
Minnie memenuhi perintah Yuna untuk keluar dari kamar nyonya-nya itu meninggalkan sepasang suami istri dengan rahasia terbentang dihadapan mereka. Yuna sengaja menyuruh Minnie untuk meninggalkannya dengan sang suami, karena Yuna ingin mendengar kejujuran keluar dari mulut sang suami
"Bagaimana kabarmu?" tanya Aaron yang hanya sebatas basa-basi
"Seperti yang kamu lihat, aku sedang tidak enak badan." jawab Yuna pelan walau itu juga hanya sekedar jawaban singkat yang diberikannya
"Apa sakitmu serius?" Aaron mendekat ingin memeriksa suhu tubuh Yuna dengan cara meletakkan tangan didahi sang istri
"Apa itu penting untukmu?" balas Yuna cepat setelah pertanyaan Aaron. Sungguh Yuna muak dengan perhatian palsu yang Aaron perlihatkan. Memangnya seberapa jauh lagi pria itu ingin mengolok-oloknya dengan tetap menipunya seperti sekarang
"Itu penting!" jawab Aaron menohok Yuna yang termangu beberapa detik sebelum wanita itu beranjak menguatkan diri untuk duduk tegak menghadap sang suami bajingannya
"Ah... Bukankah keuntungan besar jika aku tiba-tiba sakit dan mati. Kamu jadi tidak perlu menunggu papa untuk meninggal dulu demi menceraikanku, kamu akan otomatis berpisah denganku dan melanjutkan rencana indahmu dengan kekasihmu." Yuna tersenyum sinis menatap pada sang suami walau kepalanya kini terasa sangat berat, dirinya merasakan tubuhnya benar-benar tidak kuat untuk duduk seperti ini
"Tidak! Bukan seperti itu, kamu jangan berbicara seperti itu," ujar Aaron lembut mendekat pada Yuna dan mendudukkan diri di ujung ranjang yang ditempati sang istri
Yuna kembali tercekat dengan jawaban lembut itu. Tidak... Bukan ini yang diinginkannya! Kenapa Aaron harus tetap mempertahan aktingnya sampai seperti ini? Yuna jelas tidak ingin terjatuh dan terjatuh lagi pada tempat yang sama. Karena tidak bisa menerima keadaan, Yuna menarik bantalnya dan entah dapat kekuatan dari mana, bantal itu dilemparnya kearah Aaron kuat
"Pergi! Menjauh dariku... Dalam hal apapun aku tidaklah penting bagimu jadi berhenti mengolok-olokku! Tenang saja, aku akan segera menandatangani surat cerainya, jadi tidak perlu berakting menjijikan seperti itu dihadapanku! Lagian aku sudah lelah dengan semua ini, perceraian adalah jalan terbaik untuk kita berdua." Yuna kembali membaringkan diri saat dirasa tubuhnya tidak lagi mampu untuk sekedar duduk, lalu menutup diri dengan selimut dan menangis. Sungguh dirinya tidak ingin mengucapkan kalimat itu tapi Yuna sudah lelah, benar-benar lelah!
Melihat pada Yuna yang sudah membalut diri dengan selimut, Aaron menghelakan nafasnya lesu dan tidak ingin banyak berdebat lagi, pria itu memutuskan keluar dari kamar sang istri.
"Aku keluar dulu," ujarnya lalu melangkah keluar. Saat ini Aaron harus bisa berpikir tenang, dirinya tidak bisa berdebat dengan sang istri apalagi dalam keadaan Yuna yang sedang sakit seperti itu
__ADS_1
"Aku tidak ingin bercerai" gumam Aaron sembari menapaki langkah menuruni tangga kelantai satu dan menghela nafas lesu
Turun ke lantai satu, Aaron kembali bertemu dengan Minnie yang menunduk tidak berani menatapnya
"Minnie..." panggil Aaron yang dengan cepat disahuti oleh Minnie
"Iya Tuan!"
"Aku akan menyuruh Jimmy untuk menyiapkan bahan-bahan makanan yang sehat ke Mansion, jadi tolong sajikan makanan yang bergizi untuk Yuna agar dia bisa lekas sembuh,"
"Baik Tuan." Minnie tanpa membantah langsung menyetujui perintah Aaron. Oh dia baru saja bikin masalah dengan terang-terangan mengkritik tuan penguasa itu tadi dan sekarang Minnie harus bersyukur Aaron tidak langsung mengeluarkan titah mengerikannya untuk memecatnya
๐๐๐
Aaron mondar-mandir didalam salah satu kamar yang digunakannya untuk tinggal malam ini. Dirinya baru saja menghubungi Jimmy untuk menyiapkan bahan makanan sehat ke mansion yang otomatis jadi kerjaan tambahan buat asisten malang itu yang waktunya sudah tersita dengan segunung pekerjaan yang ditinggalkan Tuannya. Wajar saja jika Jimmy sampai mengeluh dan mengumpati Tuannya bukan?
"Yuna tiba-tiba marah tanpa alasan, tapi ini juga salahku seperti yang Minnie katakan... Aku benar-benar tidak peka dan pikiranku benar-benar berantakan sekarang," keluh Aaron pada dirinya sendiri yang tidak becus
Terbayang oleh Aaron Yuna yang demam tinggi, menggigil dan batuk parah. Keadaan seperti itu jika dibiarkan akan menjadi Pneumonie(radang paru-paru). Aaron tahu kalau Yuna sudah ditangani oleh dokter akan tetapi keadaan sang istri tidaklah menjadi lebih baik, dan Aaron teringat pada perkataan Minnie yang mengatakan kalau Yuna tidak mau pergi kerumah sakit dan istrinya itu tetap bersikeras di mansion menahan sakitnya, entah apa yang menjadi alasan Yuna menolak kerumah sakit
Ooh Aaron andai kau tahu bagaimana hancurnya seorang Yuna dimasa lalu, kamu tidak akan mempertanyakan pertanyaan bodoh itu. Kesepian dan kesendirian menjadi teman dan melodi Yuna menghabiskan malam dan harinya. Istrimu tidak punya harapan dan tujuan apapun sekarang setelah Tujuan dan harapannya yang adalah dirimu malah membuatnya jatuh semakin dalam pada luka yang menganga. Rumah sakit hanya akan membuat istrimu semakin yakin untuk mengakhiri semuanya, andai kau tahu lukanya
Menjelang tengah malam Aaron masuk kembali kedalam kamar sang istri secara diam-diam dan dilihatnya Minnie yang dengan setia menjaga istrinya itu. Betapa bersyukurnya Yuna mendapatkan pelayan setia seperti Minnie. Namun seberapapun pelan-pelannya Aaron bergerak tetap saja menimbulkan suara bising yang membuat Minnie segera mengalihkan tatapannya pada pintu
__ADS_1
"Siapa disana?" tanya Minnie khawatir takut-takut ada pencuri yang masuk. Itu wajar karena mansion yang sudah lama tidak ada penjagaan dari pengawal membuat kediaman mewah ini mungkin saja dimasuki maling. Tidak mungkin kan pak Anto dan Minnie bisa melawan andai kata pencuri benar-benar mendatangi mansion tersebut
"Diamlah!" Aaron memperlihatkan wujudnya tanpa lagi bergerak sembunyi-sembunyi dan masuk kedalam kamar sang istri dengan leluasa
"Tuan!" seru Minnie sedikit bersyukur ketakutannya akan pencuri tidak menjadi kenyataan
"Kamu sudah menjaganya seharian. Sekarang pergilah untuk istirahat, biar aku yang ganti menjaganya."
"Tidak bisa tuan, takutnya ini menular... Nyonya bahkan sudah batuk-batuk semalaman dan saya juga sudah dua kali mengganti selimutnya. Kondisi Nyonya tidak menentu, terkadang panas dan terkadang dingin. Sekarang saya sudah melepas selimutnya karena panas tapi nanti Nyonya akan kedinginan kembali," jelas Minnie menatap teduh pada sang Nyonya yang kembali batuk-batuk
"Aku bisa mengurusnya," jawab Aaron dengan yakin
"Nyonya selalu terlihat menangis tersedu-sedu dari tadi, dan baru tenang saat dia terlelap tidur. Tuan__"
"Tidak perlu kamu katakan, aku tahu! Kupikir apa yang kamu katakan benar, Yuna sakit itu karena kesalahanku..." ujar Aaron menatap dengan penuh rasa bersalah pada sang istri. Dia sudah mengintrospeksi dirinya sejak tadi dan Aaron mengakui, semua yang menimpa Yuna memang berawal dari kesalahannya dan sekarang adalah waktu baginya untuk memperbaiki semuanya termasuk memperbaiki ikatan dengan papanya yang juga renggang karena kesalahannya sendiri
.
.
.
Mampir juga di karya temanku๐๐ผ
__ADS_1