Gang Doctor

Gang Doctor
Part 8


__ADS_3

Bella melangkah pergi, Erthan mengikuti langkahnya dan menahan lengan Bella.


"Mau makan siang dengan ku?"


"Jangan harap!" Bella baru berjalan beberapa langkah dan ia menghentikan langkahnya. Di hadapannya kini ada Marco dan istrinya. Marco dan Bella saling pandang dengan rasa canggung.


Bella bergegas berbalik dan menggamit lengan Erthan.


"Ayo kita makan siang" kata Bella sembari mencubit kecil pinggang Erthan agar lekas berjalan pergi.


Bella dan Erthan makan siang di restoran yang tidak jauh dari VC hospital.


"Apa patah hati begitu menyakitkan sampai kau rela makan siang dengan ku demi menghindari nya?" sindir Erthan sembari tersenyum.


"Diam dan habiskan makan siang mu"


"Bella apa yang kau suka dari pria itu? Dia bahkan sudah menikah"


Ucapan Erthan benar, apa yang aku suka dari Marco? Tapi aku tidak bisa mengendalikan perasaanku padanya ...


"Ada seorang pria yang memperhatikan seorang wanita, ia peduli pada wanita itu dan ia mengejar si wanita dengan penuh perhatian, siapa yang tahan dengan hal itu?!"


"Aku mengejarmu dengan penuh perhatian tapi kau tetap dingin padaku"


"Kau mengejarku? Kau menggangguku Erthan!" kata Bella jutek.


"Bella dulu sewaktu kuliah aku sanga ..."


"Aku mau pulang!" Bella berdiri dari duduknya dan meraih ponselnya yang tergeletak di sampingnya.


"Kenapa terburu-buru? Jadi kau hanya memanfaatkanku untuk mengindari pria yang sudah menolak mu itu?"

__ADS_1


"Si mulut besar! Aku tidak di tolak oleh pria manapun!"


Erthan tersenyum miring ia menahan tawa melihat Bella cemberut. Tadinya ia ingin mengakui perasaannya bahwa ketika masih kulian dulu Erthan sudah suka dengan Bella sampai detik ini tidak berubah.


"Terimakasih sudah membantuku" kata Bella sembari melangkah pergi meninggalkan Erthan yang berdiri memandangnya.


***


Zack sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah. Lukanya sudah membaik dan ia bisa beraktivitas ringan dan dilarang mengangkat beban berat untuk sementara waktu.


Gio merapikan tas berisi pakaian Zack. Sebenarnya mommy Lily meminta putra kesayangannya itu untuk tinggal di rumah tapi Zack bersikeras utnuk pulang ke rumahnya sendiri.


"Bagaimana kabar Lana?" tanya Zack pada Gio yang sibuk merapikan barang-barangnya.


"Nona Lana sudah aktif di perusahaan ayahnya tuan, tapi sepertinya semua berjalan tidak lancar untuknya"


"Apa maksudmu?"


Gio menaruh seorang mata-mata di perusahaan tuan Dupont untuk mengawasi Lana. Seriap hari mata-mata itu memberikan laloran padanya.


"Apa anda ingin saya bertindak tuan?"


"Tidak perlu, nanti saja"


"Oh ya tuan apa saya perlu menjemput nona untuk pulang ke rumah?"


Zack hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan Gio. Ia memilih berjalan meninggalkan ruang rawatnya dan bergegas pulang ke rumah.


Setibanya di rumah Zack merasa sepi karena Lana tidak ada di rumah dan tidak menyambut dirinya. Zack memejamkan mata sembari merebahkan dirinya di sofa.


"Gio apa paman Tim ikut campur urusanku kemarin dengan Benedict?" tanya Zack masih dengan mata terpejam.

__ADS_1


"Benar tuan, pama Tim yang menyelesaikan semua" jawab Gio sambil menunduk ia merasa bersalah karena tidak berguna sebagai asisten seharusnya dirinyalah yang membantu Zack mengurus Benedict.


"Siapkan mobil aku ingin bertemu daddy"


"Tapi tuan anda baru saja pulang dari rumah sakit"


"Sejak kapan kau mulai membantah ku?!"


"Maaf tuan" Gio bergegas menyiapkan mobil dan mengantar Zack ke perusahaan tuan Lizard.


Setibanya di ruang kerja sang ayah Zack tampak kesal. Ia duduk di hadapan ayahnya.


"Zack? bukankah kau baru saja pulang dari rumah sakit kenapa sudah ada disini?" tanya tuan Lizard sembari melirik paman Tim yang berdiri tak jauh dari mereka.


"Kenapa daddy ikut campur urusanku?!"


Tuan Lizard terdiam membiarkan Zack melampiaskan kekesalannya lebih dulu.


"Seharusnya daddy dan paman Tim tahu ini bukan ranah kalian!"


"Zack! Sejak kapan kau berani kurang ajar seperti ini?! Kalau daddy tidak ikut campur apa kau selamat? Bisa saja musuh mu itu melenyapkan mu dan juga Lana!"


Zack terdiam mengepalkan tangannya.


"Kenapa kau menghabisi ayah Lana? Tugasmu menyelamatkan orang kenapa kau bisa bertindak seceroboh itu?!"


"Itu bukan urisan daddy!" Zack berdiri dari duduknya dan berjalan pergi meninggalkan ruang kerja ayahnya.


"Kau lihat anak itu Tim? Dia pikir dia sudah bisa melakukan semua sendiri tanpa kita"


"Zack masih usia muda tuan, anak muda terkadang mereka merasa bisa melakukan segalanya tanpa bantuan siapapun"

__ADS_1


Tuan Lizard menghela napas sembari bersandar di kursi kerjanya.


__ADS_2