Gang Doctor

Gang Doctor
Part 9


__ADS_3

Zack sedang rebahan di kamarnya saat paman Tim datang untuk melihat keadaannya.


"Orang tua kenapa kau kemari?!" tanya Zack malas.


"Tuan kecil bagaimana kabar mu? Apa Lana belum kembali ke rumah ini?"


Pertanyaan paman Tim sukses membuat Zack mendidih. Ia bangkit dari ranjangnya dan berdiri mendekati paman Tim.


"Paman sudah kubilang jangan ikut campur urusan ku! Mau Lana kembali atau tidak itu bukan urusanmu pak tua!" kata Zack kesal.


"Baiklah, dasar anak muda ....tapi jika kau memerlukan bantuanku untuk mengembalikan Lana ke rumah ini lagi aku bisa melakukannya dengan mudah" kata Paman Tim sembari menahan senyumnya.


Dulu Tim sudah terbiasa menghadapi rumah tangga Lizard dan Lily yang bahkan lebih rumit dari Zack dan Lana alami sekarang.


"Tidak perlu! aku akan mengurus perpisahanku dengannya" Zack terlihat dingin saat mengucapkan kata itu tapi hatinya sedih dan berkecamuk.


Paman Tim cukup terkejut dengan ucapan Zack barusan. Tapi ia tidak ingin mencampuri urusan Zack yang satu ini. Zack sudah dewasa dan bisa menentukan pilihan hidupnya sendiri. Paman Tim menepuk bahu Zack seolah memberi kekuatan dan dukungan.


"Pikirkan baik-baik jangan sampai menyesal, paman lihat kau menyukai Lana dengan subgguh-sungguh"


"Dasar pak tua sok tahu siapa bilang aku menyukai gadis bodoh itu? Dia tidak mau mendengar penjelasanku sama sekali!"


"Kau semakin mirip dengan daddy mu!" paman Tim tertawa sembari berjalan pergi meninggalkan kamar Zack.


Zack menata lagi perasaannya pada Lana. Selama ini niat Zack memang hanya untuk membantu Lana mendapatkan haknya yaitu warisan ayahnya. Memang sudah seharusnya Zack tidak menggunakan perasaannya. Ia seharusnya bisa melepas Lana dengan mudah setelah semua niatnya tercapai.

__ADS_1


Siang itu Gio mengantar surat cerai utnuk Lana dari Zack.


"Kenapa kau kemari Gio? Katakan padanya aku tidak ingin bertemu atau bicara apapun dengannya!" kata Lana tegas. Ia memalingkan wajahnya tidak melihat Gio.


"Nona saya kemari untuk mengantarkan dokumen ini pada anda" Gio menyerahkan sebuah fail berwarna coklat pada Lana.


Dengan gemetar Lana membuka isi dokumen itu dan membacanya. Terselip sebuah surat didalamnya untuk Lana.


Kau ingin pergi dariku bukan? pergilah aku tidak akan menahanmu lagi. Perusahaan ayahmu telah kau dapatkan dan tugasku selesai. -Zack-


Begitu isi surat yang Zack tulis untuk Lana.


"Baiklah aku menerima dokumen ini, sekarang tolong tinggalkan tempat ini" kata Lana yang sekuat tenaga menahan air matanya.


"Kalau begitu saya permisi nona"


Lana belum siap kembali disisi Zack tapi ia juga tidak menyangka jika berpisah akan membuatnya sesakit ini.


Zack......


Lana duduk di kursi kerjanya ia meneguk segelas air putih lalu kembali menangis.


Tekad Zack sudah tidak bisa di ganggu gugat lagi ia mantap untuk menyingkirkan Lana dari hidupnya. Mungkin itu jalan terbaik untuk Lana agar ia bebas menjalani hidupnya tanpa harus terbebani karena hidup disisi pria yang sudah menghabisi ayahnya.


Karena bosan berada di rumah terus Zack memutuskan untuk peegi ke VC hospital. Ia menemui Bella di ruang kerja gadis itu.

__ADS_1


"Kenapa tidak istirahat di rumah?" tanya Bella begitu melihat Zack duduk di kursi kerjanya.


"Aku bosan" jawab Zack tanpa memandang saudari kembarnya itu.


"Apa Lana belum kembali ke rumah kalian?"


Zack hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan Bella.


"Sudahlah Zack jangan memasang tampang jutek bercampur sedih di hadapanku, aku masih ada pasien" Bella mengusir halus Zack agar keluar dari ruangannya.


Zack berdiri dari duduknya memasukan kedua telapak tangannya kedalam saku celana. Ia memandang Bella sembari tersenyum kecil.


"Aku memutuskan untuk berpisah dari Lana dan mengakhiri semua"


Bella yang sibuk membaca daftar riwayat pasiennya langsung berhenti. Ia menoleh ke arah Zack.


Bella berdiri dari duduknya dan menghampiri Zack, ia memeluk erat saudaranya itu sembari menepuk lembut punggung Zack.


Bella tahu Zack menyukai Lana. Ia terjebak dengan rencana sendiri. Tujuan awalnya menolong gadis itu karena merasa bersalah tapi Zack malah terbawa perasaan dengan pernikahannya. Dan sekarang Lana sudah tahu semuanya.


Gadis itu sulit menerima jika Zack susah menghabisi ayahnya.


"Apa yang bisa aku lakukan untuk mu?" tanya Bella ikut berkaca-kaca. Ia memahami posisi sulit yang sekarang di alami Zack.


"Tidak ada, kau cukup memberiku dukungan seperti biasanya"

__ADS_1


"Tentu saja aku pasti akan mendukungmu Zack...."


__ADS_2