
"Nona Helena..." sapa Jimmy mencoba ramah walau nyatanya dia merasa muak pada wanita itu yang kerjanya mengganggu terus-menerus
Mengabaikan sapaan Jimmy, dan juga melewati asisten itu menuju pada Aaron yang terus memijat kening dan pelipisnya. Dia sedang pening dengan seluruh masalahnya sedang kini Helena datang hanya untuk menambah masalah dan beban pikirannya
"Sayang..." Helena langsung bergelayut manja pada lengan Aaron dengan penuh rasa percaya diri. Sedang Aaron yang sedang malas untuk diganggu menghempaskan wanita itu muak
"Menjauh dariku! Ada apa kamu datang kemari?" Aaron bertanya setelah menyingkirkan Helena dari lengannya. Walau Aaron jelas sudah tahu apa tujuan Helena datang ke kantornya, yaitu mengganggunya
"Jangan galak-galak dong sayang. Aku kemari ingin menunjukkan sesuatu padamu," ujar Helena dengan senyum cerahnya. Penolakan Aaron sama sekali tidak mempan padanya saat mengingat hasil akhir yang akan didapatnya. Aaron akan segera kembali ke pelukannya
Jimmy yang mendengar kata sayang keluar dari mulut Helena kepada tuannya membuang wajahnya kesamping lalu mengapresiasikan ekspresinya seperti orang muntah. Sungguh menjijikan! Pikirnya. Jimmy juga tidak akan terlalu memandang rendah Helena andai tidak melihat sendiri kelakuan wanita itu saat Aaron menyuruhnya untuk menyelidiki kekasih tuannya itu
"Sesuatu! Apa itu?" Helena mendapat perhatian Aaron sekarang saat pria itu menghentikan pijitan di keningnya dan menatap pada Helena
"Kamu pasti akan terkejut!" timpal Helena dengan senangnya. Aaron hanya menaikkan sebelah alisnya menatap pada Helena yang mulai merogoh tas kecil yang dibawa wanita itu dan mengeluarkan Ponselnya
Sebuah senyum kecil tersungging di bibir Aaron tanpa Helena sadari, begitu pula dengan Jimmy yang penasaran akan apa yang ingin ditunjukkan Helena pada Tuan-nya
"Kau pernah menyebutku sebagai wanita murahan, lalu apa kau tahu seberapa murahannya istrimu yang sekarang?" ujar Helena menatap pada Aaron antusias. Ingin melihat bagaimana ekspresi yang akan ditunjukkan kekasihnya itu
"Oh ya! Darimana kau tahu itu?" Aaron bertanya dengan nada penasaran yang dibuat-buat
"Aku punya video saat dia melakukan hubungan badan dengan pria lain, dan kamu tahu dimana dia melakukan hal kotor itu? Di mansion keluarga besarmu, sayang! Mansion Nelson! Istrimu benar-benar ja lang yang menjijikan," kata Helena begitu puas setelah mengatakannya seakan dirinya baru saja mendapatkan penghargaan besar dari mengatakan aib seseorang.
Ooh Helena! Jika ada yang bisa mengingatkanmu saat ini untuk segera berlari dari tempatmu. Kau menjelekkan istri seseorang didepan suaminya langsung dan akan sangat menyedihkan saat kau harus menanggung malu setelah tahu kebenarannya
Run Helena! Run!... Hanya itu yang bisa dikatakan saat tangan Aaron terkepal erat mendengar istrinya dikatai seperti itu. Andai dia tidak ingat untuk melihat lebih jauh jalannya permainan Helena, sudah Aaron hantam wanita itu sekarang juga beserta mulut menjijikannya
__ADS_1
Ooh Aaron! Kamu lupa? Kalau kamu jauhlah lebih menjijikan dari wanita didepanmu sekarang. Kamu pernah mengatai istrimu dengan kata yang lebih kasar dari itu, mengabaikannya, menyelingkuhinya dan sekarang apa? Kau merasa lebih baik dari seorang Helena? Andai Yuna melihat bagaimana kalian berdua sekarang, mungkin dia akan bertepuk tangan dengan betapa cocoknya pasangan brengsek seperti kalian
Helena menyerahkan ponselnya pada Aaron, menunjukan video yang sudah disalinnya kedalam ponselnya itu. Jimmy mendekat, merasa penasaran juga pada video itu yang sudah dia ketahui kalau itu pastilah video perselingkuhan tuan dan nyonya-nya. Karena kalau bukan, pastilah wajah Aaron tidak akan terlihat sesantai itu menanggapinya. Helena sedang masuk perangkap
Aaron memutar video rekaman dimana terlihat dirinya yang memakai topeng beserta Yuna yang juga mengenakan topeng berada didalam kamar. Terlihat Yuna dengan pakaian minimnya berlenggok dengan menggoda menawarkan segelas minuman padanya yang tanpa banyak bertingkah langsung diminumnya sampai tandas.
Aaron tersenyum mengingat saat itu, dirinya saat itu benar-benar tidak dapat menahan diri lagi hingga langsung membabi buta setelahnya, menciumi sang istri tanpa ditahan-tahan dan saat tangannya bergerak membuka pakaian Yuna. Klip... Aaron menghentikan laju video dan menatap pada Jimmy yang juga ikut menonton dibelakangnya
"Bisa tolong menyingkir! Tubuh istriku tidak untuk dipamerkan pada mata laki-laki lain," ujar Aaron pada Jimmy yang mendapat helaan nafas lesu dari asisten tersebut. Setidaknya biarlah dia lihat sedikit lagi. Helena mengerutkan keningnya bingung mendengar ujaran Aaron serta ekspresi santai yang ditunjukkan pria itu. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Aaron sama sekali tidak terlihat marah? Itu istrinya sedang menikmati malam dengan laki-laki lain loh! Tidak dapat dipercaya, Aaron bahkan terlihat sangat menikmati tontonannya
Aaron larut dalam adegan demi adegan yang terjadi dan dia harus mengakui penempatan kameranya sangatlah bagus
"Aaron.." panggil Helena saat Aaron bukan terlihat marah ataupun kesal, malah sebaliknya. Pria itu terlihat santai dan biasa saja
"Ternyata Minnie melakukan tugasnya dengan baik!" ujar Aaron tanpa mengalihkan matanya dari layar ponsel Helena
Degh... Jantung Helena seakan berhenti mendengar itu. Kenapa Aaron bisa tahu kalau dia menyuruh salah satu pelayan dimansion Nelson untuk melakukannya
"Karena hanya dia satu-satunya pelayan yang bebas keluar masuk kamarnya istriku!" jawab Aaron yang membuat Helena mangguk-mangguk mengerti. Dia tidak pernah tahu ada berapa pelayan di mansion itu. Helena hanya sembarang saja memilih seorang pelayan yang keluar dari gerbang mansion Nelson saat itu yang kebetulan adalah Minnie yang sedang keluar untuk belanja lalu menawarkan pekerjaan itu dengan imbalan bayaran yang besar
"Lalu kenapa wajahmu terlihat begitu santai melihat video ini padahal jelas-jelas disana istrimu sedang selingkuh dan tidur dengan laki-laki lain?"
Aaron tertawa keras dengan pertanyaan itu. Ternyata apa yang pernah diprediksinya kini benar-benar terjadi. Helena ternyata semudah itu masuk perangkapnya
"Kau benar-benar tidak tahu siapa pria di rekaman itu?" tanya Aaron memancing, Helena menggeleng dengan wajah yang semakin bingung. Sedang Jimmy memilih jadi penonton dari adegan yang memang sudah direncanakan tuannya
"Kau tidak tau? Hah! Baiklah akan kuberitahu siapa pria itu," kata Aaron menyerahkan ponsel Helena kembali ketangan wanita itu dimana layar ponsel itu kini tampak wajah bertopeng gigolonya Yuna yang sengaja Aaron perbesar untuk membuat Helena tahu identitas si pria
__ADS_1
"Perhatikan baik-baik!" suruh Aaron lalu membuka laci meja kerjanya dan mengambil sesuatu yang menjadi penutup identitas lain dirinya disana
Aaron memasang benda itu diwajahnya lalu
"Bagaimana?" tanyanya pada Helena yang menatap secara bergantian wajah Aaron dan ponselnya. Sekali, dua kali, tiga kali lalu bruukk... Ponsel ditangan Helena terjatuh bersamaan dengan wajah terkejut Helena yang melangkah mundur seraya menutup mulutnya dengan mata membulat tidak percaya
"Pria itu dirimu!" seru Helena tak percaya. Aaron melepas topengnya dan tersenyum sinis pada Helena
"Ya! Akulah pria itu, pria yang selingkuh dengan istriku." jawab Aaron menatap puas pada wajah terkejut Helena. Begitu pun dengan Jimmy yang merasa puas dengan tontonan didepannya. Penyajian drama yang cukup bagus bukan? Jimmy rasa dia perlu sekalian membeli popcorn dan kursi untuk menonton sekarang
"Kamu salah orang jika ingin berurusan denganku, Helena!"
"Tidak... Tidak mungkin! Bagaimana bisa pria itu kamu... terus pelayan itu, dia... dia menipuku!" Helena menggeleng tidak percaya sembari mencari pembelaan dengan menyalahkan Minnie sekarang
"Dia hanya mengikuti perintahku! Berhentilah menuduh orang."
"Perintahmu? Jadi, semua ini kamu yang merencanakannya?" tanya Helena dengan kebingungan memenuhi kepalanya. Aaron hanya menyunggingkan senyumnya lalu memanggil Jimmy
"Jimmy, bawakan padaku seluruh berkas data Helena! Dia perlu mengenal dirinya sendiri sebelum sembarang mengatai orang." perintah Aaron dengan tegas sedang matanya terus menatap pada Helena
"Baik, Tuan!"
.
.
.
__ADS_1
Mampir juga di karya temanku ya๐๐ผ