
Yuna menatap suaminya itu dengan wajah datarnya mendengar satu pertanyaan yang suaminya lontarkan. Menata hatinya agar bisa kuat menghadapinya, perlahan Yuna meremas sprainya kuat lalu menampilkan senyum manisnya. Dia harus kuat dan tidak boleh kalah dengan permainan suaminya
"Ya... Kamu mengkhawatirkanku?" tanya Yuna
"Apa?" Jawab Aaron bingung. Yuna tersenyum dengan tampilan wajah bingung Aaron
"Aku dengar dari Minnie kalau kamu sangat mengkhawatirkanku semalaman! Terima kasih." Yuna memampilkan senyum terbaiknya menatap pada Aaron yang merasakan wajahnya memerah. Sungguh kesialan bagi Aaron dengan senyum manis sang istri saat dia tidak bisa melakukan apa-apa sekarang
"Ah itu... Bukan hal besar, tidak apa-apa," ujar Aaron kembali mengalihkan pandangannya
"Aku kembali berutang padamu!" seru Yuna tiba-tiba menunduk. Dia teringat pada masa kecilnya dimana Aaron datang sebagai seorang malaikat. Setelah semua ini Yuna menganggap pertolongan Aaron dulu sebagai sebuah utang yang perlu dibayarnya
"Utang? Kamu punya utang apa padaku?" Aaron kembali kebingungan, malah terlihat semakin parah saja dengan setiap kalimat Yuna
"Ada," jawab Yuna singkat menunggu reaksi agar Aaron mau berkata jujur tentang suatu hal dan juga pria itu mau berkata kalau dirinya yang telah merawat Yuna semalaman ini
Yuna yakin, Aaron punya banyak hal yang ingin dibicarakan dengannya, tapi apa yang membuat suaminya itu sangat sulit untuk mengeluarkan suara berupa fakta
"Utang apa itu?" tanya Aaron lagi. Yuna tersenyum kembali lalu menggeleng
"Bukan apa-apa... Oh ya! Apa kamu punya sesuatu untuk dibicarakan denganku?" Yuna dengan cepat mengalihkan pertanyaannya dan langsung menyerang ke intinya
"Sesuatu? Kurasa tidak ada." jawab Aaron lagi yang membuat Yuna tersenyum pahit. Pada akhirnya suaminya memang tidak berniat untuk jujur padanya
"Oh tidak ada ya... Padahal aku hanya ingin tahu sesuatu, misalnya... Jika kamu yang merawatku semalaman." Yuna menatap ekspresi apa yang akan suaminya tunjukkan setelah kalimatnya, dan benar saja wajah Aaron berganti mimik menjadi seperti seseorang yang merasa bersalah
"A-aku hanya tidak sanggup melihatmu terus menggigil kedinginan dan kadang kepanasan, apalagi kamu tidak mau kerumah sakit makanya aku..."
"Meskipun begitu, aku tidak mengerti... Kenapa kamu bersikap seperti ini dengan istri yang ingin kamu ceraikan?" Skakmat... Yuna langsung menyerang Aaron dengan kalimat penentunya, bahkan sebelum Aaron menyelesaikan kalimatnya
__ADS_1
Karena kalimat sang istri, Aaron membeku ditempat. Kalimat itu benar-benar membuatnya terdiam sebelum dirinya terduduk diujung ranjang yang ditempati sang istri
"Aku..." Kerongkongan Aaron seakan tercekat saat akan melanjutkan kalimatnya
"Aku tidak ingin bercerai." jawab Aaron akhirnya dengan seluruh keberaniannya. Dia tidak ingin lagi bersikap pengecut tapi jiwanya sekarang sama sekali tidak membantunya. Dia ragu untuk mengatakan kebenaran yang sesungguhnya
Yuna tersenyum remeh, dia sama sekali tidak terkejut dengan pernyataan Aaron. Akting apalagi yang coba suaminya itu mainkan? Yuna tidak akan tertipu lagi
"Kenapa kamu tidak ingin bercerai? Padahal kamu dulu bersikeras ingin segera melakukannya," tutur Yuna santai, menilai reaksi sang suami yang penuh drama dan kebohongan
Aaron terdiam sembari memfokuskan tatapan pada Yuna yang terlihat santai
"Haruskah aku jujur dan mengatakan bahwa akulah gigolo itu?" batin Aaron mempertimbangkan keputusan yang akan diambilnya
"Tapi Yuna pasti akan marah... Lalu bagaimana jika aku memberitahunya dia akan marah dan memutuskan untuk pergi meninggalkanku," isi pikiran Aaron yang tidak sanggup untuk berkata jujur sekarang
"Tidak!... Aku tidak bisa mengatakannya! Aku harus mencari surat cerai itu lalu menghancurkannya baru setelahnya aku akan mengatakan semuanya pada Yuna." putus Aaron akhirnya melalui pikirannya. Sedang Yuna masih menatap polos pada sang suami, menunggu jawabannya
"Karena aku membutuhkanmu!" jawab Aaron akhirnya tanpa mampu berpikir lagi jawaban apa yang cocok dijawabnya. Dia merasa begitu bodoh sekarang
Jawaban apa itu! Yuna menatap sang suami bingung. Melihat dari tindakan Aaron sepertinya suaminya itu belum tahu perihal kehamilannya. Itu berarti Minnie dan dokternya belum membocorkan hal itu pada Aaron
"Aaron tidak menyadari tentang aku yang sudah mengetahui kebenarannya dan masih berencana untuk menutupinya. Dia benar-benar ingin menipuku sampai akhir," batin Yuna menatap suaminya itu kembali, menilai bagaimana wajah Aaron ditampilkan. Siapa tahu saja dia bisa menilai sesempurna apa akting sang suami
"Aaron terlihat lesu dan kelelahan, apa itu karena dia tidak beristirahat dari semalam karena menjagaku? Dengan wajah lelah itupun Aaron masih saja terlihat mempesona. Sungguh tidak adil!" lanjut batin Yuna yang benar-benar tidak menyangkal fakta kalau suaminya itu mempunyai pesona yang luar biasa dengan wajah tampannya
"Dia menggunakan bibir indahnya itu untuk tetap terus menipuku! Aku tidak lagi ingin berdebat dengan Aaron entah itu dirinya sebagai Gigolo atau dirinya yang merawatku. Apapun kebenarannya aku ingin tetap mendengarnya langsung dari Aaron sendiri dan jika dirinya tidak mau jujur maka..." batin Yuna tersenyum
"Hahaha... Kenapa kamu membutuhkanku?" tanya Yuna dengan tawa yang disengaja. Bukankah ini terlalu canggung untuk pembahasan mereka berdua
__ADS_1
"Itu... Aku ingin memberitahukanmu alasannya satu persatu,"
Yuna mulai tertarik sekarang. Apa Aaron ingin mengatakan semua kebenarannya sekarang? Yuna mulai tersenyum berharap. Akan lebih baik bagi Aaron mengatakannya sekarang dan semuanya mungkin masih bisa untuk diperbaiki
"Tapi aku tidak bisa mengatakannya sekarang apalagi dirimu baru saja baikan dari sakitmu, Aku.."
"Baiklah! Aku mengerti." potong Yuna cepat harus kembali menelan kekecewaan. Pada akhirnya Aaron tetap merasa berat untuk berkata jujur
"Aku ingin istirahat, jadi tolong tinggalkan aku sendiri" tutur Yuna dengan kekecewaannya langsung berbalik untuk berbaring dan mengabaikan Aaron yang masih menatapnya ragu
"Oh...oh, baiklah! Istirahatlah dengan baik, aku akan kembali lagi nanti," ujar Aaron merasa canggung dan ragu dengan sikap Yuna yang tiba-tiba mengacuhkannya
Aaron keluar dari kamar Yuna dan menutup pintunya. Setelah menutup pintu kamar sang istri, Aaron berdiri tepat didepannya dan menatap pintunya, pikirannya mulai berpikir tentang sesuatu
"Apa ada yang salah?" tanya batinnya bingung
"Apa yang kulakukan dan kukatakan tadi salah?" gumamnya sembari berpikir tentang reaksi Yuna tadi. Dirinya pasti melakukan kesalahan sampai Yuna membalikkan badannya dan mengacuhkannya
πππ
Ivan menatap pada gedung pencakar langit didepannya. Dia sudah bertekad untuk menyelesaikan masalah perasaannya sekarang. Menghembuskan pelan nafasnya saat sekali lagi dirinya menatap pada gedung bertuliskan EL-CAPITAL GROUP di atasnya. Sungguh sampai kapanpun dirinya akan sulit untuk berada satu tingkat dengan suami dari wanita yang dicintainya
Memantapkan diri Ivan mulai melangkahkan kakinya menuju resepsionis. Dirinya perlu bertemu dengan Aaron langsung hari ini dan sekarang disinilah dia. Didalam gedung perusahaan raksasa seorang penguasa ekonomi kota X
Dia belum kalah dan belum menang juga hingga dirinya dengan berani mendatangi Aaron langsung sekarang. Entah bagaimana hasil yang akan didapatnya nanti yang penting dirinya sudah berusaha untuk menggapai cintanya
.
.
__ADS_1
.