
Aaron tersentak namun langsung menyahut ujaran sang istri dengan penjelasan
"Waktu kamu sakit aku sangat takut begitu pula saat mendapat surat perpisahan darimu, aku akui diriku sangat bodoh tapi aku tidak ingin kehilangan dirimu. Aku minta maaf Yuna! Aku telah salah mengambil tindakan tapi jujur aku tidak bisa jika harus kehilanganmu," jelas Aaron dengan begitu berharap Yuna akan luluh. Andai Aaron tau seberapa rapuh hati istrinya itu sekarang dikarenakan segala permainan kebohongan dan drama pengabaian yang dia lakukan, mungkin Aaron akan memilih untuk menyembunyikan dirinya ke lubang semut dimana pun itu
Sekarang dia berharap agar Yuna tidak pergi dari sisinya setelah semua sandiwara permainannya tapi Aaron tidak pernah menempatkan dirinya jika saja berada di posisi Yuna. Akankah dirinya memaafkan semudah itu hanya dengan kalimat tidak ingin kehilangan sosoknya? Mimpi saja! Bukan perkara sehari, seminggu ataupun sebulan Yuna merasakan posisi tidak mengenakkan ini tapi dua tahun lebih dirinya diabaikan tanpa tahu dimana letak kesalahannya hingga diperlakukan seperti itu. Hidup tanpa kejelasan, tanpa pemenuhan keperluan entah itu bersifat lahir atau batin, nyatanya Aaron tidak pernah peduli padanya selama ini, dan hal paling menyakitkan adalah Yuna tahu kalau suaminya itu punya selingkuhan dan memperlakukan selingkuhannya itu layaknya ratu disetiap harinya
Dan sekarang apa? Aaron berharap dimaafkan! Andai semudah itu dan Yuna tidaklah terluka sampai dititik ini. Andai Aaron menyadari betapa kejam mulutnya menuduh istrinya dengan kalimat pelacur lalu nyatanya dirinyalah yang menyodorkan diri menjadi pelacur istrinya, menikmati setiap momen yang terlewat dengan sang istri dan tersadar akan faktanya perlahan-lahan tapi sifat pengecutnya menghancurkan segalanya. Berani berbuat tapi Aaron tidak sejantan itu untuk berani bertanggung jawab
"Kumohon, maafkan__"
"Binatang!!" sembur Yuna yang sudah mulai emosi. Aaron tidak pernah merasa berada di posisinya, dimana dia diabaikan, dibenci, dan merasa begitu tidak dibutuhkan. Bukan sekali dua kali pikiran Yuna terlintas untuk mengakhiri hidup tapi dirinya bertahan dengan harapan Aaron akan benar-benar memeluknya suatu hari tapi apa yang didapatnya? Dia ditipu, dibohongi, dan di curangi dengan begitu tidak berperasaan. Apakah kejujuran itu sesulit itu?
"Kamu hanya jujur saat ditempat tidur. Pengecut!" umbar Yuna kembali mendiamkan seorang Aaron
"Maaf, selama ini aku tidak mempunyai keberanian untuk memberitahumu..."
"Apa keberanianmu hanya muncul saat ditempat tidur?" Yuna kembali menunduk menghadap wajah sang suami lalu menggerakkan tangan mengusap wajah Aaron
"Yuna, kumohon beri aku kesempatan untuk memperbaikinya!" Aaron kembali memohon yang menimbulkan senyum diwajah cantik Yuna
"Aku tidak seharusnya larut dalam emosi ini, lagian semuanya akan berakhir malam ini, jadi mari nikmati saja permainannya, Yuna." batin Yuna masih menatap pada wajah memelas Aaron
"Yuna, kumohon!" bukan hanya wajah tapi suara Aaron juga terdengar memelas hingga Yuna yang melihatnya menjadi salah tingkah sendiri. Dalam penampilan kacau seperti itu saja Yuna tidak dapat menampik fakta kalau suaminya luar biasa tampan dan mempesona tapi wajah memelas yang ditampilkan Aaron malah semakin membuat Yuna hampir mimisan. Wajah suaminya terlihat begitu imut dalam ekspresi itu
__ADS_1
"Aaron terlihat sangat imut saat seperti ini, dan aku juga tidak perlu untuk menahan diri lagi" batin Yuna menggambarkan apa yang dilihat dan dirasanya
"Aku mencintaimu, Yuna." akhirnya kalimat yang ditunggu Yuna selama beberapa tahun ini keluar dari bibir Aaron, pria yang menjadi dasar hatinya berlabuh selama ini. Yuna terdiam dengan wajah bingung, dia seakan merasa pendengarannya bermasalah
"Yuna, aku mencintaimu." ulang Aaron yang membuat Yuna membeo "Cinta..." gumamnya pelan yang hanya terlihat dari gerak bibirnya tanpa suara
Keinginan Yuna tercapai, tapi Yuna masih tidak akan mengakui pengakuan sang suami. Bisa saja ini trik yang Aaron lakukan untuk bisa lepas dari jerat tali yang Yuna ikatkan. Pikiran logisnya akan tetap teringat pada kenyataannya, bagaimana mungkin pria yang mengabaikannya, membencinya, dan mengatainya bisa mendadak jatuh cinta padanya. Yuna sadar dirinya memang tidak akan pernah menerima cinta yang benar-benar tulus dari orang lain
"Cepatlah dan lepaskan aku, sayang" Aaron yang sudah tidak dapat menahan diri kembali meminta untuk dilepaskan. Yuna tersenyum, ternyata kalimat cinta Aaron hanyalah omong kosong terbukti dari prediksinya yang berpikir Aaron menggombal seperti itu agar bisa lepas dari ikatannya. Tapi tidak masalah, Yuna merasa dirinya sudah cukup bermain dan mengerjai Aaron, sudah saatnya sekarang dirinya memberi hadiah pada sang suami sebelum ombak besar menghantam perahu yang mereka tumpangi
"Baiklah!" seru Yuna mulai melepas satu-persatu tali di kaki dan tangan Aaron yang menatap pada Yuna dengan tatapan lapar
"Mulai sekarang giliranku," ujar Aaron begitu dirinya lepas sepenuhnya. Menggapai tubuh sang istri dan mengambil alih hak dominannya
Tanpa basa-basi Aaron mulai mencecap manisnya bibir sang istri dengan tangan yang bergerak liar menuju dada dan titik sensitiv Yuna yang lain
"Aachh..." Yuna hanya bisa mende sah sekarang setelah Aaron merangsang setiap titik sensitifnya dan tiba-tiba mata Yuna membulat saat benda tumpul panjang menerobos dirinya, dia tidak menyangka kalau suaminya sudah frustasi sampai setingkat itu hingga tanpa ba bi bu langsung menghujamnya
"Apa kamu sudah puas mengerjaiku?" tanya Aaron dengan gerakannya yang semakin cepat menghujam permukaan lembut sang istri. Yuna tidak lagi dapat menjawab dibawah rangsangan dan serangan itu, dirinya hanya bisa melenguh dan mende sah setiap detiknya
"Gerakannya kasar," batin Yuna saat menyadari Aaron tidak sedikitpun menurunkan tempo serangannya. Tidak masalah jika hanya Yuna sendiri tapi masalahnya ada nyawa lain bersamanya, dan Yuna takut tindakan kasar Aaron bisa membuatnya kehilangan janinnya
"Aa-ron to-long pelan-pelan!" pinta Yuna yang langsung dibungkam dengan ciuman dari Aaron.
__ADS_1
"Ini sudah sangat perlahan," jawab Aaron dengan bisikan ditelinga Yuna
"lebih pelan lagi," sahut Yuna lagi yang mempunyai kekhawatiran lain
"Haruskah aku berhenti?" tanya Aaron yang melepaskan kontak mereka, dan tentu saja itu menghadirkan rasa hampa dan kecewa di diri Yuna yang berhasrat besar. Tetapi Yuna tidak ingin terlihat kalah didepan Aaron hingga dirinya memutuskan untuk bangkit dan beranjak untuk pergi tanpa mau mengucap sepatah kata pun
Aaron yang melihat sikap Yuna terdiam, dia berencana membuat situasi berbalik dimana Yuna memohon padanya seperti dirinya yang memohon pada Yuna namun sepertinya sang istri sama sekali tidak terpengaruh dalam hal ini
"Sial!" desis batin Aaron kesal yang langsung menghentikan Yuna yang hendak turun dari ranjang. Posisi sang istri membelakanginya
"Tu-tunggu Aaron!" pekik Yuna yang merasa Aaron kembali menerobos dirinya dengan posisi belakang tanpa peduli dengan pekikannya menyuruh suaminya itu untuk menunggu
"Haa... Ach... Tidaakk..!" protes Yuna yang sama sekali tidak didengar oleh Aaron. Pria itu terus saja menghantam belahan sutra lembut sang istri dengan kasar. Dia tidak dapat menerima akan Yuna yang tidak peduli padanya, terlihat dari sikap sang istri yang bahkan tidak terpengaruh dengan situasi ini. Kepuasan yang belum tercapai sama sekali tidak digubris oleh Yuna
"Tidakk!" pekik Yuna kembali saat merasakan kecupan basah di punggungnya, dan tentu saja pelakunya adalah Aaron sang suami
"Tenanglah, sayang!"
.
.
.
__ADS_1
Kritik dan sarannya🙏