Gigoloku Suamiku

Gigoloku Suamiku
Perhatian


__ADS_3

Yuna mulai merasakan dirinya tenggelam, paru-parunya mulai penuh terisi dengan air kolam dan tubuhnya terasa perih karena terhantam permukaan air tadi. Perlahan dirinya semakin dalam terjatuh kedasar kolam dan berpikir kalau maut akan segera menjemputnya


Diatas Ivan terdiam menatap kedalam kolam dimana Yuna sudah terjatuh kedasar, jiwanya ingin sekali rasanya menceburkan diri untuk menolong wanita pujaannya itu tapi Ivan harus sadar diri, dia tidak bisa berenang dan phobia pada air banyak. Bukannya menolong dirinya mungkin hanya akan semakin menambah beban saja


"Yuna!" panggilnya dipinggir kolam tanpa bisa berbuat apa-apa. Lalu tiba-tiba tubuhnya tersenggol keras kesamping hingga bobot tubuhnya terjatuh dan


Byuurrr.... Suara keras air saat seseorang menceburkan diri kedalam kolam. Orang itu adalah Aaron yang tanpa babibu langsung bertindak untuk menyelamatkan sang istri, Aaron juga yang dengan sangat sengaja mendorong keras Ivan yang tidak bisa melakukan apapun. Dengan kemampuan bodoh seperti itu Ivan mau menikahi istrinya setelah dia ceraikan! Mimpi saja! Aaron akan memastikan itu tidak akan terjadi


Ivan yang terjatuh hanya bisa mengepalkan tangannya kesal, terlebih pada dirinya sendiri yang benar-benar tidak bisa melakukan apapun. Ivan merasa dirinya benar-benar tidak berguna


Menarik pergelangan tangan Yuna yang sudah setengah sadar, Aaron membawa tubuh sang istri kedalam dekapannya lalu kembali berenang menuju permukaan agar dirinya bisa menghirup udara begitu juga dengan sang istri yang sudah memegang erat pinggiran jasnya


Tangan besarnya memegang erat pinggang Yuna hingga Aaron berhasil membawa Yuna ke permukaan kolam. Aaron menatap pada wajah Yuna yang sudah terpejam


"Yuna, sadarlah!" Aaron menepuk pelan pipi sang istri setelah meraup wajahnya dari air yang mengganggu penglihatannya


"Biar saya tolong!" Ivan mengulurkan tangan untuk membantu mengangkat Yuna kepinggir kolam


"Menyingkir saja kamu bajingan!" teriak Aaron yang membuat Ivan menarik tangannya kembali dan melihat sendiri Aaron yang berusaha menaikkan tubuh ringan Yuna kepinggir kolam masih dengan tetap memeluk istrinya tersebut. Aaron jelas tidak ingin memberi kesempatan Ivan untuk melihat sedikitpun celah indah ditubuh istrinya apalagi saat tubuh Yuna basah


"Sial! Sejak kapan dadanya menjadi lebih berisi seperti ini," batin Aaron menelan ludahnya kasar lalu bergerak cepat melepaskan jasnya dan memasangkannya pada tubuh sang istri. Tidak peduli sekalipun jas itu basah yang penting tidak ada yang sampai melihat tubuh dan belahan dada istrinya yang terlihat begitu menggoda


Bersamaan dengan itu Bima Argantara beserta istrinya keluar saat mendengar keributan di belakang rumah mereka tepat di area kolam renang. Semua yang melihat dibuat terkejut dengan Aaron yang terlihat basah sedang Yuna dalam pelukan pria itu dan Ivan yang hanya berdiri tidak jauh dari sepasang pasangan tersebut


"Tuan Aaron!" panggil Bima mendekati Aaron selaku sebagai tuan rumah dan keadaan seperti ini tidak seharusnya terjadi pada tamu terhormatnya

__ADS_1


"Anda baik-baik saja?" Bima mencoba untuk bertanya


"Apa kau tidak lihat! Istriku baru saja jatuh kedalam kolam! Jangan hanya berdiri disana, cari sesuatu untuk menutupi tubuh Yuna yang basah." perintah Aaron yang langsung membuat Tuan rumah menyuruh pelayannya untuk membawakan handuk. Walau tidak mengerti apa yang terjadi, sebagai tuan rumah yabg baik Bima argantara tetap memenuhi apa yang diminta oleh Aaron, sedang sang istri Risa menatap aneh pada Aaron yang memeluk erat tubuh Yuna


"Apa yang terjadi dengan mereka?" batin Risa bertanya bingung sembari menggendong lembut sang putra satu-satunya


Pelayan datang membawakan selembar handuk putih yang diambil alih oleh Ivan


"Uhuk...uhuk...Ivan..." panggil Yuna dengan suara pelan. Yuna belum sepenuhnya sadar kalau suaminya yang menolong dirinya bukan Ivan. Yuna berpikir Ivan yang sudah menariknya dari air karena secara logika Ivan lah yang lebih dekat posisi dengannya bukan Aaron, dan tidak mungkin juga Aaron akan peduli pada dirinya sekalipun Yuna harus mati


"Yuna! Kamu sudah sadar?" Aaron menatap khawatir pada sang istri sekalipun jelas telinganya menangkap kalau Yuna memanggil nama pria lain begitu dirinya sadar


"Aaron... kenapa kamu?" Yuna bertanya bingung menatap aneh pada Aaron. Apa mungkin Aaron yang menariknya dari air? Orang yang paling mungkin tidak akan menolongnya, setidaknya itulah pemikiran yang ada dalam kepala Yuna


Ivan mendekat dan menyampirkan handuk pada pundak Yuna yang kini telah melepaskan diri dari pelukan Aaron dan duduk didepan suaminya itu


"Dia sama sekali tidak berguna tapi kau berterima kasih padanya. Dia juga yang hampir membuatmu mati, Yuna!" seru Aaron tajam yang menatap tak suka pada Ivan si tak tahu diri menurut Aaron. Pria itu hanya berdiri menatap pada Yuna yang perlahan tenggelam. Andai Aaron tidak bergerak cepat menolong Yuna mungkin istrinya itu sudah kritis sekarang


"Kenapa kamu menjadi begitu marah pada Ivan? Kejadian ini juga bukan salah Ivan!" Yuna menatap pada sang suami tepat dimata dan Degh... Hatinya mendadak berhenti berdetak, mata Aaron adalah mata yang sama dengan mata gigolonya


"Aku tidak marah padanya tapi aku hanya tidak suka sama kelambanannya. Bagaimana keadaanmu?" ujar Aaron seraya menanyakan keadaan Yuna tulus


"Aku baik-baik saja." jawab Yuna seraya bergerak hendak berdiri. Sejujurnya Yuna ingin memastikan keadaan janinnya tapi dia tidak bisa bertindak mencolok dihadapan banyak orang yang mungkin menatapnya dan akan mengetahui kalau dirinya hamil


"Syukurlah kalau begitu," ujar Aaron yang bergerak cepat menarik handuk dipundak istrinya dan digunakannya untuk membaluti depan sang istri dimana belahan dada Yuna jelas terlihat, apalagi saat wanita itu berdiri dan jas basah Aaron jatuh kebawah

__ADS_1


Yuna menatap heran pada sang suami. Sejak kapan Aaron menjadi begitu lembut dan perhatian padanya? Yuna melihat sekeliling dan jawabannya jelas kalau suaminya itu sedang mencari perhatian publik agar Aaron tidak dicap sebagai suami yang buruk. Nyatanya perhatian Aaron hanyalah rekayasa


"Aku akan kembali, dan aku juga perlu mengganti pakaianku sekarang," Yuna mendekat pada Risa yang masih terpana dengan apa yang tersuguhkan didepannya


"Ris, aku pamit ya!" Risa hanya mengangguk dan Yuna melangkah untuk keluar mengabaikan tatapan aneh beberapa tamu yang menatapnya, wanita itu bahkan berjalan tanpa alas kaki yang sudah terjatuh kedalam kolam tanpa sempat diambil lagi tadinya


"Aku akan mengantarmu!" tawar Aaron berjalan mendekati sang istri dalam keadaan dirinya juga basah


"Tidak perlu! Aku bisa pergi sendiri."


"Kalau begitu biar aku saja yang mengantarmu, Yuna!" Ivan yang berlari mendekat ikut menimpali, dirinya jelas tidak ingin kehilangan kesempatan mendekati Yuna


"Tidak perlu, aku ingin sendiri sekarang!" jawab Yuna yang juga menolak tawaran baik Ivan.


"Baiklah! Aku tidak bisa menahanmu." balas Ivan yang membuat Yuna melanjutkan langkahnya kembali


"Tunggu!..."suara Aaron kembali membuat Yuna terhenti dan menatap pada sang suami yang kini menenteng sesuatu ditangannya


.


.


.


Maaf telat up๐Ÿ™

__ADS_1


Mampir juga dikarya temanku



__ADS_2