
Yuna menatap pakaian yang sudah Minnie siapkan tergantung terpisah di pinggir lemari. Pakaian yang cukup sopan terlihat dari jahitannya yang menyerupai mantel dan berlengan panjang serta warnanya yang sangat cocok untuk menyambut anak laki-laki, warna hijau daun yang cukup menyehatkan mata bagi yang memandang serta cukup kontras dengan warna kulitnya Yuna, tapi tetap saja belahan dadanya rendah hingga pakaian itu terlihat elegan sekaligus sexy pada tubuh yang tepat
"Kenapa dia tidak jadi penata busana saja? Minnie pandai memadukan pakaian yang cocok dipakai," komentar Yuna pada pakaian pilihan Minnie lalu mulai membaluti diri dengan pakaian sederhana namun elegan tersebut
"Terlihat bagus!" komentarnya pada bayangannya dicermin setelah memakai pakaiannya tersebut lalu tangan gesit Yuna bergerak cepat mengatur tatanan rambutnya, membuat sanggul kecil dengan anak kecil rambut menjuntai di kiri kanannya, dan dengan sedikit polesan make up natural, Yuna sudah menjelma menjadi orang lain yang terlihat begitu cantik
Minnie yang menatap nyonya-nya saat turun juga dibuat terkesima. Nyonya-nya memang memiliki anugrah kecantikan yang memang sudah terpancar, hanya saja dengan bantuan penunjang seperti make up, pakaian dan aksesoris membuat wanita itu sepuluh kali lebih cantik
"Nyonya, Anda benar-benar cantik," celetuk Minnie masih saja terpana. Andai dia tidak melihat sendiri bagaimana rumah tangga majikannya, mustahil bagi Minnie untuk percaya kalau Aaron mensia-siakan seorang wanita sekomplit Yuna
"Aku tahu! Kamu sudah berulang kali mengatakan hal itu," timpal Yuna menanggapi dengan nada candaan
"Tapi saya berkata jujur, Nyonya"
"Iya... Iya, aku percaya! Ya sudah ya! Aku berangkat sekarang, taksiku sudah menunggu di depan." Yuna bergegas kedepan mansion dimana sebuah taksi sudah terparkir menunggu. Yuna masuk kedalamnya dan pergi sembari terus melambai pada Minnie yang masih tetap setia menatap kepergian Nyonya-nya. Minnie menunduk dalam rasa bersalah setelah mobil yang ditumpangi Yuna menghilang dibalik gerbang mansion
Selang beberapa saat sebuah mobil mewah memasuki pekarangan mansion dan berhenti tepat dihadapan Minnie yang masih berdiri di luar dengan pikiran bersalah pada Nyonya-nya
Wajah Minnie berkerut bingung dengan mobil itu hingga sang pengendara dibaliknya menurunkan kaca mobil dan menatap Minnie datar
"Tuan! Kenapa Anda kesini?" pertanyaan bodoh itu keluar begitu saja dari bibir Minnie. Dia lupa kalau pria yang ditanyainya adalah pemilik asli dari mansion ini
"Dimana Yuna?" bukannya menjawab, sang Tuan malah bertanya balik mempertanyakan keberadaan sang istri
"Nyonya baru saja berangkat..." jawab Minnie bingung dengan tangan yang bergerak menunjuk kearah gerbang dimana Yuna baru saja pergi berselang sedikit dengan kedatangan Aaron
"Sial!!" desis Aaron tampak kesal lalu menggerakkan kemudi untuk kembali mengemudi meninggalkan Minnie dengan sejuta kebingungannya.
Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Minnie mencoba mengabaikan walau itu sulit untuk menghilang dari kepala kecilnya. Sepasang majikannya memang luar biasa membingungkan bukan?
Minnie kembali melangkah masuk kedalam mansion saat suara ponselnya memekik dalam deringan
__ADS_1
"Iya," sapa Minnie pada si penelpon yang tidak diketahui nomor siapa
"Bagaimana? Kau sudah melakukan apa yang ku minta!" terdengar suara diseberang yang berucap dengan nada angkuh dan mengancam
"Sudah Nyonya! Saya sudah meletakkan kamera itu didalam kamarnya Nyonya Yuna..." jawab Minnie terkesan santai
"Bagus! Kau akan segera mendapatkan bayaranmu"
"Terima kasih, Nyonya." sambungan terputus dan Minnie hanya tersenyum tipis menatap ponselnya, dimana dirinya baru saja menyanggupi perintah orang ditelpon untuk melakukan hal buruk yang akan mempermalukan Yuna. Minnie bahkan sudah menyiapkan kamera kecil yang akan merekam kegiatan Yuna selama didalam kamar, kamera yang sudah diselipkannya diantara kuntum mawar yang kemarin dipetiknya
Menghelakan nafasnya kasar lalu Minnie kembali melangkah untuk melakukan pekerjaannya yang masih banyak didalam mansion
๐๐๐
Aaron mengumpat kasar saat dia terlambat selangkah menjemput Yuna di mansion. Dirinya bahkan sampai harus mengusir Jimmy untuk pergi sendiri ke acara dan dirinya memilih menyetir sendiri mobilnya hanya agar bisa menjadi alasan dirinya bisa lebih akrab dengan sang istri
Wajah yang semula senang karena berpikir akan menghadiri acara keluarga Argantara dengan Yuna harus berubah suram karena dirinya terlambat. Aaron tidak akan peduli jika Yuna akan menolak ikut pergi bersamanya karena dia cukup menggunakan sisi dominannya saja tapi sayang, dirinya terlambat mencapai waktu hingga Yuna sudah lebih dulu pergi
Aaron memukul stir mobilnya keras hingga suara klakson menggema, kekesalannya hanya mampu dilampiaskannya dengan cara kekanakan seperti ini
๐๐๐
Taksi yang membawa Yuna berhenti tepat dihadapan gerbang rumah keluarga Argantara yang terlihat mulai ramai dipenuhi tamu. Yuna turun setelah membayar biaya taksi dan melangkah masuk. Beberapa orang yang melihatnya tampak terpana pada Yuna, namun Yuna tidak menyadari itu hingga terus saja berjalan mencari tuan rumah
"Selamat siang, Nyonya!" sapa Jimmy yang sudah berada disana menunggu kedatangan Tuan-nya yang tadinya menyurunya untuk pergi duluan karena akan menjemput sang istri, tapi melihat kehadiran Yuna dengan taksi sudah cukup untuk menjawab Jimmy kalau rencana tuannya gatot alias gagal total
Yuna hanya sedikit mengangguk menanggapi lalu melanjutkan langkah menuju ruangan dimana bayi kecil keluarga Argantara di pamerkan
"Dia benar-benar cantik!" pujian penuh pesona itu terdengar disamping Jimmy yang juga harus mengakui, Nyonya-nya memang jauh terlihat lebih cantik dari terakhir kalinya
Jimmy yang penasaran pada si pemuji langsung menatapnya dan mendadak matanya membulat tidak suka pada si pemuji
__ADS_1
"Itu pendapat yang berbahaya, Tuan!" komentar Jimmy pada si pemuji yang kini menatapnya bingung. Perasaan dirinya tidak mengenali Jimmy
"Maaf! Dimana letak bahayanya ya? Bukankah memang benar kecantikannya jauh lebih meningkat sekarang ini?" si pemuji bertanya menantang
"Yuna pasti menjadi lebih cantik karena suasana hatinya yang membaik. Apa ini karena dirinya akan bercerai dengan Aaron?" batin si pemuji yang tak lain dan tak bukan adalah Ivan Bonnie, pria yang akan selalu menjadikan Yuna wanita pujaannya
"Dia sudah punya suami, Tuan!" Jimmy greget ingin sekali membungkam mulut Ivan sekarang
"Tapi kudengar mereka akan segera bercerai! Apa itu benar?" Ivan kembali memancing sedang Jimmy hanya mampu diam dengan hati dongkol pada Ivan. Dia tidak bisa sembarangan menjawab sekarang entah memang benar Tuan-nya akan menceraikan Yuna atau tidak
"Itu bukan urusan Anda," timpal Jimmy malas meladeni. Ivan tertawa dan mulai teringat pada sosok Jimmy yang pernah dilihatnya disamping Aaron saat pesta dulu, dia bisa menebak kalau pria itu sekretaris atau mungkin asisten pribadi Tuan penguasa itu
"Saya yakin akan banyak yang mengantri untuk melamarnya jika memang suaminya akan menceraikannya. Dia cantik dan juga menarik, dia tidak kekurangan apapun! Kira-kira berapa banyak yang dibutuhkan untuk melamar wanita luar biasa ini? Kamu punya gambarannya?" Ivan semakin sengaja ingin memanaskan pria didepannya ini, dan sepertinya kesengajaannya membawa kemajuan. Si asisten atau apalah itu tampak menahan marah dengan wajah yang memerah
"Kau tidak punya hak untuk membayangkan apapun! Karena sampai kapanpun kamu tidak akan berada dititik yang sama seperti yang Tuan-ku gapai, dan tentu saja kau tidak akan bisa menghitung jumlah berapa besar yang harus kau keluarkan untuk menikahi Nyonya-ku dan satu lagi, jangan terlalu bermimpi!" nada suara Jimmy mulai terdengar menggeram dan kalimat menohok diakhirnya. Jangan bermimpi! Kalimat ini cukup menghantam ego Ivan yang masih mengharapkan seorang Yuna
"Hah..!" Ivan tertawa sembari menatap tajam pada Jimmy "Kita lihat saja nanti," ujar Ivan penuh kepercayaan diri bersamaan dengan Jimmy yang memanggil Tuan-nya yang kini tepat berada dibelakang tubuh Ivan
"Tuan Aaron!"
.
.
.
Wow, hari ini saya terkejut saat melihat hasil Vote novel ini sampe 13 biji, saya sangat berterima kasih untuk itu. Terima kasih untuk yang sudah Vote serta yang kasih gift mawar atau kopi, tapi sebenarnya yang saya suka komentar sih haha๐๐
Maruk nih Author๐ Maafkan๐ Ini hanya uneg-uneg diakhir kalimat dan Terima kasih pada kalian semua pembacaku๐๐
Kritik dan saran diharapkan๐
__ADS_1