Gang Doctor

Gang Doctor
Part 24


__ADS_3

Lana sedang duduk di ruang kerjanya di perusahaan sang ayah. Ia mengamati nomor telpon dokter Ryan. Jadwal konsultasi bisa by phone jika memang canggung untuk bertemu dan bercerita. Lana ingin berkonsultasi tentang permasalahan dirinya yang akhir-akhir ini plin-plan dan mudah bimbang. Sebentar ia membenci Zack sebentar ia begitu mencintai Zack. Lama-lama Lana tidak tahan sendiri dengan perasaannya.


Lana menghela napas berat mengalihkan pikirannya sejenak mengamati pil penunda kehamilan di hadapannya bersama segelas air putih. Ia sedang rutin mengkonsumsi obat itu karena Zack tidak lagi memberinya suntikan penunda kehamilan. Jadilah Lana mencari cara sendiri untuk mengatasi gairah Zack yang sering meledak-ledak tak terduga.


***


"Tuan apa anda akan menerima ajakan para Yakuza itu?" tanya Gio saat didalam mobil menuju VC hospital. Zack memang belum memulai praktiknya di KanPetra jadi ia masih bertugas di rumah sakit yang lama.


"Gio apa kau tahu siapa mereka? Orang-orang itu sangat berbahaya. Mereka bukan orang kita dan bisnis yang di geluti para Yakuza itu adalah judi, prostitusi, obat, renternir hingga pemerasan! Aku tidak akan terlibat dengan bisnis semacam itu"


Gio terdiam sembari mengurangi kecepatan mobilnya. Baginya Zack adalah orang hebat yang tidak mudah terkecoh meski di iming-imingi kekuasaan. Gio tidak tahu tentang bisnis para geng pendatang itu ia baru tahu saat Zack tadi bicara soal mereka.


"Saya tidak salah pilih bekerja dengan anda tuan" kata Gio kagum.


"Tapi aku kira aku yang sudah salah karena mempekerjakan orang bod*h seperti mu Gio!" ucap Zack sambil menahan tawa. Ia melemparkan pandangan keluar kaca mobil. Hati Zack bergemuruh tadi pagi ia menemukan sebuah pena di laci meja rias. Pena itu buka sembarang pena tapi juga ada alat perekam.


Saat Zack memencet tombol kecil di pena itu mulailah terdengar rekaman suara Lana yang menceritakan kegiatan sehari-harinya. Zack bingung kenapa Lana merekam kegiatannya setiap hari di pena itu.


Zack kembali mengeluarkan pena itu dari saku jasnya. disana tertera tulisan kecil Cecilia hospital. itu adalah rumah sakit tempat dokter Ryan bekerja sekarang.


"Gio kita putar arah ke Cecilia Hospital saja"


"Baik tuan tapi ada apa?"


"Aku ingin bertemu dokter Ryan"


Gio mengangguk tidak lagi bertanya. Ia melihat sedikit kecemasan di wajah bosnya itu.

__ADS_1


Setibanya di Cecilia hospital Zack bergegas turun dari mobil dan menaiki lift menuju lantai empat tempat dimana dokter Ryan menjalankan prakteknya.


"Saya ingin bertemu dokter Ryan" kata Zack pada seorang resepsionis di lantai empat.


"Apa anda susah membuat janji?"


"Tidak tapi bisakah kau menelponnya sebentar, katakan jika Zack Van Camont mencarinya"


"Baik tuan silahkan tunggu sebentar" perawat itu melirik ke arah Zack yang duduk diam di hadapannya. Siapa yang tidak mengenal klan Van Camont, seluruh penjuru kota jelas tahu keluarga itu.


"Dokter Zack saya akan mengantar anda ke ruangan dokter Ryan" kata sang perawat.


Perawat itu membukakan pintu ruang kerja dokter Ryan untuk Zack dan mempersilahkannya masuk.


"Tuan muda ada apa?" tanya dokter Ryan begitu melihat Zack memasuki ruang kerjanya.


"Silahkan"


Zack menyerahkan pena yang ia genggam sejak tadi pada Ryan.


"Pena ini milik nona Lana" kata Ryan sembari mempersilahkan Zack duduk di sofa


"Kenapa Lana bisa menyimpan pena itu?"


"Anda tidak tahu tentang kondisi nona Lana?" tanya Ryan membuat Zack nyaris panik. Zack hanya menggeleng perlahan sambil menyimak penjelasan Ryan.


"Nona Lana mengalami lupa ingatan ringan yang diakibatkan trauma pada kejiwaannya. Ia mengalami permasalahan berat yang mengguncang batinnya itulah sebab awal ingatannya sedikit memudar. Aku memberinya alat ini agar ia bisa mengingat kejadian sehari-hari yang ia lakukan dan alami"

__ADS_1


"Tunggu! Maksudmu Lana lupa dengan kejadian yang sudah ia lalu hari kemarin?"


"Benar sekali tuan muda karena itu saya menganjurkan penggunaan alat ini untuk mengantisipasi jika nona tidak ingat dengan kejadian hari kemarin"


"Sampai kapan itu akan terjadi? Apa tidak ada pengobatan untuk kasus Lana ini?"


"Sebenarnya ingatan nona Lana sudah membaik hanya saja ia masih menggunakan alat itu karena takut jika ada yang terlewat dalam ingatannya"


Zack mengusap wajahnya dengan telapak tangan.


Ternyata aku tidak tahu semua tentangmu, kau pandai menyembunyikan lukamu Lana....


Zack bergegas meninggalkan Cecilia hospital dan menghampiri Gio yang menunggu di mobil.


"Cepat ke Dupont Company!"


"Baik tuan" Gio segera tancap gas menuju perusahaan milik ayah Lana.


Zack menghampiri resepsionis di loby perusahaan.


"Dimana Lana?"


"Nyonya Lana di ruang meeting VVIP tuan" Zack segera menuju ruang meeting tempat Lana berada. Gio dan si resepsionis mengikuti Zack dari belakang.


Braghh!!


Pintu ruang meeting di buka paksa oleh Zack. semua mata yang berada di ruangan itu segera tertuju pada Zack yang berdiri di ambang pintu menatap Lana yang juga memandangnya dengan terkejut.

__ADS_1


Lana berdiri perlahan dari duduknya tanpa mengalihkan pamdangannya dari Zack. Pria itu berjalan cepat menuju Lana dan mendekap lana kedalam pelukannya.


__ADS_2