Lizard dan tuan Dupont seangkatan pasti mereka saling mengenal dan tahu reputasi tuan Lizard saat muda dulu.
"Baiklah tuan saya akan jelaskan pada nona muda tentang permasalahan yang terjadi tujuh tahun sialam"
__ADS_1
Tim tersenyum puas, urusan rumah tangga tuan kecilnya sudah di pastikan beres.