Gigoloku Suamiku

Gigoloku Suamiku
Sakit


__ADS_3

"Bagaimana? Kau berhasil melakukannya?" tanya seorang wanita pada Minnie yang hanya menunduk ragu menyerahkan kamera kecil ditangannya yang diambilnya tadi pagi saat sang Nyonya masih tertidur dan selingkuhan nyonya-nya sudah pergi


"Ini, Nyonya!" akhirnya Minnie menyerahkan kamera itu ketangan seorang wanita yang bisa dikatakan cukup cantik walau nyatanya Nyonya-nya jauh lebih cantik. Minnie bahkan menggunakan alasan belanja keperluan dapur untuk menemui wanita pesuruh ini


"Bagus, sangat bagus!" ujar si wanita lalu menyambungkan isi kamera itu dengan ponselnya dan mulai memeriksa keasliannya. Dia tidak percaya pada Minnie sepenuhnya, itulah sebabnya dia harus memeriksa ini asli atau bukan. Namun wajah itu tersenyum saat melihat kalau tangkapan kamera itu sepenuhnya asli apalagi saat melihat seorang pria yang masuk kekamar itu dengan topeng dan Yuna tampak menawarkan pria itu segelas air


"Dasar ja lang!" umbar si wanita dengan tatapan penuh kemenangan. Dia berhasil mendapatkan apa yang dia mau. Mendengar kata-kata yang jelas ditujukan untuk nyonya-nya, Minnie hanya mampu mengepalkan tangannya dibalik keranjang belanjaannya. Bagi Minnie tidak masalah bagi wanita itu ingin menghancurkan Yuna dengan video yang terekam itu tapi jangan pernah mengucapkan tuduhan kotor seperti itu pada Nyonya-nya


"Aku suka kerjamu..." si wanita tampak mengambil sebuah amplop didalam tas bermerk nya dan menyerahkannya pada Minnie sebagai bayaran untuk Minnie yang telah berhasil mendapatkan bukti untuk dirinya tunjukkan dihadapan kekasihnya kalau Yuna hanyalah seorang ****** sama seperti dirinya juga


"Ini bayaranmu dan tutup mulutmu rapat-rapat akan semua ini!"


"Baik Nyonya"


πŸ€πŸ€πŸ€


Menjelang siang Minnie kembali ke mansion dan dibuat terkejut dengan Yuna yang masih bergelung dibalik selimut. Minnie mendekat pada sang Nyonya dan semakin terkejut melihat wajah Yuna yang memerah sedang dia terlihat menggigil


"Nyonya, Anda sakit! Panas sekali..." seru Minnie saat meletakkan tangannya di dahi Yuna dan suhu panas menjalar ditelapak tangannya. Nyonya-nya sedang mengalami demam tinggi


Minnie bergerak cepat mengambil kompres dan mengompresi sang Nyonya dengan penuh kelembutan. Melihat Yuna yang tidak pernah sakit sebelumnya dan sekarang terlihat lemah seperti ini cukup membuat hati Minnie tercubit. Apa yang telah dilakukannya? Hanya karena sebuah perintah dan ancaman serta permohonan dirinya rela mengkhianati wanita sebaik Yuna, wanita yang selalu ingin terlihat kuat padahal nyatanya dia begitu rapuh dan menyedihkan


"Anda pasti akan bahagia Nyonya, saya yakin itu!" gumam Minnie pelan lalu bergerak kedapur membuatkan bubur untuk Nyonya-nya serta menyuruh pak Anto untuk memanggil dokter


Menjelang sore, Yuna baru kembali tersadar saat dirinya tertidur tadi setelah memakan sedikit bubur yang dibuatkan Minnie. Yuna bahkan tidak sadar saat dokter memeriksanya

__ADS_1


"Minnie..." panggilnya pelan saat melihat Minnie dengan setia mengompresinya sedang dirinya tertidur


"Anda sudah bangun Nyonya! Sebaiknya Anda minum obat dulu..." Minnie mengambil obat yang tadinya dokter berikan untuk diminumkan pada Yuna


"Minnie, bisakah kamu bawakan padaku selimut yang lebih tebal? Aku sangat kedinginan..." pinta Yuna saat merasakan tubuhnya menggigil kedinginan sedang suhu tubuhnya panas diluar


"Iya Nyonya..." Minnie dengan segera beranjak pada lemari sang nyonya dan mengeluarkan selimut tebalnya lalu mulai membaluti tubuh Yuna dengan selimut itu yang membuat sang Nyonya terasa sedikit lebih nyaman setelahnya


"Terima kasih! Aku akan istirahat sebentar." Yuna kembali memejamkan matanya resah


"Tapi Nyonya, Anda harus minum obat dulu dan kembali tidur setelahnya"


"Nanti saja, sekarang aku tidak punya tenaga bahkan untuk minum obat," timpal Yuna yang sudah merasa lelah dengan semuanya


Selepas kepergian Minnie, Yuna terisak dibalik selimut yang menutupinya. Sakit seperti ini mengingatkannya pada masa-masa kelamnya dulu, dimana saat itu dirinya dipukuli oleh sang ayah, bukan satu atau dua kali tapi puluhan bahkan ratusan kali Yuna sudah dipukuli hanya karena kesalahan kecil atau bahkan sangat kecil. Tidak ada ampun baginya setiap melakukan kesalahan bahkan untuk yang terkecil pun seperti saat dirinya memberi makan seekor kucing yang kelaparan, Yuna kecil juga kena marah dan dihukum karena mengambil makanan dirumah ayahnya untuk diberikan ke kucing liar


Yuna pernah sakit seperti ini tapi tidak ada yang benar-benar peduli. Dia sendirian bergelung dibalik selimut bekas sembari menggigil hebat, bertahan dari sakitnya dengan penuh tekad kuat. Berpikir suatu saat dirinya akan bahagia tapi nyatanya apa? Sampai akhirpun tidak ada yang peduli


Dia sakit dan sendirian


"Semoga kamu terus kuat didalam sana ya, nak." Yuna mengusap perutnya pelan dibalik selimut yang membungkusnya. Rasa dingin yang menghantamnya sama sekali tidak berkurang walau tiga lapis selimut tebal kini menutupinya


πŸ€πŸ€πŸ€


"Setelah ini apa lagi jadwalku?" tanya Aaron pada Jimmy dibelakangnya dengan tab ditangan memeriksa jadwal padat pekerjaan Aaron. Mereka baru saja selesai dari rapat penting dan sekarang Aaron menjatuhkan diri di kursi kebesarannya sembari memijit keningnya yang mendadak terasa menyakitkan

__ADS_1


"Sore ini Anda ada jadwal melakukan peninjauan proyek di pusat kota Tuan! Anda harus melihat sendiri bagaimana berjalannya proyek besar itu karena El-Capital adalah sponsor terbesar untuk proyek bernilai Triliyun ini," jelas Jimmy yang hanya didengarkan dengan baik oleh Aaron


"Atur saja kedatanganku..." timpal Aaron yang malas untuk berkata-kata lebih dari itu


"Lalu malamnya Anda__" Braakkk... Suara pintu terbuka dengan kasar menghentikan pembacaan Jimmy akan jadwal Tuan-nya. Kedua pria beda jabatan itu menatap terkejut pada pintu ruang kerja Aaron yang terasa seperti didobrak dan dibaliknya muncul seorang Helena yang tempo hari dikatai ja lang oleh Aaron


Kepala pusing malah semakin menjadi-jadi saat melihat wanita itu di kantor. Apa lagi yang diinginkan Helena sekarang?


Seorang security tampak menunduk dihadapan Aaron dan Jimmy, dia merasa telah gagal menjalankan tugas untuk menghentikan Helena masuk ke ruang kerja bos-nya tapi nyatanya Helena bertindak cerdik dengan pura-pura bertanya lalu mengambil kesempatan kabur menuju ruang kerja Aaron. Ada sesuatu yang perlu ditunjukkannya pada Aaron dan Helena yakin pria yang menjadi kekasihnya itu akan terkejut


"Ma_maaf Tuan!" cicit si security merasa malu dan gagal. Jimmy menatap pada tuannya yang kembali menopang tangan memijit keningnya tanpa peduli dengan wajah memelasnya si security yang memohon agar tidak dipecat


Mewakili Aaron, Jimmy melambaikan tangannya menyuruh si security untuk meninggalkan tempat itu sekarang hingga hanya tersisa mereka bertiga disana. Helena melangkah mendekat kearah Aaron dengan wajah penuh percaya diri. Tidak mungkin Aaron akan membuangnya begitu saja bukan? Apalagi setelah dia memperlihatkan sesuatu yang pasti akan membuat Aaron terkejut dan tak percaya. Helena yakin Aaron pasti akan memohon untuk dirinya kembali kepada pelukan pria itu setelah melihat apa dia bawa


"Kamu selamanya milikku, Aaron..."


.


.


.


Mampir juga dikarya temanku yaπŸ‘‡πŸΌ


__ADS_1


__ADS_2