Gang Doctor

Gang Doctor
Part 6


__ADS_3

Zack tersadar ia merasa sedikit pusing dan punggungnya kaku. Ia melihat sekelilingnya lalu tersenyum pada mommy yang terlihat hampir menangis.


"Momm aku tidak apa-apa momm jangan cemaskan aku" gumam Zack. Ia berbaring tengkurap di ranjangnya karena luka di punggungnya membuatnya tidak bisa berbaring terlentang.


"Zack apa yang terjadi?" daddy mendekati Zack.


"Dadd sudahlah nanti saja membahas itu" kata momny Lily. Ia tidak ingin Zack terlalu banyak pikiran.


"Lana, apa dia baik-baik saja?" tanya Zack.


Tuan Lizard dan nyonya Lily saling pandang lalu terdiam.


"Dadd kenapa diam? Apa daddy dan mommy tidak bertemu dengannya?"


"Zack.... Lana baik-baik saja sekarang ia sedang beristirahat di rumah daddy" kata nyonya Lily.


Zack tersenyum perih ia tahu mommynya sedang berbohong. Lana tidak mungkin berada di rumah daddy ia pasti pergi entah kemana. Atau Benedict membawanya pergi. Mata Zack menghangat dan merah ia menahan kesedihannya dan bersiap kehilangan Lana.


Daddy memegang bahu Zack menguatkan putranya atas permasalahan apapun yang sedang menimpa Zack dan Lana.

__ADS_1


"Zack?! Kau sudah sadar?" Bella berjalan cepat menghampiri ranjang Zack lalu memeluk saudaranya itu dengan haru.


"Lepaskan aku! Kenapa kau memelukku kuat sekali?!" Zack melancarkan protesnya agar Bella tidak sedih dengan keadaannya.


"Sudah jangan berisik, ayo sayang kita keluar biarkan anak nakal ini beristirahat" tuan Lizard merengkuh bahu nyonya Lily dan Bella untuk berjalan keluar ruang rawat Zack.


Sementara di tempat lain Gio berhasil membawa Lana pergi dari markas Benedict. Ia mengantarkan Lana ke rumah Zack.


Lana tidak berhenti menangis mengingat kejadian Zack tertembak. Ia takut sekali kehilangan Zack tapi disisi lain ia juga benci pada Zack.


Zack telah membun*h ayah Lana dan membuat hidupnya tidak karuan selama ini.


Pintu kamar di ketuk Gio mengantarkan makan malam untuk Lana.


"Aku tidak lapar bawa pergi saja makanan itu" Lana hampir menutup pintu kamarnya tapi urung ia lakukan karena paman Tim berjalan mendekat.


"Apa nona bisa diajak bicara sekarang?" tanya paman Tim.


Lana mengangguk seperti terhipnotis dengan karisma paman Tim. ia berjalan ke ruang tengah mengikuti langkah pria itu tanpa protes.

__ADS_1


"Nona apapun yang terjadi diantara kau dan tuan kecil selesaikan secara baik-baik"


Air mata Lana membajiri pipinya, ia mengingat semua kebaikan Zack padanya. Tapi ia juga mengingat kekejian pria itu.


"Paman harap kalian bisa saling bertemu dan berbicara berdua"


Paman Tim pamit pulang, ia harus melaporkan semuanya pada tuam Lizard yang pasti sudah menunggu informasi darinya.


Tengah malam di VC hospital Lana pergi melihat Zack. Ia mengamati Zack dari kejauhan. Ia mengitip dari pintu yang tidak tertutup rapat.


Pria itu tergolek di tempat tidur dengan perban membalut separuh punggungnya. Sementara di kejauhan Gio mengamati Lana yang berdiri mematung dengan berurai air mata.


"Nona masuklah tuan Zack pasti menunggu kedatangan anda" kata Gio memberanikan diri.


Lana berbalik dan hampir berjalan pergi, Gio segera menghentikan langkah Lana. Ia berlutut di hadapan Lana.


"Nona aku mohon temui tuan Zack, ia sangat mencemaskan dirimu. Aku mohon nona satu kali saja"


Lana memalingkan pandangannya matanya sudah sembab sejak kemarin menangisi Zack.

__ADS_1


Lana ingin membenci Zack dan balas dendam atas kematian ayahnya tapi ia tidak berdaya hatinya merindukan pria misterius itu. Bersama Zack ia merasa berbeda, Lana merasa aman dan terlindungi. Ia nyaman dengan sikap Zack yang terkadang lembut, kasar tapi juga baik padanya. Meski sekarang Lana sadari mungkin saja sikap Zack itu adalah bagian dari sandiwaranya.


__ADS_2