Gang Doctor

Gang Doctor
Part 3


__ADS_3

Pagi hari Zack sudah berangkat ke VC hospital tanpa sarapan. Ia meminta Gio mengantarkan Lana ke pusat perbelanjaan nanti siang.


"Kau antar Lana aku akan pergi sendiri ke rumah sakit"


"Baik tuan"


Jadilah siang itu Lana pergi ke pusat perbelanjaan bersama Gio. Ia sengaja mampir ke tempat baju pria.


"Ada yang bisa saya bantu nona?" sapa seorang pelayan dengan ramah.


"Oh aku mencari beberapa kemeja dan jas untuk suamiku"


"Baiklah, apa size yang ingin anda beli?"


"Apa ya?" Lana lupa size baju yang biasa di kenakan oleh Zack


"Kira-kira pria itu memiliki tinggi 186 cm dan lebar bahunya sekian" Lana menggunakan tangannya untuk mengira-ngira lebar bahu Zac.


Lana akhirnya mendapat beberapa stelan kemeja dan jas untuk Zack.


Gio membawakan kantung belanjaan Lana menuju mobil. Seorang pria ber jas hitam menghampiri Gio dan Lana.


"Kau Gio?" tanya pria asing itu.


"Benar, ada apa?!"


Bugh!!


Pria itu melayangkan tinju kerasnya ke wajah Gio hingga tumbang. Dengan kasar ia segera menarik Lana dan memaksanya masuk ke dalam mobil van hitam.


Mobil van itu melaju dengan cepat, Gio kehilangan jejak.


Gawat Lana di culik!


Gio segera menelpon Zack di rumah sakit. Ia mengabrkan jika Lana di culik orang dan di bawa pergi.

__ADS_1


Zack yang mendengar berita itu langsung pergi meninggalkan rumah sakit. Ia bergegas menemui Gio di markas.


"Apa yang kau lakukan?! Menjaga seorang gadis seperti Lana saja kau tidak bisa?!"


"Maafkan saya tuan" kata Gio penuh rasa bersalah.


Zack gusar ia menendang meja yang ada di hadapannya hingga terjatuh.


"Brengsek! Hanya satu orang yang bisa menculik Lana dia pasti Benedict!"


"Saya akan ke markas Benedict tuan" kata Gio ber api-api.


"Dasar bodoh kau kira mereka akan membawa Lana ke markas mereka?!" Zack meletakkan pucuk senpinya di leher Gio.


"Kau kenapa bisa tidak berguna haaa?!" Zack sedang teramat kesal ia marah besar tapi sebenarnya ia hanya menggertak Gio.


Ponsel Zack berbunyi, nomor tidak di kenal tertera di layar ponsel milik Zack.


"Siapa ini?!"


"Kak...." terdengar suara Lana dengan isak tangis yang tidak begitu jelas.


Zack memberi isyarat pada Gio agar melacak asal telepon yang di gunakan oleh Lana.


"Lana jawab!"


Telepon dimatikan, Gio sudah mendapat lokasi dimana Lana berada. Ia mengangguk pada Zack lalu keduanya segera pergi dengan mobil untuk menyelamatkan Lana.


Zack dan Gio tiba di bekas sebuah pelabuhan yang sudah kososong. Zack berlari mencari keberadaan Lana. Sementara Gio di bungkam dari belakang dan diseret segerombolan orang menjauh dari Zack.


"Zack...!"


Lana telah berdiri tidak jauh dari tempat Zack berada. Tidak berapa lama Benedict muncul bersama anak buahnya mengepung Zack.


"Lana..." gumam Zack.

__ADS_1


"Tembak dia Lana!" Benedict mendekati Lana mecoba mempengaruhi Lana.


"Dia yang sudah membun*h ayahmu!" kata Benedict.


Zack terdiam kaku ia memandang lekat ke arah Lana yang mulai mengangkat tangannya dan menodongkan senpi dari jauh ke arah dada sebelah kiri Zack.


"Lana aku bisa jelaskan semua padamu" kata Zack.


"Cepat tembak dia!" suara Benedict semakin keras dan mengintimidasi Lana.


"Kenapa kau lakukan itu kak?" tanya Lana menatap dingin ke arah Zack. Ia tidak menurunkan senpinya yang masih tepat mengarah ke dada kiri Zack.


"Lana...."


"Cepat tembak!!" Ben kembali berteriak.


Zack sudah siap jika Lana menembak dirinya. Ia tersenyum ke arah Lana. tanpa diduga Lana mengarahkan tembakannya ke lengan Benedict.


"Hei kenapa kau menembakku?! Dasar gadis bodoh tidak berguna! Dia yang sudah menembak ayah mu!" teriak Ben penuh emosi.


Lana tidak tega menembak Zack. Ia mencintai pria itu ia tidak bisa menembaknya atau menyakitinya. Situasi ini begitu sulit bagi Lana.


Dari belakang anak buah Ben memukuli Lana hingga memancing amarah Zack. Ia berlari ke arah lana yang sedang di keroyok dan menghajar balik anak buah Benedict hingga tidak berdaya.


"Lana...kau tidak apa-apa?"


Lana memandang Zack dengan tatapan sedih dan kecewa.


Tanpa di duga dari samping anak buah Ben bangun dan mengarahkan tembakan ke punggung Zack .


Dor! Dor!


Dua kali tembakan Zack terjatuh ke lantai dengan darah mengalir dari punggungnya.


Lana menjerit histeris menutup luka Zack dengan tangannya yang berlumuran darah.

__ADS_1


"Bawa dia!" Benedict memerintahkan anak buahnya untuk membawa Lana pergi dan meninggalkan Zack yang terluka.


Memisahkan Zack dari Lana adalah kemenangan bagi Benedict. Dengan begitu ia bisa terus mempengaruhi Lana agar membenci Zack.


__ADS_2