
"Kita harus segera kembali ke Jepang untuk mengurus bisnis kita disana" kata tuan Matsumoto pada seluruh anggotanya malam itu yang berkumpul di markas besar Yakuza.
"Tapi ayah, bagaimana dengan tawanan kita para orang asing itu?" tanya Shirai yang keberatan dengan perintah sang ayah.
"Kenapa bingung? Bereskan saja semua tawanan itu lalu kita kembali ke negara kita"
"Tapi tidak semudah itu ayah!"
"Ada apa dengan mu?! Kau tidak seperti anakku? Apa ada yang mempengaruhi jalan pikiranmu?"
Shirai terdiam, ia tidak lagi membantah ayahnya. Di benaknya ia sedang memikirkan cara untuk menjebak gadis bermata biru bernama Bella Van Camont. Shirai tertarik dengan gadis itu sejak pertama memandang foto Bella.
"Shirai?!" suara tuan Matsunoto membuyarkan lamunan anak lelakinya.
"Ya ayah aku mengerti akan segera ku bereskan pekerjaan kita disini lalu kembali ke Tokyo"
***
Bella berada di rumah daddynya. Ia meminta bantuan orang untuk membersihkan rumah dan menata perabotan yang masih layak. Bella berjalan menaiki anak tangga menuju lantai dua. Ia berhenti sejenak mengamati ruang makan yang kosong dan sepi. Ruangan itu adalah tempat berkumpul anggota keluarga Van Camont untuk makan malam bersama.
Aku berjanji akan menemukan daddy dan mommy secepatnya dalam keadaan selamat!
__ADS_1
Bella bergegas menuju kamarnya ia membuka lemari pakaian dan mengeluarkan sebuah gaun panjang berwarna merah. Bella merias wajahnya dengan lipstik senada dengan warna gaunnya. Ia tampak lebih tegas dan memancarkan aura kecantikan yang berbeda dari biasanya.
Malam ini akan ada pesta peresmian gedung di pusat kota yang akan di hadiri orang-orang penting negara termasuk si yakuza muda itu. Bella harus mengikutinya kali ini ia bertekad harus berhasil karena kemarin ia gagal mengikhti pria itu dan tidak bisa mendapatkan lokasi dimana orang tuanya berada.
Selesai dengan riasannya Bella bergegas pergi ke pesta peresmian dengan menunpangi mobil daddynya yang masih tertinggal di garasi. Untuk berjaga-jaga Bella menyelipkan sebilah pisau di pahanya dan senapan di dasboard mobil.
Suasana di pesta peresmian sungguh meriah . Para tamu penting telah datang untuk menggunting pita. Mata Bella menatap lurus ke arah pria dengan stelan jas berwarna maroon. Pria itu napak mencolok dengan postur tubuhnya yang terlihat menjulang tinggi di banding yang lain. Wajah asianya juga terlihat berbeda .
Di deretan panjang minuman yang tertata rapi di atas meja. Bella berdiri mengamati situasi. Ia yakin pasti ada Yakuza lain yang berjaga di ruangan itu. Saat akan ke toilet dua orang pria membuntuti Bella dan mencoba menarik lengannya. Dengan kemampuan beladirinya yang sekarang Bella mudah saja berkelahi dan menang dari kedua pria itu. Ia tidak perlu repot menggunakan senjata apapun cukup dengan tangan kosong.
Suara tepuk tangan terdengar di telinga Bella. Jantungnya berdebar tiga orang pria Yakuza muncul mengepungnya lalu datang lagi entah berapa junlahnya.
Bella meraba pisau di dalam gaunnya dan melemparkan kearah gerombolan pria itu. Lalu perkelahian terjadi. perlawanan Bella cukup membuat para Yakuza itu kewalahan. Mereka mengeluarkan senjata dan menembak ke arah Bella tapi gadis itu bisa menghindar.
Seseorang menutup hidung dan mulut Bella dengan saputangan yang sudah di beri obat bius hingga ia jatuh pingsan.
"Bawa dia!" seseorang memberi instruksi untuk membawa Bella pergi dari gedung.
Saat tersadar dan membuka matanya, Bella terkejut mendapati dirinya terikat di sebuah tempat tidur. Gaunnya masih sama tidak ada robekan atau cela. Bella lega para Yakuza itu tidak menyentuh tubuhnya.
Bella mencoba melepas tali yang mengikat kedua tangan dan kakinya tapi percuma ikatannya sangat kuat.
__ADS_1
Seseorang terdengar bicara dengan bahasa yang Bella tidak pahami.
Bella menatap pria yang sekarang berjalan mendekat ke arahnya. Bella tidak mengerti apa yang pria itu katakan padanya.
"Aku tahu kau mengikuti ku beberapa hari ini, aku bisa membantu mu jika kau mau bekerja sama denganku"
Akhirnya pria itu menggunakan bahasa yang Bella mengerti.
"Apa maksudmu?" tanya Bella setenang mungkin meski hatinya bergemuruh takut.
"Aku tahu kau adalah salah satu dari keluarga Van Camont"
"Diamana orang tuaku?!" mendengar nama keluarganya disebut Bella lepas kendali ia tidak bisa lagi bersabar dan menahan diri.
"Sstttt....tenang nona manis, aku sudah bilang jika kau bisa bekerja sama dengaku maka aku akan membantumu"
"Bekerja sama untuk apa?"
"Baiklah begini saja, aku akan membebaskan seluruh keluargamu dan juga saudara laki-laki mu dari tahanan asalkan...."
"Asalkan apa?!" Bella kesal karena pria itu berbelit-belit.
__ADS_1
"Asalkan kau menghilang dari keluargamu lalu mengubah identitasmu dan ikut bersamaku ke Jepang"
"Apa?!!"