Gigoloku Suamiku

Gigoloku Suamiku
Memohonlah


__ADS_3

"Disini... Apa rasanya nikmat jika aku menggeseknya seperti ini?" tanya Yuna seiring dengan gerakannya yang semakin binal dibawah sana. Aaron yang sudah tidak bisa berpikir jernih langsung menggerakkan kepalanya mengangguk, dia benar-benar kehilangan akalnya dalam siksaan ini


"Benarkah?" Yuna semakin sengaja bertanya mencoba untuk merendahkan harga diri Aaron yang setinggi langit. Jangan salahkan dia melakukan hal gila ini pada suaminya karena Yuna sudah pernah memberi kesempatan untuk Aaron agar bisa berkata jujur, tapi nyatanya sampai akhir suaminya memilih jalan menjadi pengecut dan berlindung dibalik topeng yang sudah duluan Yuna buka kedoknya


"Ugh..." Aaron kembali mengangguk frustasi


"Hahaha..." tawa Yuna pecah melihat reaksi suaminya itu. Dia telah berhasil mengerjai pria arogan seperti Aaron


"Melihat dirimu, aku tidak menyangka kamu akan mengangguk demi harga dirimu yang setinggi langit itu," ujar Yuna yang kemudian menunduk diatas tubuh Aaron dan mulai mengecup setiap titik sensitiv suaminya itu yang hanya bisa melenguh dan menggeliat geli. Yuna merasa begitu senang dan puas dengan fakta kalau dirinya kini berada diatas suaminya, dengan kata lain dialah yang memimpin permainan


Gerakan Yuna turun kebawah dimana rudal sang suami bersemanyam. Membuka kandangnya dan menyembullah rudal itu keluar, memang terlihat menakjubkan dengan ukurannya hingga membuat Yuna sedikit tersentak untuk sesaat


Yuna tersenyum dan menatap pada wajah Aaron yang memerah malu sembari membuang wajahnya kesamping. Aaron pantas merasa malu dilihat sedang begitu bergairah oleh sang istri saat permainan belum apa-apa


"Haruskah aku memainkannya?" tanya Yuna menyentuhnya perlahan yang tentu saja tidak ada jawaban dari Aaron yang mulutnya tertutup.


Melihat Aaron yang malu menatapnya, Yuna tidak melakukan apa yang tadi ditawarkannya. Dia hanya bermain-main dengan tangannya tapi tindakan Yuna itu sudah cukup sebagai percikan api yang membuat panas membara pada diri Aaron


"Aaron, apa kamu ingin aku memasukkannya?" pertanyaan penuh provokasi terus saja Yuna tuturkan sembari kembali merangkak diatas tubuh suaminya dengan inti tubuh mereka yang bertemu disatu titik namun bedanya pusaka Aaron sudah lepas kandangnya


"Kamu tidak mau menjawabnya?" kata Yuna lagi sembari menyentuh wajah Aaron untuk menghadapnya.


Mata Aaron menajam menatap wajah sang istri lalu sebuah senyum tampak tersungging dibibirnya yang tersemat kain. Yuna telah salah mengambil tindakan, nyatanya Aaron tidak akan sebodoh itu dan tidak akan segampang itu menyerah


Aaron mengendalikan jagoannya dengan begitu baik merangsang titik paling sensitif sang istri yang membuat Yuna tercekat dengan tindakan itu. Yuna tidak pernah terpikir hal itu mampu dilakukan suaminya

__ADS_1


"Haaa... Sial!" desis Yuna yang merasa bergetar walau sudah mencoba tenang. Sepertinya dia salah langkah di metode ini lalu memutuskan melakukan rencananya yang lain


"Ternyata dirimu sangat pandai, gigoloku," ujar Yuna yang tersenyum kendati getaran rangsangan itu masih ada. Yuna melepas kain dimulut Aaron hingga Aaron merasa lebih lega setelah benda itu terlepas


"Haa... Yuna, sekarang lepa...ugh.." baru saja Aaron bisa bersuara dengan lebih nyaman tapi harus kembali tertahan saat sang istri sudah bermain dengan rudalnya, melakukan tindakan yang dulu gagal diapresiasikannya. Gerakan Yuna begitu lihai dan semakin membuat Aaron sulit mengendalikan diri untuk tidak mende sah


"Ahh..." akhirnya desa han maskulin itu berkumandang setelah sekian lama mereka berhubungan dalam permainan peran


"Aku akan membuatmu jujur, suamiku!" batin Yuna tersenyum dengan reaksi yang ditimbulkan suaminya itu


Dua tahun yang lalu saat Aaron mengabaikannya sedang Yuna memiliki hasrat yang besar membuat wanita itu terpaksa bermain dengan berbagai alat aneh untuk melepaskan hasratnya yang tersembunyi, tapi tetap saja rasanya berbeda dengan aslinya


Yuna terus saja melakukan tindakan binalnya hingga dirinya dapat melihat bagaimana ekspressi sang suami sekarang, dan Yuna seakan dapat membaca pikiran apa yang sedang terbayang di dalam otak Aaron, begitu juga dengan hasratnya yang juga terus naik dari setiap tindakan binalnya


Yuna ingin melakukan hal yang sama seperti dulu sebelum semua ini terbongkar, tapi tidak ada satupun dari keduanya yang punya niat untuk berterus terang terlebih Aaron yang selalu berlindung dibalik sifat pengecutnya. Yuna ingin melihat Aaron mengalami kegelisahan yang sama seperti apa yang dirasanya


"Ah...ahh..." Yuna semakin sengaja mende sah dengan permainan tangannya sendiri didepan Aaron


"Melihatmu sekarang sangatlah menyedihkan. Kamu bahkan tidak bisa menyentuhku" ujar Yuna penuh dengan rasa percaya dirinya


"Sialan!" teriak Aaron semakin kesal dengan Yuna yang sekarang dengan sengaja memainkan dadanya sendiri. Aaron menarik keras tangannya agar bisa lepas dari ikatan tapi itu sama sekali tidak membantu. Yuna tertawa sembari terus melakukan tindakan provokasi didepan suaminya. Aaron kini bagai seorang yang kelaparan dengan makanan lezat didepan mata namun dia tidak punya kuasa untuk sekedar mencecap rasa makanan itu. Tubuhnya terikat dengan begitu baik


"Lepaskan aku Yuna dan biarkan aku yang memuaskanmu," kalimat itu akhirnya keluar juga. Pada akhirnya Aaron juga tidak dapat menahan dirinya lagi. Melihat tindakan binal Yuna yang semakin menggila hanya membuatnya semakin frustasi tidak bisa menyentuh istrinya itu


"Ahh... yang ingin aku dengar bukan itu." Yuna tersenyum sembari semakin gencar memamerkan tubuh polosnya didepan Aaron. Andai Aaron sedikit peka dia akan bisa melihat perbedaan di tubuh sang istri, perut Yuna yang sebelumnya rata sudah mulai membuncit walau tidak begitu kentara. Usia kandungannya sudah memasuki bulan kedua

__ADS_1


"Yuna, biarkan aku yang melakukannya, lepaskan ikatanku" pekik Aaron begitu geram dengan tingkah sang istri


"Memohonlah!" ujar Yuna semakin menginjak-injak harga diri seorang Aaron yang tersentak dan terdiam beberapa saat sebelum mengeraskan diri untuk melakukan apa yang istrinya inginkan


"Yuna, aku mohon... Biarkan aku melakukannya" pinta Aaron akhirnya


"Masih kurang, memohonlah lagi!"


"Aku bisa melakukan hal yang lebih baik daripada dirimu sendiri Yuna! Jadi, lepaskan aku! Kumohon..." Aaron benar-benar jatuh harga dirinya sekarang. Dengan wajah merah menahan malu pria sepertinya memohon pada istrinya sekarang


"Kamu harus memohon dengan lebih tulus lagi," ujar Yuna lagi membuat Aaron semakin mengikis sedikit harga diri yang tersisa


"Maaf, aku melakukan kesalahan! Aku pantas mendapat semua ini. Aku egois, hanya memikirkan diriku sendiri tapi sekarang aku berubah pikiran setelah tidur denganmu, aku tidak sanggup membayangkan kamu tidur dengan pria lain," akhirnya Aaron mengeluarkan seluruh isi pikirannya selama ini


"Karena itulah aku sampai menyamar seperti ini. Aku tidak sanggup akan bayangan kamu dengan pria lain!" lanjut Aaron yang bahkan tidak berani menatap mata istrinya sekarang


"Omong kosong!" desis Yuna tajam yang tidak percaya sedikitpun akan penjelasan Aaron


.


.


.


Kritik dan sarannya teman-teman🙏

__ADS_1


Banyak yang komen kecewa dengan alurnya( harusnya Aaron gentle dan berani) tapi memang ini alur awal yang sudah saya rancang. Maaf jika tidak sesuai ekspentasi kalian🙏


__ADS_2