Gang Doctor

Gang Doctor
Part 35


__ADS_3

Apa pria ini sudah gila?! Dia memberiku pilihan yang tidak mungkin!


"Aku tidak akan melakukan permintaan mu itu!" kata Bella memalingkan wajahnya.


Shirai tersenyum menampakan lensung pipitnya, ia melepaskan ikatan tali di tangan Bella.


"Kau pasti melakukannya nona bermata biru" Shirai berjalan pergi meninggalkan kamarnya dan menguncinya dari luar.


Bella melepaskan ikatan tali di kakinya, ia turun dari ranjang dan mencari sesuatu yang bisa di jadikan senjata. Bella membuka nakas di samping ranjang, ia menemukan senpi lengkap dengan peluru.


Aku harus tahu dimana daddy...


Bella mencoba membuka pintu kamar tapi di kunci, karena tidak ada piljhan lain Bella menembak lubang kunci hingga pintu berhasil terbuka tapi juga mengundang para Yakuza datang menghanpirinya.


Bella bersiap melawan gerombolan pria berpakaian jas abu-abu yang mengepung dirinya. Bella berkelahi dan menggunakan senjatanya tapi karena gugup ia malah tidak bisa fokus menembak.


Bella di keroyok hingga terluka, seorang Yakuza muda merobek gaun Bella gadis itu meronta sembari menahan tangis. Hidung dan bibirnya berdarah lengannya juga terasa sakit karena di injak oleh pria-pria bengis itu.

__ADS_1


"Hahaha lihat dia sudah tidak berdaya, tapi dia sangat cantik bagaimana kalau kita bersenang-senang dengannya?!" para Yakuza itu menyeret Bella ke ruang bawah tanah.


Sementara di ruang rahasia Matsumoto Shirai sedang duduk berhadapan dengan sang ayah membahas kepulangan mereka ke Tokyo.


Seorang anggota yakuza datang menghampiri Shirai dan membisikan sesuatu. Shirai segera bangkit dari duduknya dan melangkah pergi.


"Shirai! Ayah belum selesai bicara!" tuan Matsumoto gerah dengan tingkah anak lelakinya akhir-akhir ini.


"Ada apa dengannya?!" tanya tuan Matsumoto pada seorang pengawalnya.


"Sepertinya tuan muda jatuh cinta"


Sementara Shirai berlari ke ruang bawah tanah markas besar Yakuza. Ia melihat Bella hampir di perk*sa oleh anak buah Shirai.


"Berhenti!" kata Sirai dengan nada dingin menatap tajam kearah anak buahnya yang mulai menciut tak bernyali.


Bella menutup dadanya yang gaunnya hampir terbuka dengan kedua tangannya. Air matanya mengalir perlahan. Shirai memandang ke arah Bella sembari menggertakkan rahangnya.

__ADS_1


Perlahan anak buahnya mundur dan pergi meninggalkan ruangan itu tanpa ada yang berani bicara sepatah katapun. Mereka tahu pimpinannya sedang marah besar.


Shirai melangkah mendekati Bella ia melepas jasnya dan berniat memakaiaknnya pada Bella tapi gadis itu menyentaknya hingga jas itu terjatuh di lantai.


Shirai hanya diam ia menyentuh lembut wajah Bella yang terluka.


"Dimana keluarga ku?" Bella menangis nyaris putus asa.


Shirai mengangkat tubuh Bella membawanya kembali ke kamar. Ia tetap diam seribu bahasa mendengarkan isak tangis gadis yang ada di pelukannya.


Bella duduk di ranjang, ia menarik lengan Shirai dan memohon sekali lagi agar memberitahu dimana orang tuanya berada.


"Katakan ya pada penawaranku kemarin maka kau akan lihat keluarga mu bebas dan juga saudara lelakimu bebas dari penjara" kata Shirai dingin tidak menerima negosiasi atau perlawanan dari Bella.


"Percuma kau melawan Yakuza, apa kau tidak tahu seperti apa kekuasaan para Yakuza? Kami bukan hanya sekedar mafia tapi gengster" Shirai menyerahkan handuk pada Bella agar gadis itu membersihkan dirinya.


"Dengar jangan coba-coba menyakiti dirimu sendiri, jika kau macam-macam aku akan berbuat nekat pada orang tuamu dan juga saudara mu Zack! Kau punya waktu sampai besok pagi untuk mengambil keputusan"

__ADS_1


Matsumoto Shirai melangkah pergi meninggalkan Bella seorang diri merenung mempertimbangkan tawaran pria asia itu.


__ADS_2