
Lana sedikit bingung dengan sikap yang Zack tunjukan padanya. Bahkan pria itu sampai mengejarnya ke perusahaan memeluknya di hadapan umum.
"Apa kau baik-baik saja?" Lana memegang bahu Zack yang duduk di kursi kerjanya.
Zack tersenyum memandang wajah Lana, ia tidak menjawab pertanyaan istrinya.
"Nanti malam tunggu aku di restoran langganan kita" kata Zack sembari berdiri dari duduknya dan berjalan pergi.
Lana melirik Gio yang mengedikkan bahu pertanda tidak tahu kenapa tiba-tiba Zack bertingkah seperti itu.
***
Malam tiba saat akan menemui Lana ke restoran Zack mendapat telepon darurat ia harus mengurus seorang pasien mafia yang terluka parah. Mafia itu terlibat perkelahian dengan para Yakuza dan terluka tembak di bagian tubuhnya.
Dokter Zack meminta agar pasien di bawa ke KanPetra hospital. Disana akan lebih aman di banding ke VC hospital yang sudah pasti akan mudah ketahuan polisi.
Dokter Zack memeriksa pembuluh darah dan organ dalam yang robek akibat peluru. Ia terdiam sejenak melihat kondisi si pasien. Lalu menyiapkan operasi untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di tubuh mafia muda itu. Setelah berhasil mengeluarkan pelurunya, dokter Zack membersihkan luka dan menjahitnya.
"Pasang antibiotik infus dan suntikan tetanus untuknya" kata dokter Zack pada asistennya.
"Baik dokter"
__ADS_1
Sepertinya aku akan dapat masalah kali ini karena berani menolong musuh para Yakuza itu. Zack melepas dasinya dan menggulung lengan kemejanya. Wajahnya terlihat letih mata birunya tak terlihat berbinar seperti tadi 0agi saat ia bertemu Lana.
Lana? Oh tidak! Aku ada janji dengannya....
Zack bergegas pergi bersama Gio menuju restoran langganan Zack dan Lana.
"Apa dia masih menunggu ku di restoran?" Zack nertanya pada Gio memastikan jika jawaban Gio membuatnya tenang.
"Mungkin saja tuan"
Zack menghela napas lelah dan menyandarkan kepalanya di kursi depannya.
Mobil menembus jalanan kota yang mulai sepi karena malam sudah cukup larut. Mustahil Lana masih menunggu Zack di restoran. Pasti gadis itu sudah pulang ke rumah sekarang.
"Untuk apa? bodoh!" maki Zack dari kursi belakang.
"Untuk anda meminta maaf pada nona Lana"
"Apa kau pikir buket bunga akan berguna?"
"Tentu saja tuan"
__ADS_1
"Baiklah kau atur saja tapi antar dulu aku ke restoran untuk memastikan Lana sudah pulang" Zack semakin cemas karena ponsel Lana mati tidak bisa di hubungi.
Dor! Dor! Dor!
Kaca spion mobil Zack di tembak beruntun dari belakang. Ia menoleh kebelang memastikan ada yang mengikuti mereka. Benar saja mobil para Yakuza itu mengikuti Zack dan Gio.
Gio mempercepat laju mobilnya sementara Zack mengisi amunisi senjatanya.
"Bagaimana tuan? Kita di serang!"
"Bawa mobil ke tempat yang sepi kita hadapi mereka!"
"Tapi jumlah mereka cukup banyak tuan!"
"Tenanglah aku bisa mengatasinya"
Gio membelokkan mobilnya ke tempat lapang di pinggiran kota. Zack segera turun dari mobil dan mengendap mempersiapkan senjata laras panjang yang ia pegang.
Zack menembakkan senjatanya begitu mobil para Yakuza itu tiba. Perkelahian tidak terhindarkan lagi. Janji Zack untuk makan malam bersama istrinya gagal sudah.
"Gio kita berpencar!" kata Zack.
__ADS_1
"Tuan anda harus baik-baik saja, ingatlah janji makan malam bersama istri anda!" Gio lalu beranjak menjauh dari Zack. Keduanya berpencar menghadapi gerombolan musuh yang berbahaya.