Gigoloku Suamiku

Gigoloku Suamiku
Tulus


__ADS_3

"Bantu aku menyembunyikan kabar kesembuhan Yuna nantinya," ujar Aaron tiba-tiba setelah terdiam berpikir beberapa saat


"Apa maksudnya, Tuan?" tanya Jimmy kebingungan


"Aku tidak akan membiarkan pria sialan itu memperlakukan Yuna seperti seonggok barang yang bebas diatur-atur, jadi tolong sembunyi fakta kalau Yuna sudah sembuh!"


"Nyonya muda sudah sembuh?" kebingungan semakin memenuhi kepala Jimmy


"Yuna sudah jauh lebih mendingan tadi pagi. Kurasa dia segera sembuh!" ujar Aaron lirih


"Syukurlah!" sahut Jimmy dengan nafas lega, kurang baik apalagi dia sebagai seorang asisten?


"Jimmy, tolong atur jadwalku sesingkat mungkin karena aku harus segera kembali ke mansion untuk melihat keadaan istriku."


"Ya?..." sahut Jimmy kembali linglung. Apa dia salah dengar? Tuan-nya mengatakan harus segera kembali karena istrinya! Wuah, sepertinya atasannya itu sudah bucin akut sama sang istri


"Aku tidak bisa kehilangan istriku!" lanjut Aaron yang hanya diangguki Jimmy dengan wajah bodoh dan bingungnya


"Saat ini kabar yang beredar bahwa aku merencanakan perceraian pada Yuna tanpa publik tahu kalau aku sudah menandatangani surat cerainya dan jika Yuna menandatanganinya juga serta menyerahkannya pada pengadilan maka terlambat sudah. Aku harus menemukan surat cerai itu dan melenyapkannya!" tekad Aaron yang diangguki Jimmy dengan semangat. Surat cerai yang sudah Aaron serahkan pada Yuna harus segera diambil kembali dan dihancurkan sebelum Yuna membubuhi tanda tangannya juga disana


πŸ€πŸ€πŸ€


Yuna terbangun saat menjelang siang, dia merasakan tubuhnya jauh lebih sehat. Setidaknya demamnya sudah hilang, begitupun dengan batuknya yang tidak lagi parah serta suhu badannya yang sudah berangsur normal


Yuna terbayang akan kejadian semalam saat dirinya merasakan tubuhnya dipeluk oleh seseorang semalaman


"Aku merasa semalam Aaron memelukku sampai pagi! Apa itu mimpi?" Yuna membatin dengan kebingungan yang memenuhi kepalanya


"Begitu aku bangun dia tidak ada, sebenarnya apa yang sedang kurasakan?" kembali Yuna bertanya dalam batinnya saat tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dengan Minnie dibaliknya


"Nyonya! Anda sudah baikan?" tanya Minnie langsung mendekat dengan nampan berisi bubur untuk sang Nyonya


"Ah...? Iya..." jawab Yuna bingung dengan reaksi Minnie yang langsung menyentuh dahinya dan memeriksa suhu tubuhnya


"Apa Anda masih merasa panas atau dingin?" tanya Minnie khawatir saat merasakan suhu normal ditubuh sang Nyonya

__ADS_1


"Aku baik-baik saja, Minnie. Terima kasih sudah perhatian padaku!" jawab Yuna tersenyum tulus pada sosok pelayan setianya itu


"Syukurlah!" Minnie terlihat tulus dengan kalimat syukurnya "Saya akan segera memanggil dokter untuk memeriksakan keadaan Anda." Minnie langsung beranjak untuk menghubungi dokter


"Minnie...!" panggil Yuna pelan


"Tolong tetap jaga rahasia tentang kehamilanku, jangan beritahukan pada siapapun!" Minnie menatap pada Nyonya-nya tak percaya. Jadi, Nyonyanya belum memberitahukan perihal kehamilannya pada Tuan Aaron


"Ba-baik Nyonya" Minnie berlalu setelah menjawabnya. Yuna termenung sesaat memikirkan sesuatu yang mengganggu pikirannya. Apa semalam memang suaminya yang memeluknya tapi Yuna menggelengkan kepalanya. Jika pun benar Aaron yang menjaganya semalaman pasti Minnie akan bicara padanya


Selang setengah jam kemudian, dokter yang dipanggilkan Minnie kembali hadir di mansion dan memeriksa keadaan Yuna


"Bagaimana dok? Apa ada yang salah dengan tubuh saya?"


Sang Dokter tersenyum menanggapi dan menggeleng


"Tidak Nyonya! Semuanya baik-baik saja. Kandungan Anda pun baik- baik saja! Sepertinya janin Anda begitu kuat," jelas sang Dokter


"Syukurlah!" Yuna menghelakan nafasnya lega "Tapi Dok, saya mohon tolong sembunyikan perihal kehamilan saya dari suami saya ya! Saya ingin memberitahukannya sendiri padanya sebagai kejutan." Yuna memohon pada sang dokter agar Aaron jangan sampai tahu tentang kehamilannya. Yuna masih belum mendengar kejujuran dari Aaron dan belum ingin suami sialannya itu tahu perihal dirinya mengandung. Jika Aaron memutuskan menipunya sampai akhir maka Yuna juga akan menutupi kehamilannya sampai akhir


"Jadi, Tuan Aaron belum tahu kalau dia akan jadi seorang ayah?" Yuna menggeleng pelan


"Sepertinya kabar ini akan menjadi berita bahagia untuknya." Sang Dokter menimpali sedang Yuna hanya mengangguk ragu akan komentar itu


"Sepertinya," jawabnya pelan dan ragu


"Baiklah kalau begitu! Kondisi Anda sudah jauh lebih baik dan tidak ada masalah apapun lagi. Anda hanya perlu banyak beristirahat dan jauhi pemikiran yang berat-berat agar kondisi Anda semakin baik"


"Baik Dok, terima kasih!" ujar Yuna yang diangguki oleh dokter tersebut sembari tersenyum


"Saya permisi, Nyonya."


πŸ€πŸ€πŸ€


Minnie membawa segelas jus buah yang diminta buatkan oleh Yuna dan baru teringat kalau dirinya belum memberi kabar pada Aaron tentang Yuna yang sudah sadar dan keadaannya jauh lebih baik. Sebelum pergi tadi pagi, Aaron sudah memperingatkannya untuk mengabarinya jika Yuna sudah sehat kembali

__ADS_1


"Ah, saya belum memberitahu Tuan Aaron kalau Anda sudah sehat!" ucap Minnie tiba-tiba


"Kenapa harus memberitahunya perihal kesehatanku?"


"Nyonya, Anda tahu! Tuan sangat khawatir karena Anda sakit..." tutur Minnie yang membuat Yuna tertawa kecil. Aaron khawatir? Itu lucu. Suaminya itu bahkan mampu menipunya dalam peran lalu sekarang berakting seakan dia peduli dengan dirinya yang sedang sakit, oh tentu saja itu mungkin. Aaron khawatir dia sakit dan sampai mati, takut nanti orang-orang akan berpikiran buruk tentang keluarga besarnya, setidaknya itulah pemikiran didalam kepalanya Yuna


"Khawatir padaku? Hah! Kurasa itu terlalu berlebihan.." timpal Yuna seraya meraih jus buahnya dan menyesapnya


"Tuan semalaman menjaga Anda, apa Anda tidak mengingatnya Nyonya? Tuan bahkan baru pergi saat matahari terbit..." jelas Minnie yang membuat Yuna membeku dan meletakkan minumannya kembali atas nakas


Seperti yang diduganya, semalam memanglah suaminya yang memeluknya apalagi Yuna seakan dapat mendengar satu kalimat 'Ini aku, suamimu' tadi malam. Siapa lagi yang akan mengakui sebagai suaminya selain Aaron


Yuna mengusap wajahnya dan mulai berpikir apa yang menjadi penyebab suaminya itu mau menjaganya semalaman dan bahkan memeluknya, tentu saja bukan karena tidak ingin dia sakit dan menjelekkan nama besar keluarga Nelson, karena jelas Aaron tidak akan mau memeluknya seperti awal-awal pernikahan mereka. Aaron sangat menghindari skinship antara mereka


"Apa dia sedang menyesal hingga berpikir menjagaku seperti ini akan membuatnya lebih baik?" tanya Yuna lirih


"Kurasa bukan! Tuan Aaron terlihat tulus melakukannya," komentar Minnie yang membuat Yuna menatap tajam pada pelayannya itu


"Kamu juga sama saja! Kamu menjagaku seharian, apa tidak takut penyakitku menular padamu?"


"Tidak Nyonya! Saya memiliki tubuh yang kuat dan jarang terinfeksi penyakit, lagian saya melakukan ini semua dengan tulus sama seperti tulusnya Tuan Aaron menjaga Anda semalam." jelas Minnie. Yuna menatap pelayannya itu seakan meminta penjelasan lebih


"Apa maksudmu?" tanya Yuna


"Nyonya, semalam saya sempat kembali ke kamar Anda ketika sudah larut dan melihat Tuan Aaron mengompres Anda dengan begitu sabar, dan saat Anda kedinginan! Tuan Aaron akan bersegera masuk keselimut yang sama dengan Anda dan memeluk Anda. Tuan Aaron terlihat sangat ingin Anda sembuh." ujar Minnie tanpa mengatakan kalau dirinya juga sempat melihat Aaron yang mengecupi bibir Nyonya-nya itu


Melalui celah pintu yang sedikit terbuka, Minnie melihat potensi besar dalam hubungan Tuan dan Nyonya-nya untuk tetap bersama. Ada rasa diantara dua orang itu yang mungkin tidak bisa diucapkan melalui lisan, namun tindakan keduanya sudah cukup membuktikan kalau sepasang suami-istri itu memang saling mencintai


.


.


.


Kritik dan sarannyaπŸ™

__ADS_1


__ADS_2