
Tiga hari lagi menjelang acara perhelatan resepsi pernikahan Gina. Rumah mewah yang saat ini ditempati Yuna mulai ada orang-orang asing masuk untuk menawarkan jasa mereka mengurus segala hal yang perlu dipersiapkan
Yuna berdiri diatas balkon tingkat dua menatap kebawah dimana ada beberapa orang berlalu lalang dalam keadaan sibuk di halaman yang akan segera disulap menjadi spektakuler di tangan ahlinya
Helaan nafas terdengar cukup sengau, Yuna sudah menyembunyikan diri selama sebulan lebih di rumah ini tanpa sekalipun menginjakkan kakinya untuk keluar dari rumah mewah ini
"Yuna..." panggil sebuah suara yang berasal dari seorang pria yang kini berada dibelakang Yuna dan menatapnya. Yuna tersentak dan langsung menoleh kebelakang, tampak putra Bu Emma melihatnya dengan wajah tersenyum
"Ivan, sedang apa kamu disini?" tanya Yuna spontan pada pria yang adalah Ivan Bonnie, putra Bu Emma dan juga kakak dari Gina Bonnie. Bukankah dunia ini terlalu sempit? Yuna tidak pernah menyangka kalau Renata berteman akrab dengan Ivan, hingga hari itu saat Renata harus segera berangkat ke kota Y, dia membawa Yuna kerumah keluarga Ivan, dan selanjutnya terciptalah keadaan yang saat ini dialami Yuna. Dirinya diterima dengan begitu baik oleh keluarga pria yang Yuna ketahui menyimpan perasaan padanya
Selama sebulan ini, Yuna maupun Ivan jarang sekali berbicara. Bukan karena ingin menjauh, tapi Yuna tidak bisa memberikan harapan palsu pada seorang Ivan yang sudah begitu baik padanya, Yuna tidak dapat membohongi diri kalau dirinya hanya menganggap Ivan sebagai sosok seorang teman dan tidak lebih dari itu. Begitupun dengan Ivan, dia sudah menyerah pada Yuna, dirinya tidak mau lagi melanjutkan obsesinya yang mungkin akan membuatnya semakin buruk dihadapan orang-orang yang disayanginya. Yuna pernah menolongnya, biarlah itu menjadi kisah masa lalu yang akan selalu dikenangnya sebagai kebaikan dari seorang wanita cantik seperti Yuna
Seperti kata terakhir Ivan hari itu, dia berjanji akan berhenti mengejar Yuna saat percobaan terakhirnya gagal, dia bahkan hampir mati ditangan Aaron saat itu. Ivan masuk rumah sakit setelah dihajar Aaron dan disana dirinya bertemu dengan teman lamanya, Renata yang juga sedang dalam keadaan berduka dan terluka
Ivan tidak sadar dengan apa yang dirasanya. Dia yang ingin memeluk seorang Renata saat wanita itu menangis, dan merasa nyaman dengan wanita itu walau interaksi yang mereka ciptakan hanyalah obrolan ringan tentang kisah tragis akan cinta masing-masing. Ivan dengan cinta yang tak sampai dan Renata dengan tragedi yang memisahkan cintanya
Setelah pulang dari rumah sakit, saat itulah Renata mulai membayang di kepalanya, dan tanpa Ivan sadari kalau Yuna juga perlahan tidak lagi menjadi prioritas utamanya. Rasa yang dialaminya akan dua wanita itu jelas berbeda, Ivan terobsesi pada seorang Yuna namun itu bukan cinta, tapi dengan Renata, Ivan bukan ingin memilikinya melainkan ingin melindungi dan menjaganya
__ADS_1
Malam itu saat Renata datang membawa Yuna, Ivan cukup dibuat senang namun bukan Yuna yang membuatnya merasakan hal itu melainkan dirinya dapat melihat Renata lagi, Renata yang jauh lebih baik daripada saat dilihatnya di rumah sakit, senyuman Renata mulai kembali menghiasi kepalanya hingga terus membayangi seorang Ivan
Mengetahui Renata akan pergi ke negara Y secara tiba-tiba membuat Ivan merasa hampa kembali seakan hatinya yang baru saja berbunga-bunga kembali layu dengan kabar itu. Tidak ada yang bisa dilakukan pria pengecut sepertinya selain merelakan Renata pergi setelah menerima Yuna tinggal dirumahnya
Namun, beberapa hari ini setelah memikirkan matang-matang akan perasaannya, Ivan tersadar. Dia jatuh cinta pada seorang Renata dan berencana mencari Renata ke kota Y lalu berjuang untuk mendapatkan hati wanita itu. Halangannya mungkin tidak akan serumit mendapatkan Yuna, karena Ivan tahu suami Renata sudah meninggal.
"Ada sesuatu yang perlu aku katakan padamu," ujar Ivan sembari menatap Yuna lembut. Bohong, jika dirinya mengatakan tidak lagi menyukai Yuna, karena bagaimanapun Yuna adalah wanita pertama yang menyentuh hatinya, namun Ivan sekarang cukup sadar diri, mustahil baginya untuk mendapatkan Yuna jadi, biarkan saja sekarang dirinya menganggap Yuna seperti adiknya sendiri sama seperti ibunya yang menganggap Yuna seperti putrinya sendiri
"Sesuatu! Apa itu?" tanya Yuna penasaran
Ivan memang tidak merasakan ikatan yang baik dengan ayahnya yang selalu menuntutnya dengan sesuatu yang tidak sanggup dilakukan tubuhnya, namun membayangkan seorang anak lahir tanpa seorang ayah disisi, pastilah itu lebih menyakitkan daripada memiliki ayah yang suka menuntut, setidaknya tidak ada yang mengejeknya anak haram ataupun dikatai tidak punya ayah
Yuna cukup terkejut dengan apa yang Ivan katakan
"Kamu tidak mengatakan apapun soal aku, kan?" tanya Yuna khawatir Ivan sampai mengatakan soal keberadaannya pada Aaron. Yuna belum siap untuk bertemu Aaron saat ini kendati hatinya merasa rindu pada sosok mantan suaminya itu
"Kamu tenang saja, Yuna! Aku tidak mengatakan apapun soal dirimu, tapi__"
__ADS_1
"Tapi apa?" tanya Yuna cepat, merasa penasaran dengan kalimat sambungan Ivan yang tiba-tiba berhenti
"Aaron menjadi sangat kacau setelah kepergian dirimu, dia bahkan meminta tolong diriku untuk mencarimu. Dia putus asa setelah tidak menemukanmu di mana pun," jelas Ivan yang hanya ditanggapi datar oleh Yuna
"Kamu salah kira, Ivan! Itu bukan karena kepergianku. Aaron menjadi kacau mungkin karena Helena masuk penjara." jawab Yuna yang membuat Ivan menggeleng cepat. Walau dia tahu ada hubungan antara Aaron dan Helena tapi jelas bukan itu yang ditangkapnya sebagai penyebab frustasinya seorang Aaron
Ivan tahu kalau Helena sama sekali tidak ada harga dimata Aaron sekarang, itu terlihat saat dulu dirinya membawa polisi untuk menangkap Helena dengan dugaan perencanaan pembunuhan terhadap Yuna yang mendapat laporan dari Renata sebagai saksi mata, Helena harus mendekam di penjara minimal dua tahun karena tindakan kriminalnya tersebut
Saat itu Helena sempat menghubungi Aaron untuk meminta tolong pria itu, tapi dengan acuhnya Aaron menjawab kalau dia tidak punya urusan dengan apapun yang Helena kerjakan, dan berkata kalau wanita itu harus menanggung sendiri perbuatan yang dilakukannya. Syukur saat itu Aaron langsung memutuskan sambungannya tanpa sempat Helena katakan kalau korban yang ingin ditabraknya adalah Yuna, kalau tidak, pasti sangat mudah bagi Aaron untuk menemukan keberadaan Yuna
"Tidak... Kurasa ini tidak ada hubungannya dengan Helena! Aaron hanya mengucapkan nama kamu saja dihadapanku! Kamu harus melihat betapa kacaunya Aaron sekarang." Ivan tersenyum lucu saat mengingat penampilan Aaron saat itu. Pria penguasa yang tidak lagi terurus, menyedihkan!
.
.
.
__ADS_1