
Aaron menatap Ivan dan Jimmy dengan tatapan tajamnya yang ditanggapi oleh kedua orang itu dengan tanggapan yang berbeda. Jimmy dengan ekspresi penuh hormatnya dan Ivan dengan wajah santainya
"Jimmy, apa yang kau lakukan disini?" tanya Aaron pada asistennya yang melirik pada Ivan disebelahnya
"Tidak Tuan! Saya sedang menunggu Anda... Saya pikir Anda akan berangkat dengan Nyonya tapi Nyonya baru saja sampai dengan taksi dan saya mengambil kesimpulan kalau Anda..." Jimmy tidak lagi dapat meneruskan kalimatnya saat tatapan Aaron menghujam tajam netranya
"Kau ingin mati!" sembur Aaron yang mendapat gelengan otomatis dari Jimmy lalu asisten itu menunduk. Pembelaannya demi sang Tuan dihadapan Ivan sama sekali tidak ada harga bagi Aaron
"Dan siapa ini?" Aaron mengalihkan atensinya pada Ivan yang masih dengan senyum ramah dan santainya
"Siang Tuan Aaron. Perkenalkan! Saya Ivan Bonnie, direktur utama Bluesky Corporation." Ivan mengulurkan tangannya memperkenalkan diri Aaron menatap uluran tangan itu tanpa berniat untuk menyambutnya lalu melangkah mendekat ke samping Ivan
"Saya mengenal Anda, jadi tolong jaga sikap Anda dengan istriku," ujar Aaron tegas lalu melangkah ke dalam acara meninggalkan Ivan yang tersenyum melihat tangannya yang hanya menggantung di udara
"Dia arogan..." komentar Ivan menilai sosok Aaron dan itu wajar kenapa berita perceraiannya dengan Yuna tersebar mereka berdua sangatlah berbeda secara kepribadian. Bukankah dengan bercerainya keduanya adalah suatu keuntungan bagi Ivan? Karena Ivan memiliki kesempatan untuk mendekati Yuna
Jimmy yang melihat tuannya berjalan langsung mengikuti langkah kaki Aaron sambil bertanya
"Tuan Mendengar pembicaraan kami ya?"
"Tanpa mendengarnya pun aku tahu kalau pria sialan itu mengincar istriku," tutur Aaron dengan rahang yang mengeras. Dia kesal? Tentu saja! Setelah gagal menjemput sang istri lalu sekarang dihadapkan kenyataan dengan ada pria lain yang diam-diam mencintai istrinya dan ingin melamarnya setelah mereka bercerai, dan tentu saja itu tidak akan Aaron realisasikan. Dia berencana tidak akan menceraikan Yuna sampai kapanpun tapi Aaron melupakan sesuatu kalau dirinya sudah lebih dulu menandatangani surat perjanjian perceraian
"Selamat datang tuan Aaron!l" Aaron disambut dengan ramah oleh tuan rumah yaitu pasangan Bima argantara dengan istrinya Risa, Aaron hanya mengangguk menanggapinya
__ADS_1
"Oh ya Tuan! Istri anda sudah datang dari tadi," Risa memberitahu juga sekaligus mencari tahu reaksi Aaron akan pemberitahuannya
"Terima kasih dan di mana dia sekarang?" tanya Aaron juga merasa rindu untuk melihat Yuna sekarang
"Tadi saya melihatnya disana... " ujar Risa tersenyum lalu menunjuk ke arah di mana bayinya berada sekaligus dengan Yoona yang sibuk bermain dengan Putra kecilnya
Aaron melihat ke arah Tunjukkan Risa dan dapat dilihatnyasang istri yang sedang terfokus pada bayi di dalam box. Aaron melangkah mendekat hingga berdiri tepat di belakang tubuh Yuna, sungguh rasanya dirinya ingin sekali memeluk tubuh sang istri tapi sekarang bukanlah saat yang tepat
"Dia terlihat sehat!" komentar Aaron pada bayi di dalam box tepat di belakang tubuh Yuna yang langsung membalikkan tubuh menatap pada sang suami lalu dengan segera menjauhkan tangan dari perutnya yang dari tadi dielusnya. Yuna berharap anaknya kelak bisa hadir ke dunia ini dalam kondisi yang sehat seperti bayinya Risa sekarang
"Ya kau benar, dia lucu" timpal Yuna setuju dengan perkataan Aaron
Setelah itu Yuna kembali berbalik memfokuskan diri pada bayi di dalam box tanpa mau peduli lagi dengan Aaron yang masih saja menatap pada sang istri bukan bayi yang menjadi sorotan utamanya tapi sang istri yang kini tampil dengan begitu cantik, entah sejak kapan istrinya itu berubah jadi lebih cantik seperti sekarang. Aaron tidak pernah menyadarinya
"Dia sangat cantik, tapi apa-apaan belahan dada itu," batin Aaron sembari melirik kiri-kanannya seakan memastikan tidak ada mata yang memperhatikan sang istri sekarang
"Bagaimana keadaanmu sekarang ini?" tanya Aaron tiba-tiba yang tertuju pada Yuna dan Aaron yakin Yuna juga mengerti pada siapa pertanyaannya ditujukan. Namun alih-alih jawaban, Aaron hanya mendapati diri dengan hembusan angin pengabaian yanh sangatlah kentara. Yuna benar-benar menganggapnya tidak ada sekarang
Karena drama pengabaian itu jelas membuat Aaron menjadi kesal karena reaksi Yuna sangatlah berbeda dengan apa yang terjadi saat dirinya menjadi gigolo. Yuna jelas memberikan dua tanggapan yang berbeda pada dirinya dalam dua peran, Aaron Nelson dan seorang Gigolo
Aaron menekan kepalanya karena diabaikan. Rasanya ingin sekali sekarang Aaron berteriak
"Aku disini sekarang! Aku adalah gigolomu! Kami adalah orang yang sama! Bicara padaku juga seperti kau bicara pada gigolomu, dan berikan padaku senyumanmu itu yang kau pamerkan pada gigolomu!" kata hati Aaron yang meraup wajahnya kasar. Apa ini? Apa sekarang dia benar-benar sudah gila karena cinta? Ya, Aaron menyadari kalau dirinya sudah jatuh cinta pada sang istri dan pesan yang diberikan oleh sang papa seakan membawanya pada perasaan nyatanya terhadap Yuna yang dulu selalu dielaknya. Orang menjadi bodoh karena cinta dan itu berlaku juga bagi Aaron yang kini dilanda rasa cemburu. Ya, cemburu pada dirinya sendiri dalam cosplay lain. Definisi orang bodoh memang nyata adanya
__ADS_1
"Coba lihat padaku sekali lagi Yuna! Aku tau kalau aku telah melewati batas waktumu dalam menungguku tapi sekarang kau bahkan tidak ingin merepotkan dirimu untuk menatap ke belakang, dimana diriku kini tepat dibelakangmu..."
"Mengingat pernyataan dirimu yang telah kehilangan harapan membuatku sadar betapa terpuruknya dirimu! Diabaikan tanpa ada pemenuhan biaya hidup baik secara materi dan seksualitas serta permintaan untuk bercerai dariku pasti membuatny begitu menderita" perang batin Aaron yang penuh dengan penyesalan
"Bisakah kamu bayangkan aku datang padamu setiap malam sebagai seorang gigolo? Ini terasa aneh tapi aku sekarang merasa sangat frustasi karena kamu tidak mengenaliku yang hanya tertutupi topeng! Apa aku memang sudah tidak ada lagi dihatimu seperti yang kulakukan dulu yang tidak pernah menginginkanmu?"
"Sial!" umpat Aaron tiba-tiba walau tidak nyaring lalu menatap kembali pada punggung sang istri yang tampak tenang terduduk
"Yuna telah banyak berubah setelah setuju untuk bercerai, apa perasaannya juga ikut berubah?" pertanyaan batin Aaron yang tanpa disadarinya sang istri juga sama tertekannya sekarang dan Yuna juga terus larut dalam dugaan yang memenuhi kepalanya
"Apa yang coba Aaron lakukan sekarang? Kenapa dia tiba-tiba jadi sok ramah dan sok baik padaku? Apa dia mencoba mengolok-olok diriku? Apa yang sebenarnya Aaron inginkan?" berbagai pertanyaan memenuhi batin Yuna
"Ini sangat tidak nyaman!" Yuna menunduk tidak nyaman dengan situasinya sekarang apalagi saat bayi yang menjadi fokusnya mulai menangis, mungkin karena kelaparan dan Risa yang telah menjadi seorang ibu dengan tanggap langsung menenangkan sang bayi lalu membawanya memasuki sebuah ruangan setelah mengatakan beberapa kata penuh maaf. Dia perlu memberi asi pada bayinya
Selepas kepergian Risa yang membawa bayi lucunya, Yuna juga bangkit dari duduknya dan memilih untuk keluar. Mendengar tangisan bayi membuat seakan hancur tak berdaya. Akankah anaknya kelak seperti itu, menangis dan dirinya hanya sendiri tanpa ada suami yang menemani?
"Yuna.." panggil Aaron saat melihat Yuna bergegas untuk keluar
"Jangan pedulikan aku..." kata Yuna tanpa menatap kebelakang lagi. Dia rasanya ingin sekali menangis sekarang
.
.
__ADS_1
.
Kritik dan saran diharapkan🙏