Gigoloku Suamiku

Gigoloku Suamiku
Gaun pengantin


__ADS_3

Walau Ivan terlihat cukup terkejut dengan apa yang didengarnya dari Aaron, tetapi pria itu tidak memperpanjang lagi masalahnya. Ivan langsung memotong pembicaraan mereka pada bisnis yang ingin mereka sepakati, karena itulah tujuan awal Ivan menemui Aaron


Setelah menjalani beberapa proses revisi dari sistem kerja proyek yang Ivan ajukan kerja sama dengan El-capital, akhirnya keduanya saling berjabat tangan tanda kerjasama mereka disetujui


"Ivan..." panggil Aaron tiba-tiba menghilangkan panggilan formal diantara mereka karena memang sedari awal Aaron tidak pernah bersikap formal didepan Ivan


"Iya, ada apa?" tanya Ivan bingung saat tiba-tiba Aaron memanggilnya dengan nada seperti itu


"Apa kamu tahu dimana keberadaan Yuna sekarang, atau bisa saja kamu pernah melihatnya?" saking putus asanya seorang Aaron hingga menanyakan pertanyaan rentan seperti itu pada Ivan yang nyatanya adalah musuhnya dalam cinta akan istrinya


Ivan cukup tersentuh dengan nada putus asa yang Aaron tunjukan, tapi apa yang bisa dilakukannya? Dia tidak mau terlibat lagi dalam urusan Aaron dan istrinya tapi sekarang sepertinya akan menarik jika dirinya ikut menyemplungkan diri dalam masalah yang Aaron ciptakan


"Tidak, saya tidak pernah saling tukar kabar lagi dengan Yuna." Ivan menggeleng tidak tahu. Aaron tersenyum pahit, dia lelah dan juga begitu rindu pada sosok Yuna. Malam-malam yang dihabiskannya selama sebulan ini hanya bisa digunakannya untuk menghayalkan sang mantan istri. Aaron ingin memeluk Yuna, menyayanginya dan membawa tubuh mungil istrinya dalam pelukannya


"Apa ini artinya Anda sudah mencari Yuna keseluruh kota ini?" tanya Ivan yang membuat Aaron mengangguk lesu. Itulah yang selama sebulan ini dilakukannya, mencari sang istri bahkan sampai ke pelosok-pelosok. Karena inilah juga yang membut asisten Jimmy sampai mendengus kesal setiap harinya, kerjaan Aaron harus dihandel oleh Jimmy saat pria itu sibuk mengerahkan orang mencari keberadaan Yuna, entah dimana mantan istrinya itu berada atau bersembunyi


"Itulah yang dilakukannya sebulan ini dan meninggalkan tugas sulit untukku," cetus asisten Jimmy tiba-tiba dengan suara kecil. Sepertinya asisten Jimmy sudah terlalu kesal hingga cetusan penuh keluhan itu keluar begitu saja dari bibirnya. Ivan menatap pada asisten Jimmy lalu tersenyum, sedang Aaron tidak peduli sekalipun telinganya juga menangkap keluhan protes di kalimat Jimmy. Terkadang Aaron harus melihat juga pada lelahnya sang asisten dengan sikapnya yang tidak karuan


"Apa kalian sudah pernah mencoba melacak datanya, kartu yang dipakai Yuna atau bahkan nomor ponselnya?" simpul Ivan lagi dengan kalimat tanya sembari melihat pada Aaron dan Jimmy. Keduanya menggeleng dengan serentak akan pertanyaan Ivan


"Semuanya tidak berguna! Sudah cukup lelah kami menggunakan metode itu untuk mencari keberadaannya," ucap Aaron lirih


"Mantan Nyonya muda sama sekali tidak menggunakan seluruh kartu identitasnya bahkan kami sudah melacak nomor KTP-nya tapi hasilnya nol... Ponsel pun sepertinya tidak digunakan oleh mantan Nyonya muda, dia pergi tanpa membawa ponselnya," jelas Jimmy yang merasa heran juga dengan tidak terlacaknya keberadaan Yuna. Seharusnya dengan kekuasaan yang Aaron pegang pasti mudah bagi Aaron untuk menemukan Yuna, namun hasilnya tetap nol


Jimmy menunduk lesu dengan kegagalan kerjanya menemukan Yuna tanpa menyadari tatapan tajam Aaron yang tertuju padanya. Ada kata dalam kalimat Jimmy yang tidak disukai Aaron hingga kini Aaron ingin mencekik asistennya itu


"Kau sebut apa istriku tadi?" sembur Aaron yang membuat Jimmy terjengkat kebelakang. Dia salah lagi kan? Padahal Jimmy mengingat tidak ada kalimat salah dalam omongannya


"Ti- tidak sebut apa-apa Tuan,"


"Kau mengatakan MANTAN nyonya muda tadi! Yuna bukan mantan nyonya muda-mu tapi selamanya dia akan menjadi nyonya mudamu" jelas Aaron yang mulai menyadarkan Jimmy akan kesalahan kata-katanya. Dia lupa kalau atasannya sekarang punya penyakit bucin akut tapi sayangnya Aaron ditinggal pergi pas lagi sayang-sayangnya. Jimmy tidak tahu harus kasihan apa ketawa akan nasib atasan gilanya. Tapi melihat sikap Aaron padanya sekarang, Jimmy memilih untuk mentertawakan atasannya itu

__ADS_1


"Maaf bos, saya lupa." jawab Jimmy yang membentuk kebingungan di wajah Ivan yang menonton drama atasan-bawahan didepannya


"Apa itu artinya Yuna pergi tanpa bisa dilacak dimana keberadaannya?" tanya Ivan berhasil menarik kembali atensi dua orang pria beda status didepannya


"Iya! Nyonya muda seperti hilang ditelan bumi," jawab Jimmy takut-takut jika salah bicara lagi


"Aku tidak tahu, kemana lagi harus mencarinya," kata Aaron benar-benar sudah terlalu lelah. Kesalahan yang dilakukannya membuatnya harus kehilangan banyak hal berharga dalam hidupnya


"Jadi, intinya Yuna menghilang dan tidak ada yang tahu dimana keberadaannya sekarang?" tanya Ivan kembali yang juga mendapat anggukan serempak dari Aaron dan Jimmy


"Baiklah! Aku akan membantu mencari Yuna nanti," ujar Ivan yang mendapat tatapan penuh pengharapan dari Jimmy. Pria itu berharap nyonya mudanya segera ditemukan biar hidupnya bisa sedikit lebih tenang nantinya setelah Aaron ketemu pawangnya


"Kalau begitu aku pamit! Aku perlu mencari seorang janda yang perlu kutaklukan hatinya," tutur Ivan yang membuat mata Aaron membulat


"Kau mau mati!" sembur Aaron namun Ivan sudah melangkah menjauh dengan senyum diwajahnya


"Aku memang perlu menakhlukan hati seorang janda saat ini," batin Ivan yang memang ingin memperjuangkan sebuah hati saat ini, tidak peduli jikapun wanita yang dimaksudnya itu janda atau bukan, dan juga Ivan tidak akan peduli dengan rintangan yang membentang dihadapannya untuk mendapatkan hati sang wanita


Suara pintu terbuka sedikit menyentakkan Yuna yang tidak pernah keluar dari rumah yang ditempatinya selama sebulan ini. Dapat dilihat oleh Yuna, Gina putri dari Bu Emma masuk seraya membawa sebuah kotak berwarna coklat hitam ditangannya


"Kak Yuna!" sapa Gina dengan riang, gadis itu selalu terlihat ceria kendati ada masa dimana wajahnya tidaklah seceria itu


"Gina, kamu baru pulang!" seru Yuna seraya melirik pada jam didinding yang sudah menunjukkan pukul sepuluh malam lewat, terlalu larut untuk Gina yang biasa pulang dibawah jam sembilan


"Aku menyelesaikan sesuatu tadi! Kak Yuna gak perlu khawatir, aku pulang dianterin sama mas Heri kok," ujar Gina menjelaskan kalau dirinya pulang dianterin oleh calon suaminya, Heri


Gadis muda itu sudah menganggap Yuna seperti kakaknya sendiri, dan jujur, Gina juga pernah berharap Yuna menjadi kakak iparnya yang menikah dengan kakak laki-lakinya satu-satunya. Namun apalah dayanya yang tidak mampu mengendalikan takdir saat Yuna menunjukkan kehamilannya yang berarti sosok kakak impian Gina itu sudahlah menjadi milik orang lain walau akhirnya Gina tahu kalau Yuna sudah bercerai dengan suaminya


"Lalu, apa yang kamu bawa itu?" tanya Yuna penasaran dengan kotak ditangan Gina


"Oh ini! Aku sengaja membawanya pulang untuk menunjukkannya pada kak Yuna." Gina segera membuka kotak itu dan terlihatlah sebuah gaun pengantin yang begitu indah didepan Yuna, walau ornamen yang terpasang tergolong sederhana namun kesan mewah di gaunnya tetap terlihat. Anggun dan elegan, hanya itu dua kata yang mampu Yuna gambarkan akan gaun yang saat ini dilihatnya

__ADS_1


"Aku membuatnya sendiri kak, bagaimana menurut kakak?" tanya Gina yang memang menempuh pendidikan dibidang desain baju pengantin. Putri kesayangan Bu Emma itu bercita-cita membuka wedding organizer miliknya sendiri suatu saat nanti


"Wuah! Cantik sekali gaunnya. Coba kamu pakai, biar kakak lihat seberapa cantik adik kakak dalam balutan gaun pengantin!" ucap Yuna yang langsung diangguki Gina. Gadis itu dengan antusias langsung memakai baju pengantin hasil karyanya sendiri dan mulai berlenggok didepan Yuna yang terpana. Baju itu terlihat begitu indah dan semakin terlihat menakjubkan saat terpasang dengan begitu pas ditubuh Gina yang memang sudah terlahir cantik


"Gina, kamu seperti seorang putri sebuah kerajaan besar, benar-benar sangat cantik sekali!" puji Yuna yang membuat wajah Gina memerah malu. Dia jarang dipuji cantik kecuali oleh calon suaminya sendiri


"Aku memang cantik kak, tapi bagaimana dengan gaunnya! Cantik tidak?" Yuna tertawa dengan kalimat narsis Gina lalu menampilkan dua jempolnya untuk sang adik angkat


"Bajunya luar biasa cantiknya," ujar Yuna memuji. Gina tersenyum


"Terima kasih! Aku akan membuatkan satu untuk kak Yuna tapi dengan syarat kak Yuna harus menikah dengan kakakku!" ujar Gina yang membuat Yuna tersenyum tipis akan ujaran sang gadis


Bukan hal sulit bagi Yuna untuk menikah lagi, tapi hatinya tidak dapat berbohong kalau hanya nama Aaron yang tercetak, dan akan sangat sulit untuk dimasuki oleh nama lain


"Maaf Gina, tapi__"


"Aku hanya bercanda kak," potong Gina cepat sembari tersenyum "Aku tidak mau memaksa kakak, Gina janji, Gina pasti akan membuatkan sebuah gaun paling indah jika nanti kak Yuna menikah lagi, dengan siapapun itu." Gina mendekat dan memeluk Yuna. Gadis yang akan segera melangsungkan pernikahannya itu terlihat begitu bahagia. Tinggal menghitung hari dirinya akan menjadi istri orang, Gina sangatlah senang


Dibalik pintu yang tidak tertutup rapat, putra Bu Emma mendengar percakapan dua wanita itu dan perlahan sebuah senyum timbul di wajahnya, lalu sang putra melangkah menjauh dari kamar yang tanpa sengaja dilewatinya tadi. Jika ada yang bertanya dirinya menyukai Yuna atau tidak, maka jawabannya adalah Ya, dirinya menyukai Yuna. Jadi, pasti akan sangat bagus bukan jika Yuna membalas perasaannya?


.


.


.


Pembacaku pada pintar-pintar tebakannya, tadinya mau bikin penasaran akan jalan ceritanya, eh ada sebagian yang komen jawabannya benar. Kalau begini harus putar otak lagi ganti alur biar tidak ketebak kalian, eh kalian tahu juga... Nasib jadi penulis punya pembaca pintar-pintar ya gini, kudu bikin alur diluar nurul biar gak bisa ketebak oleh kalian🤣


Tapi saya suka tebakan kalian, teruskan! Seru aja baca komenan kalian dan bikin semangat juga


Kritik dan saran diharapkanšŸ™

__ADS_1


__ADS_2