
Lana berdiri di depan ruang kerja seorang pengacara terkenal. Ia ingin di temani membuat laporan ke polisi.
"Ada yang bisa saya bantu nyonya?" tanya sang pengacara.
"Saya ingin melaporkan dokter Zack Van Camont ke polisi"
"Kenapa anda ingin melaporkannya dan siapa dia?"
"Dia suami saya"
"Suami anda? Lalu kenapa anda ingin melaporkannya ke polisi?"
"Karena ia sudah menembak ayah saya tujuh tahun yang lalu"
"Apa anda memiliki bukti jika suami anda melakukan perbuatan itu?"
Lana terdiam ia memang tidak memiliki bukti apapun tentang perbuatan Zack pada ayahnya. Ia hanya tahu dari paman Ben yang sekarang paman Ben mungkin juga sudah menjadi abu.
"Nyonya kita tidak bisa membuat laporan polisi jika tidak memiliki bukti yang valid"
Lana kembali terdiam rasa bencinya pada Zack memaksanya untuk berusaha melaporkan Zack ke polisi agar ia menebus kesalahan yang sudah dilakukan pada ayahnya dan juga Lana.
"Sebaiknya sekarang anda pulang, pikirkan kembali semuanya jika anda sudah memiliki bukti saya akan mendampingi anda ke kantor polisi"
Lana berjalan meninggalakan kantor sang pengacara. Langakah kakinya tidak sesuai dengan pikirannya. setelah menaiki taxi online Lana tiba di depan VC hospital. Ia tergagap karena menyesal kenapa pergi ke tempat itu.
Lana hampir berbalik pergi tapi hatinya menahannya. Ia ingin masuk ke dalam dan melihat pria itu sekali saja.
Di kejauhan Lana memandang Zack yang sedang melakukan terapi berjalan. Bella dengan sabar memapah Zack dan menuntunnya berlatih untuk berjalan kembali.
__ADS_1
Bella tidak sengaja melihat Lana yang mematung melihat ke arahnya dan Zack.
"Aku rasa ada yang diam-diam ingin melihat mu" kata Bella sembari memandang ke arah Lana.
Zack mengikuti arah pandangan Bella. Ia terkejut melihat Lana ada disana.
Lana?....
"Biarkan aku bicara padanya" kata Bella.
Zack menahan lengan Bella seraya menggelengkan kepala.
"Biarkan dia...nanti aku akan bicara sendiri dengannya" kata Zack.
"Apa masalah kalian akan selesai dengan kucing-kucingan seperti ini?"
Zack berbalik ia tertatih berpegangan bahu Bella.
***
Dokter Erthan berada di ruang kerjanya bersama tim forensik lainnya. Mereka sedang memeriksa jasad seorang pria yang kemarin sempat dimintai keterangan di kantor polisi.
"Benedict, siapa yang melakukan semua ini?" dokter Erthan bergumam sembari melihat tubuh tuan Benedict yang terbujur di ranjang.
Kematiannya sudah di pastikan karena tembakan jarak dekat yang mengenai kepalanya. dokter Erthan berhasil mengeluarkan peluru yang mematikan itu dan memberikannya pada penyidik untuk di tindak lanjuti.
Dokter Erthan menghela napas, sepertinya ia tahu siapa pelakunya tapi ia masih bungkam.
Aku rasa kejadian ini ada hubungan dengan klan Van Camont.
__ADS_1
Siangnya Erthan memutuskan pergi ke VC hospital untuk menemui Zack. Ia ingin tahu apa Zack yang melakukan kejahatan pada Benedict.
Pria itu sungguh cerdas menyembunyikan kejahatannya. Zack Van Camont aku sangat penasaran padamu. Kita lihat saja apa kasus ini akan menyeret mu ke jeruji besi, aku tidak sabar melihat mu mengakui semua perbuatanmu?!
Batin Erthan berkecamuk sembari mengemudikan mobilnya.
Di loby VC hospital Erthan bertemu dengan Bella. Ia sebenarnya tidak ada rencana menemui Bella tapi ini suatu kesempatan baik bagi Erthan untuk mendekati Bella.
"Hai Bella" sapa Erthan.
"Kau? kemari lagi? Terakhir kita bertemu disini aku bertengkar dengan Zack jadi sekarang pergilah" kata Bella ketus.
"Tunggu, aku kemari karena ingin bertemu denga Zack"
Bella berbalik memandang wajah Erthan.
"Ada apa? Kenapa ingin bertemu Zack?"
"Aku ada sedikit urusan jadi tunjukan dimana ruang kerjanya"
"Zack sedang terluka dia di rawat di kamar VVIP lantai delapan"
"Terluka?"
"Iya dia terluka parah dan menjalani operasi sejak beberapa hari yang lalu dan sekarang dalam pemulihan"
Erthan terdiam ia mencerna kalimat Bella.
Jika Zack terluka parah sejak beberapa hari yang lalu berarti bukan dia pelakunya yang melenyapkan Benedict. Lalu siapa.....
__ADS_1
Bella melangkah pergi, Erthan mengikuti langkahnya dan menahan lengan Bella.
"Mau makan siang dengan ku?"