
Yuna menatap sendu pada tubuh papa mertuanya yang kini terpasang banyak selang dan berbagai alat kesehatan lainnya. Perlahan air mata yang sedari ditahannya kembali luruh, Yuna tidak menyangka tubuh mertuanya yang dilihatnya telah lebih sehat tempo hari kini dua kali lipat lebih parah dari sebelumnya. Sebenarnya apa yang telah terjadi antara suami dan mertuanya hingga menyebabkan sang mertua separah ini?
Perlahan Yuna menyentuh jemari sang mertua, tangan orang yang dulu mengusap kepalanya dengan penuh kasih sayang. Memang mertuanya inilah yang menyayanginya kendati sang suami tidak pernah memandangnya
"Maafkan Yuna pa! Yuna belum bisa memenuhi keinginan besar papa," ucap Yuna lirih. Keinginan papa mertuanya cukup sederhana. Beliau hanya ingin melihat seorang cucu dan keluarga kecil dirinya dengan Aaron bahagia, tapi keinginan sederhana itupun tidak dapat Yuna penuhi jika situasinya dengan Aaron tidak kunjung membaik di dua tahun lebih jalan pernikahan mereka
"Papa harus kuat pa! Yuna yakin, papa pasti bisa bertahan!" lanjutnya sembari menggenggam erat jemari sang mertua yang berinfus
Perawat yang bertugas mendekati Yuna sembari menyodorkan sebuah amplop putih yang sama seperti yang pernah diberikan pada Aaron
"Nyonya, ini adalah titipan yang Tuan Nelson suruh pada saya untuk diberikan kepada Nyonya jika hal seperti ini menimpanya." Yuna menatap bingung pada amplop tersebut namun dirinya tidak larut dalam kebingungannya, dia menghapus kasar air mata yang tadi turun di pipinya lalu mengambil amplop yang disodorkan oleh si perawat
"Terima kasih," ujar Yuna yang hanya diangguki oleh si perawat.
Perlahan Yuna mulai membuka amplop putih itu hingga terlihat satu lembar kertas putih yang dipenuhi tulisan tangan dibaliknya, ya... Itu adalah sebuah surat!
Yuna kembali menatap pada sang mertua yang masih larut dalam dunia mimpinya, airmatanya kembali akan terjatuh andai Yuna tidak segera mengalihkan tatapannya dan menahan laju air asin itu di matanya. Entah kenapa Yuna merasakan dirinya jadi lebih cengeng sekarang ini, dia jadi mudah terbawa perasaan dan sedih. Benar-benar bukan seperti dirinya yang sudah ditempa dengan begitu keras selama hidupnya
Matanya mulai terfokus pada baris demi baris kalimat yang tertulis pada surat mertuanya
__ADS_1
Yuna, menantuku tersayang
Papa minta maaf harus menggunakan cara ini menyampaikan pesan papa padamu, karena hanya cara ini yang dapat papa pikirkan setelah papa sulit untuk bicara, dan papa tidak tahu apa papa masih bisa bicara normal kembali
Banyak hal yang ingin papa bahas denganmu dan juga banyak hal yang ingin papa dengar darimu, menantuku. Kisah-kisah indahmu yang begitu bahagia bersama putraku, Aaron. Papa sangat menikmati setiap kalimat yang kamu rangkai walau papa tahu itu semua hanyalah kebohongan yang kamu ciptakan untuk membuat papa tenang dan bahagia
Yuna menutup mulutnya sedang air mata kembali jatuh luruh, tidak pernah disangkanya kalau papa mertuanya selama ini tau akan semua cerita bohongnya. Cerita yang dibuatnya untuk sekedar menjaga perasaan mertuanya yang sedang sakit jadi lebih baik
Menguatkan diri, Yuna kembali melanjutkan bacaannya
Terima kasih untuk semua perhatianmu selama ini menantuku. Bahkan untuk semua ungkapan terima kasih didunia ini tidak cukup untuk menggambarkan bagaimana aku menjadi seorang mertua paling bahagia ber menantukan dirimu. Andai putraku bisa sedikit melihat padamu, papa yakin! Dia akan menjadi pria paling beruntung. Akan tetapi papa sadar kalau perasaan tidaklah dapat dipaksakan
Menantuku, berpisahlah dengan Aaron! Jangan kau bebani dirimu hanya karena kamu ingin melihat papa bahagia. Papa akan bahagia jika melihatmu bahagia, menantuku. Papa tidak sanggup lagi jika harus tetap melihat senyum pura-pura bahagia yang kamu pasang setiap kamu menemui papa, padahal papa tahu bagaimana kehidupan rumah tanggamu dengan Aaron. Papa tahu selama ini putraku itu terus mengabaikanmu dan bahkan dia melakukan kesalahan fatal dengan kalimat ingin menceraikanmu
Kamu akan tetap menjadi satu-satunya menantuku yang terkasih, putriku dan juga malaikat yang ikhlas menjagaku disaat seperti ini dimana banyak yang mencoba menjauh dari papa setelah kecelakaan yang menimpa papa
Papa akan selalu menyayangimu, menantuku! Kapanpun dan dimanapun!
Papa mertuamu
__ADS_1
William Nelson
Yuna mulai terisak sembari memeluk kertas surat tersebut. Ternyata memang begitu besar kasih sayang papa mertuanya untuknya padahal Yuna tidaklah begitu mengenal sosok kebapaan Tuan William sebelum dia dipertemukan dengan Aaron dan akan dijodohkan dengan suaminya itu
Yuna teringat pada pertemuannya dengan mertuanya untuk pertama kali. Dirinya yang saat itu baru saja kehilangan ibunya yang ditemukan tewas disebuah hotel di tangan seorang gigolo membuatnya mendapat tatapan sinis dan buruk dari para orang sekitar. Dirinya dipanggil sebagai putri dari seorang ja lang, bahkan kakak kandungnya sendiri menyebut dirinya sebagai pembawa petaka dan dirinya diperlakukan bak pembantu oleh kakak laki-laki satu-satunya. Yuna menerima segala hinaan sedangkan kakaknya dipuji-puji dengan bangga oleh semua orang
Setelah itu semua harta peninggalan orang tuanya otomatis jatuh ketangan kakaknya sedang tidak ada sepeserpun yang diberikan kepadanya, hanya pakaian dan sebuah kalung perhiasan yang didapatnya dari warisan orang tuanya
Tapi alangkah indahnya jalan yang sudah Tuhan atur. Papa mertuanya yaitu pak William Nelson datang melamarnya sebagai menantunya tepat disaat dirinya akan diusir oleh sang kakak. Lamaran itu jelas diterima oleh sang kakak bahkan jika dia harus memberikannya secara gratis, karena memang kakaknya sudah ingin menendangnya menjauh segera. Tapi melihat status keluarga Nelson sang kakak langsung mengubah sikapnya hingga masih tetap mengakui dirinya sebagai adik sekarang
Yuna awalnya takut pada sosok mertua yang belum dikenalnya itu, hingga pak William memperkenalkan diri sebagai sahabat dari ibunya dan mengatakan sebuah janji antara dirinya dengan sang ibu. Walau kesepakatannya gagal karena suatu hal, Pak William tetap memenuhi janjinya untuk menjaga Yuna yaitu dengan cara menikahkan dirinya dengan putra satu-satunya yaitu Aaron
Yuna melihat Aaron dan langsung menerima perjodohan itu dengan sukacita. Aaron adalah pria yang menjadi cinta pertamanya hingga Yuna dapat mengenalinya hanya dengan sekali melihat wajahnya. Lalu pertanyaannya? Bagaimana bisa dia tidak mengenali gigolonya yang nyatanya adalah orang yang sama pada dua kondisi, suami dan cinta pertamanya? Jawabannya jelas sudah ada bagi yang mengetahui kisahnya. Yuna sudah tidak punya harapan, dia kehilangan tumpuan dan tidak ada yang benar- benar berdiri untuk melindunginya, sedang mertuanya tidak lagi sanggup menjadi dinding kasih sayang dengan tubuh yang kini terbaring tidak berdaya
Pernikahan yang disambutnya dengan penuh senyuman dan kebahagiaan nyatanya hanya menjadi luka baginya. Yuna tidak pernah menyangka dirinya akan diabaikan sedemikian rupa oleh Aaron dan dicecar dengan kata-kata kejam yang bahkan tidak pernah dia ketahui maknanya. Dia bukanlah ja lang, dia bukan pelacur dan dia bukan wanita murahan. Ingin sekali rasanya Yuna menghantam wajah Aaron dengan kalimat-kalimat itu tapi percuma... Dirinya tak pernah ada kuasa melakukannya dan kini dirinya merealisasikan semua yang suaminya tuduhkan. Yuna sudah menjadi wanita murahan, pelacur, dan ja lang yang sebenarnya walau dengan satu lelaki saja, tapi tetap saja dia melakukan hubungan terlarang dengan gigolonya yang tidak terhubung dengan ikatan apapun
.
.
__ADS_1
.
kritik dan sarannya diharapkan🙏🙏