
Bruukk
Suara hantaman kertas jatuh berserakan dilantai. Kertas-kertas yang merupakan laporan dan proposal kerja keras Karyawan dihempaskan oleh Aaron yang tidak puas dengan hasilnya
"INI TIDAK BERGUNA!! KALIAN BENAR-BENAR TIDAK BECUS!!" teriakan Aaron menggema memenuhi ruang kerjanya dengan tatapan nyalang dia tujukan pada beberapa karyawannya yang berdiri ketakutan didepannya. Mereka sudah bekerja keras dan berusaha sebaik mungkin tapi tetap saja semua hasil usaha mereka salah dimata atasannya. Aaron benar-benar berubah menjadi maniak kerja yang menginginkan kesempurnaan disetiap kerja karyawannya sekarang
Jimmy yang berdiri tidak jauh dari Aaron ikut terlonjak karena teriakan Aaron tersebut. Dia mau menyahut untuk membela teman-teman seperjuangannya tapi suaranya jelas tidak mau keluar. Jimmy hanya mampu mengelus dada mengharapkan dirinya dipenuhi segala kesabaran menghadapi sang atasan yang menggila selama seminggu ini
"Baru seminggu ditinggal istri sudah begini, bagaimana jika lebih dari ini? Bisa-bisa aku mati berdiri," gumam Jimmy pelan
"Bicara apa kamu?" sembur Aaron yang membuat Jimmy terkejut dan mundur selangkah kebelakang. Jimmy tidak menyangka atasannya itu mampu mendengar gumaman lirihnya
"Ti-tidak ada apa-apa Tuan," sahut Jimmy dengan tangan bergerak kiri kanan didepan wajahnya seakan menyangkal dirinya baru saja mengatakan sesuatu. Tatapan tajam yang dihunuskan Aaron padanya sudah cukup membuat lutut Jimmy bergetar sekarang. Dari dulu Tuan-nya sudah kejam dan sekarang bertambah dua kali lipat lebih kejam. Perlahan Jimmy melirik surat dalam saku jasnya yang sudah disiapkannya, surat resign dari pekerjaannya jika Aaron tambah menggila nantinya.
Baru seminggu sejak diri Aaron kehilangan Yuna dan sudah mengerahkan seluruh orang-orangnya untuk mencari keberadaan sang istri, namun hasilnya nihil. Yuna bersembunyi dengan baik. Aaron memang menemukan petunjuk dari beberapa orang yang sempat melihat Yuna, namun hanya sebatas itu. Tidak ada yang benar-benar tahu dimana lokasi pastinya sang mantan istri berada
"Keluar kalian, dan selesaikan semuanya dengan benar! Kalau kalian masih saja salah, sebaiknya angkat kaki dari sini!" ujar Aaron kejam sedang karyawan-karyawan yang tadi dibentaknya buru-buru memungut berkas laporan mereka yang dibuang Aaron dan langsung menyingkir dari hadapan bos mereka yang sedang menjelma menjadi macan sakit gigi
Sudah seminggu ini suasana kantor itu terlihat suram karena tidak ada satupun dari penghuni disana yang tidak kena semprot kemarahan tidak jelas Aaron. Bahkan para penjaga keamanan saja kena marah hanya karena ban mobilnya tertempel bekas permen karet, Aaron memarahi mereka yang tidak becus menjaga dan melarang orang dikantornya untuk tidak makan permen karet. Para satpam pos keamanan hanya bisa saling pandang, sungguh apa yang diperintahkan bos-nya itu diluar kuasa mereka. Siapa yang bisa tahu orang itu punya permen karet atau tidak? Bos mereka saja yang sudah gila
"Sial!!" umpat Aaron kembali duduk keatas kursi kebesarannya. Sudah seminggu ini hari-harinya dihabiskan dengan marah-marah. Tidak ada yang luput dari kemarahannya, Aaron bahkan marah pada kunci apartemennya yang tidak sengaja jatuh dan membuatnya gagal membuka pintu dalam percobaan pertama. Bersyukurlah Minnie saat Aaron tidak kembali ke mansion setelah Yuna pergi, kalau tidak sudah pasti pelayan itu akan menerima hal yang sama dengan apa yang dirasa para karyawannya sekarang
__ADS_1
Dalam semua itu tetaplah Jimmy yang paling parah posisinya. Jimmy bahkan tidak tau apa telinganya masih berfungsi dengan baik setelah menerima teriakan dan bentakan tiap harinya dari Aaron. Maka akan sangat wajar bagi Jimmy jika sampai menyiapkan surat resign segera. Untuk jaga-jaga sebelum dirinya ikutan gila seperti Aaron. Sungguh malangnya nasib asisten satu ini
"Dasar tidak berguna!" desis Aaron tiba-tiba saat teringat akan sang istri yang tidak diketahui keberadaannya. Aaron sudah mencoba mencari ke tempat dimana kemungkinan Yuna pergi, ke rumah kakak kandung Yuna, Hotman. Yuna tidak ada. Kerumah para sahabat Yuna yang Aaron kenali juga tidak ditemuinya, begitu juga pada Miss Gio yang juga tidak ada. Mereka malah menuduhnya sebagai pria yang tidak becus menjaga istrinya hingga akhirnya Yuna pergi dan tidak ada siapapun yang tahu dimana keberadaan wanita itu
"Yuna..." gumam Aaron seraya mendongak dan menekan keningnya, dia merindukan sosok Yuna saat ini
Diluar hujan deras sedang mengguyur kota X, suasana suram di kantornya semakin menjadi buruk dengan udara dingin yang mendominasi. Aaron merasakan hatinya bagai tangisan alam saat ini, sama-sama basah dalam luka yang tidak terlihat
Empat hari lalu Aaron datang ke kediaman Weston, berharap menemukan Yuna disana. Namun alih-alih Yuna, Aaron malah bertemu ipar sialannya yang begitu memuakkan
"Ooh jadi kamu sudah bercerai dengan Yuna dan sekarang wanita sial itu pergi?" ujar Hotman dengan nada penuh ejekan. Aaron tidak menjawab, hanya menatap sang mantan iparnya dengan tatapan tajam penuh ketegasan
"Aku mencintainya." jawab Aaron singkat yang membuat Hotman menatap pada Aaron. Otaknya berpikir, hebat juga adik sialannya sampai bisa membuat seorang Aaron mengatakan mencintainya
"Cinta? Hahaha..." tawa Hotman merembak keseluruh ruang tamu yang saat ini mereka tempati
"Ya, ya, ya..., itu sebabnya kamu menceraikan Yuna! Karena mencintainya! Hahaha..., lucu sekali dirimu" Hotman masih meledak dalam tawanya dengan kalimat ejekan yang terus keluar dari mulutnya untuk Aaron
"Berhenti tertawa! Kau tidak tahu apa-apa tentang hubungan kami," tutur Aaron yang jelas kesal dengan ejekan Hotman, namun Aaron harus menahan diri karena disini dirinyalah yang salah. Apa yang Hotman katakan ada benarnya. Dia tidak akan menceraikan Yuna jika tidak bodoh hingga terlambat menyadari perasaannya sendiri
"Oh ya?" Hotman menatap Aaron dengan wajah congkaknya serta satu alis yang naik meremehkan kalimat Aaron
__ADS_1
"Kurasa kamu yang harusnya sadar diri Aaron! Melihat sikapmu sekarang, aku bisa menilai bagaimana adikku kamu perlakukan selama ini." Aaron terdiam dengan tangan yang terkepal erat. Dia salah dan tidak berhak untuk unjuk bicara sekarang
"Tapi, menilai dari kepribadian Yuna wajar saja jika kamu sampai menceraikannya! Dia memang wanita pembawa sial. Sejak lahir dirinya sudah menjadi seorang pembawa sial!" tutur Hotman mulai memperlihatkan taring aslinya akan penilaiannya pada Yuna. Sejak Yuna lahir dirinya memang sudah tidak menganggap Yuna sebagai adiknya karena dari kecil Hotman tidak ingin memiliki pesaing dalam kasih sayang orangtuanya terutama ayahnya, karena itulah Hotman benci punya adik dan semakin benci dengan kehadiran Yuna, karena setelah lahirnya Yuna orang tuanya mulai sering bertengkar. Hotman yang pendek akal tidak mau tau penyebab orang tuanya selalu bertengkar dan dia selalu menyalahkan Yuna sebagai penyebab utamanya, dan karena alasan inilah juga Hotman merasa bahagia saat Yuna dulu selalu dihukum dan diabaikan oleh ayah dan ibunya. Mereka saudara sedarah tapi Hotman tidak mau mengakui itu, karena baginya Yuna tetaplah pembawa sial dalam hidupnya
Aaron yang mendengar ujaran Hotman bangkit dari duduknya dan menarik kerah baju mantan ipar sialannya itu
"Jaga mulutmu sialan!" desis Aaron dengan nada mengancam. Hotman tersenyum remeh lalu melepas kasar tangan Aaron di kerahnya
"Apa hak mu untuk marah? Kamu bukan lagi ipar saya, dan akan saya pastikan kalau Yuna akan saya temukan lalu menikahkannya dengan pria lain yang mungkin jauh lebih berguna daripada dirimu," tutur Hotman dengan bangga lalu melangkah menjauh dari Aaron yang hanya bisa berdiri bodoh diposisinya. Aaron seakan kehilangan seluruh kemampuannya sebagai penguasa sebenarnya dari kota X. Bukan hal sulit baginya untuk menghapuskan seekor kecoa seperti Hotman dari kota itu, namun sekarang otak cerdasnya sedang tidak bekerja. Seluruh ruang kepala Aaron seakan terisi semua dengan nama Yuna dan cara untuk mendapatkan sang istri kembali ke sisinya
"Jangan sentuh Yuna!" peringat Aaron saat Hotman hendak pergi meninggalkan Aaron, namun langkahnya kembali terhenti oleh kalimat Aaron
"Aku akan menikahinya kembali..." lanjut Aaron pernuh dengan keyakinan dan semangat membara. Kalimatnya sekarang bukanlah hanya sekedar janji tapi merupakan pembuktian dirinya akan tulusnya perasaannya pada Yuna sekarang
.
.
.
Kritik dan sarannya guys๐๐
__ADS_1