Gigoloku Suamiku

Gigoloku Suamiku
Semuanya telah terlambat


__ADS_3

"Tidaakk... Aaron!" pekik Yuna mencoba berbalik untuk menghadap sang suami. Yuna harus mencoba cara lembutnya agar bisa menghindari kemungkinan terburuk yang akan membuatnya menyesal seumur hidupnya


Memaksa berbalik lalu memeluk sang suami dengan posesif, hingga tindakannya itu menghentikan gerakan brutal Aaron yang menyerangnya. Pria itu terkejut saat Yuna tiba-tiba berinisiatif memeluknya dan menciumnya lembut


"Kumohon, jangan kasar! Pelan-pelan saja," pinta Yuna dengan suara kecil. Yuna mengerti posisi suaminya sekarang, setelah dikerjainya tadi pastilah Aaron sekarang ingin meledak dengan brutal di dalam dirinya dan itu wajar saja jika memang ini semua harus terjadi


"Sekarang kamu memohon?" ujar Aaron didepan wajah Yuna, tatapannya yang tadinya penuh gairah sekarang menjadi lebih lembut. Yuna mengangguk, biarlah dia mengalah sekarang asal Yuna bisa menjaga anak didalam kandungannya. Dia mengikat dan memprovokasi suaminya tadi, Aaron tidak marah saja sudah lebih baik daripada suaminya itu menggila lalu melakukan hal kasar


"Kau membuatku gila, Yuna!" seru Aaron yang kemudian menarik pinggang sang istri mendekat padanya dan kembali melakukan penyatuan


"Aaron..." panggil Yuna namun terlambat, bibirnya sudah terbungkam dalam ciuman yang menuntut


Aaron terus bergerak untuk mencapai pelepasannya namun gerakannya semakin cepat dan cepat, Aaron mengabaikan permohonan Yuna untuk bersikap lembut


"Aaron, to-long__"


"Kenapa? Kamu bahkan berani mengikat dan memprovokasiku, sayang." Aaron berujar sembari terus menghujam dibawah sana. Yuna yang tidak bisa terima berusaha melepaskan diri, tidak peduli jika pun dia tidak mendapatkan kepuasannya yang penting tindakan ini tidak membunuh anak mereka


"Kamu bergerak terlalu ce-pat! Lepaskan aku, Aaron!" seru Yuna yang mencoba menghentikan Aaron namun Aaron hanya tersenyum sembari menahan pinggang Yuna untuk tidak sedikitpun berpindah dari pangkuannya. Tenaga yang Yuna gunakan untuk mendorong Aaron sama sekali tidak berfungsi, suaminya itu terlalu kuat saat tersadar


"Kamu bisa menerimanya." hanya itu jawaban singkat yang Aaron tuturkan hingga dirinya mencapai puncak dan melebur dalam kenikmatan yang telah diciptakannya


Keduanya mende sah dalam pelepasan panjang mereka, dan jatuh terkulai diatas ranjang. Yuna diam-diam menyentuh perutnya, berharap kegiatan kasar mereka tidak berimbas pada janinnya


Terlepas dari semua kekhawatirannya, Yuna merasakan tubuhnya remuk hingga tidak tersisa sedikitpun kekuatan didirinya. Perlahan Yuna menoleh kesampingnya dimana Aaron juga berbaring disana, mendadak Yuna merasakan wajahnya memerah saat mendapati sang suami malah fokus menatapnya.


Aaron tersenyum lalu detik berikutnya berganti tawa, menertawakan sang istri. Yuna yang tadi wajahnya memerah berubah menjadi bingung dengan sikap aneh yang suaminya tunjukkan. Apa yang sedang Aaron tertawakan?


"Kenapa kamu tertawa?" tanya Yuna penuh kebingungan


"Riasanmu menghilang dan rambutmu acak-acakan." jawab Aaron dengan jujur, padahal sebelumnya Yuna tampil begitu cantik dengan riasan di wajahnya serta pakaian yang hanya menutupi aset berharganya saja

__ADS_1


"Aku hanya ingin membuat perbedaan," kata Yuna sembari menunduk malu. Tangannya perlahan meraih selimut untuk menutupi tubuh polosnya tapi gerakan itu tidak luput dari mata Aaron


Ah, andai mereka sadar betapa santainya mereka sekarang setelah beberapa saat lalu larut dalam emosi masing-masing. Andai mereka saling bicara sebagaimana sekarang mungkin tidak perlu ada kata cerai dalam hubungan rumah tangga keduanya. Tapi semuanya bertindak sebagaimana arahan takdir bukan?


"Yuna," panggil Aaron berharap Yuna mau menatapnya


"Apa!" jawab Yuna mulai judes dan berbalik membelakangi Aaron setelah membaluti diri dengan selimut


"Jangan pernah memakai sesuatu seperti apa yang kamu pakai tadi," ujar Aaron merujuk pada pakaian penutup aset Yuna sebelum ini. Aaron harus akui kalau penampilan Yuna seperti itu sudah cukup membuatnya meledak ingin menyerang istrinya segera


Yuna yang mendengarnya menjadi kesal, dan entah tenaga dari mana Yuna bangkit untuk duduk sembari menatap tajam suaminya itu


"Aku memakainya untukmu!" jawab Yuna cepat untuk mengklarifikasi kenapa dia bisa memakai pakaian seperti itu dan bertindak sebinal itu, tentu saja jawabannya untuk mengerjai suaminya


Aaron menghela nafasnya, dia tidak masalah dengan itu tapi masalahnya ada pada tempat lain


"Aku menghargai itu tapi jika itu untukku__" Aaron mendadak diam tidak melanjutkan lagi kalimatnya. Yuna menatapnya bingung, dia menantikan jawaban lanjutan Aaron namun suaminya malah diam


"Aku lebih suka kamu tidak menggunakan apapun." jawab Aaron akhirnya dengan wajah memerah. Terlihat sudah betapa cabulnya otaknya sekarang


"A-ap-apa kamu mengatakan kamu lebih suka jika aku telanjang, begitu?" tanya Yuna tidak percaya. Suaminya ternyata sudah seakut itu. Aaron menopang kepalanya dengan tangan sembari terus menghadap pada Yuna


"Kenapa kamu harus menutup tubuh indahmu didepanku, suamimu," ujar Aaron yang membuat Yuna menganga menatap tidak percaya pada Aaron. Semudah itu bagi Aaron mengucapkan kalimat yang mungkin sangat dihindarinya dulu. Yuna menunduk sekejap memikirkan jawaban apa yang pantas dijawabnya sekarang


"Ka- kamu juga punya tubuh yang bagus tapi aku tidak suka kamu membuka bajumu sembarangan." akhirnya hanya kalimat itu yang keluar dari bibir Yuna seraya melirik pada tubuh suaminya yang memang terbentuk dengan indah pada tempat yang pas


Aaron bersegera mendudukan diri setelah kalimat Yuna berakhir. Apa yang istrinya ucapkan terdengar lain bagi otaknya yang memang sudah kotor


"Ahh..." keluh Aaron sembari mengusap wajahnya dan menatap pada Yuna yang hanya menampilkan wajah bingungnya


"Apa kamu sedang menggodaku kembali?" tanya Aaron yang jelas sudah kembali panas. Yuna menganga tidak percaya mendengarnya. Bisa jelaskan dimana letak kalimatnya yang menggoda? Yuna tidak mendapati itu dalam kalimatnya tadi, tapi sebuah senyum tipis tercipta di bibirnya. Ini akan menjadi yang terakhir, jadi mengapa dia tidak memberikan sedikit kenikmatan lain pada Aaron sebagai hadiah perpisahan

__ADS_1


Perlahan tangan Yuna terangkat menggapai wajah sang suami lalu menariknya dan sebuah kecupan lembut mendarat di bibir Aaron. Tindakan yang cukup provokatif, bukan?


Kecupan itu terlepas dengan mata Aaron yang membulat, namun sekejap kemudian wajah mesum Aaron menampilkan senyumnya dan mengusap tangan Yuna di pipinya


"Kamu yang mulai duluan, sayang!" seru Aaron sembari kembali menggapai pinggang sang istri dan menyingkirkan selimut yang mengganggu. Yuna hanya tersenyum sembari terus mengusap wajah tampan Aaron


"Lakukan pelan-pelan ya? Jangan kasar!" ujar Yuna yang hanya ditanggapi senyum oleh Aaron. Lalu mengambil alih mengulang percintaan mereka


"Tidak ada jawaban yang lebih jelas dari tindakan, sayang." Aaron menuruti keinginan Yuna sembari melakukannya dengan lembut


"Senang mendengarnya," ucap Yuna lirih "Kamu akan melupakan kalau aku mengikatmu, kan?" lanjut Yuna tiba-tiba. Aaron tersenyum sembari mengusap sayang wajah halus Yuna


"Aku akan pasrah jika kamu ingin mengikatku lagi lain kali." jawab Aaron sembari terus menghujam dibawah sana. Bukankah apa yang sedang terjadi sekarang sangatlah membingungkan? Bagaimana bisa pasangan aneh ini bertindak layaknya tidak pernah terjadi apa-apa sebelum ini antara mereka? Malah sebaliknya, keduanya terlihat sangat manis diatas tempat tidur


Aaron menikmati malamnya dengan tawa bahagia, berpikir semuanya telah selesai dan dirinya akan memulai kehidupan bahagianya dengan Yuna setelah ini. Pria itu tidak sadar kalau kata maaf tidaklah segampang itu untuk didapatkan. Yuna sudah menyiapkan segalanya dan merelakan semuanya, dia sudah memutuskan masa depannya. Yuna yakin dia akan tetap bahagia meski tanpa Aaron disisinya. Semuanya telah terlambat


Tidak akan ada kata lain kali, Yuna akan meninggalkan semuanya. Impiannya, cintanya, dan hatinya akan dia tinggalkan disini


"Senang mendengarmu mengatakan kata cinta padaku tapi semuanya telah terlambat," gumam Yuna lirih sembari menatap sendu pada wajah damai Aaron yang tertidur setelah pertempuran mereka yang kedua kalinya selesai. Yuna beranjak dari ranjang menggapai surat cerai di laci nakasnya lalu membukanya dan benar saja, tanda tangannya sudah terbubuhi disana


Semuanya sudah terlambat untuk memulainya kembali


.


.


.


Kritik dan sarannya🙏


Saya mau sembunyi dulu sebelum dihajar pembaca bikin mereka pisah wkwk😂🤭

__ADS_1


__ADS_2