
Aaron mendesis kesal saat tubuhnya tidak bisa bergerak karena diikat
"Kenapa mengikatku?" tanya Aaron pada sang istri yang masih saja memamerkan senyumnya dengan tubuh indah kurang bahan itu menembus tatapan Aaron yang mulai kelaparan nafsunya
"Aku bilang kalau aku akan melakukannya bukan?" jawab Yuna dengan senyum sinis di bibirnya
"Karena aku tahu kalau kamu tidak pernah menganggapku sebagai lawan yang kuat. Kamu seakan melihatku sebagai wanita yang tidak bisa melakukan hal gila seperti ini!" batin Yuna mengutarakan jawabannya yang sebenarnya
Aaron tidak menjawab, hanya menatap tajam sang istri yang mulai menaiki ranjang dan merangkak ketubuh Aaron, tatapan Aaron tampak penuh peringatan berbahaya
"Jangan melihatku seperti itu, kamu akan kuberi kenikmatan," ujar Yuna dengan perlahan menyentuh tangan Aaron yang terikat
"Kamu tidak akan menerima situasi seperti ini dimana kamu harus menyerah dalam siksaan yang kubuat" batin Yuna tersenyum puas saat melihat wajah sang suami yang mengerut dan tangan yang terkepal. Yuna tahu Aaron sedang begitu menahan diri karena hanya itu yang dapat dilakukannya dengan tangan yang terikat
Yuna mengusap wajah tampan sang suami lalu tersenyum penuh kemenangan
"Betapa lucunya wajahmu sekarang, sayang!" seru Yuna dengan nada binalnya sembari terus mengusap wajah Aaron yang hanya bisa menatapnya tajam
"Aku berharap kamu mengalami situasi dimana kamu tidak bisa melakukan apa yang kamu inginkan padahal kamu begitu menginginkannya! Aku ingin kamu tahu bagaimana rasanya mengemis berulang-ulang," kata Yuna dengan sangat sengaja memprovokasi. Aaron yang terus menahan diri menggerakkan tangannya berusaha untuk menarik tali yang mengikatnya namun sial, tali itu sudah diikat dengan penuh pertimbangan hingga akan sulit baginya untuk lepas begitu saja. Aaron baru tahu ternyata istrinya secerdik ini
"Sialan!" teriak Aaron merasa frustasi saat dirinya ingin menyerang sang istri namun dia tidak bisa melakukan apapun
"Pff:... Hahahaha..." tawa Yuna meledak dengan reaksi yang diberikan oleh Aaron. Yuna mendekatkan wajahnya pada wajah sang suami
__ADS_1
"Apa kamu tahu bagaimana lucunya kamu sekarang?" ujar Yuna dengan sangat sengaja menggigit bibir dengan gerakan sensual didepan wajah Aaron. Tangan Aaron yang terikat kembali terkepal. Andai tangannya bebas sudah Aaron pastikan tangannya akan meraih tengkuk sang istri lalu merenggut bibirnya
"Ya... Aku pikir kamu sudah gila, Yuna" desis Aaron kesal
"Apa kamu malu?" tanya Yuna masih dengan tawa mengejeknya
"Apa yang kamu bicarakan Yu... Hmph..." ujaran Aaron harus terpotong saat Yuna mencium bibirnya dan dengan lihai mengeksploitasi isi mulutnya. Aaron tidak pernah menyangka kalau istrinya sudah begitu pandai berciuman sekarang. Namun nyatanya itu hanyalah pemanasan permainan yang Yuna tawarkan, Yuna hanya sedang bermain-main saja menggoda hasrat liar pada tubuh Aaron
Aaron harus menerima kekecewaan saat Yuna melepas sepihak ciuman yang mulai dinikmati oleh Aaron yang hanya bisa mendesis kesal dengan tingkah sang istri
"Kau menyukainya?" tanya Yuna tersenyum seraya mengelap bibirnya yang bercampur dengan saliva sang suami
"Berhenti bermain-main Yuna atau aku akan__ Hmph..." ujaran Aaron kembali terpotong namun kini bukan bibir Yuna yang membungkamnya melainkan kain yang Yuna gunakan untuk mengelap bibirnya tadi. Kain sebesar sapu tangan itu menutup mulut Aaron yang dengan sengaja Yuna ikat kebelakang hingga Aaron tidak lagi dapat bicara
"Hmmpph...." hanya itu yang terdengar dari Aaron yang berusaha untuk bicara sedang matanya memicing tajam dengan tatapan kesal. Dia benar-benar masuk jebakan istrinya
"Aku akan membuatmu merasa nikmat segera, jadi tolong tunggu sebentar ya," ucap Yuna yang mulai meraih wajah sang suami dan mengecupi seluruh wajahnya. Suatu hal yang tidak bisa Yuna lakukan saat suaminya itu menyamar jadi gigolo karena jelas tindakannya itu terhalang topeng yang mereka pakai
"Jangan terlalu berisik!" ujar Yuna lirih ditelinga Aaron sembari menurunkan kecupannya pada leher sang suami dan menciptakan maha karyanya disana. Evolusinya dalam hal memuaskan lawan jenis benar-benar luar biasa bukan?
"Hmm... Hck..." hanya itu yang mampu terdengar suaranya dari Aaron yang merasa geli sekaligus semakin bergairah. Yuna menurunkan tangan nakalnya pada dada sang suami lalu mempermainkan choco chip Aaron yang tidak bisa melakukan apa-apa selain melenguh dengan mulutnya yang tertutup
"Oh! Bahkan suamiku sendiri tidak tahu kalau dia memiliki kelemahan di dadanya," kata Yuna semakin brutal mempermainkan benda kecil itu hingga Aaron menggeliat tidak tahan dengan sensasinya
__ADS_1
"Kamu tidak perlu menjawab, sayang! Karena aku bisa mencari jawabannya sendiri!" umbar Yuna kembali mensejajarkan wajahnya dengan wajah Aaron yang terlihat semakin frustasi, tapi permainan Yuna baru saja pemanasan belum sampai ke intinya
Yuna tersenyum lagi sembari memposisikan inti tubuhnya yang masih berbalut kain segitiga dengan benda pusaka sang suami yang masih bersembunyi dibalik celananya, lalu dengan perlahan Yuna menggeseknya dengan menggoda. Tindakannya jelas hanya semakin membuat Aaron menderita dan frustasi tidak bisa melakukan apa-apa sedang benda dibawahnya mulai membengkak seiring dengan tindakan binal yang Yuna lakukan
"Hck... Huck..." lenguhan Aaron yang teredam dengan kain dimulutnya
"Disini, apa rasanya nikmat?" tanya Yuna dengan sangat sengaja sedang Aaron tidak mungkin untuk menjawab dalam kondisinya sekarang. Dia hanya bisa berusaha untuk tetap menahan diri agar tidak gila dengan rasa frustasinya sekarang. Andai saja tangannya lepas, dapat Aaron pastikan Yuna akan meminta ampun karena tindakannya ini
"Aku tidak tahu berapa banyak wanita yang sudah kamu tiduri, tapi aku ingin tahu apa mereka semenggoda dan semenggairahkan diriku?" tanya Yuna lagi masih dengan senyum malaikat bermakna iblisnya. Andai Yuna tahu kalau suaminya sekarang tidak butuh wanita manapun lainnya, hanya Yuna seorang sudah cukup membuatnya lupa akan segalanya bahkan lupa pada pekerjaan yang menjadi tanggungannya. Aaron juga tidak akan membantah kalau dirinya merasa begitu puas hanya dengan Yuna seorang apalagi sikap istrinya yang sekarang jauh lebih binal dari sebelumnya. Yuna belajar dengan cepat darinya
"Hck..." lenguh Aaron lagi yang rasanya ingin meledak dalam rasa frustasinya. Yuna benar-benar mempermainkannya
"Oh! Tenanglah, jika tidak kamu akan menembus celanamu," ujar Yuna lagi semakin gencar membuat suaminya merasakan penderitaan ini. Oh Yuna! Andai kau tahu betapa tersiksanya seorang Aaron sekarang, kau mungkin akan sedikit memberi ruang untuk suamimu mengungkapkan apa yang dirasanya. Permainan yang kamu mainkan benar-benar menyakitkan hingga bisa saja membuatnya gila mendadak dalam rasa frustasinya
"Hck!... Urgh..."
"Ini belum waktunya untukmu mencapainya sayang!" Yuna semakin menggila menyiksa sang suami. Penyiksaan yang benar-benar membuat gila seorang Aaron tapi pria yang biasa dominan itu bahkan tidak bisa melepaskan dirinya sendiri sekarang. Aaron hanya bisa melenguh dengan setiap tindakan nikmat namun menyiksa yang istrinya lakukan
Setiap gerakan yang Yuna lakukan, Aaron hanya bisa mengumpat didalam hatinya sembari terus berharap Yuna mau membuka ikatan ditangannya
.
.
__ADS_1
.