Gigoloku Suamiku

Gigoloku Suamiku
Ini aku, Suamimu!


__ADS_3

"Kamu benar ini semua salahku!" ujar Aaron yang membuat Minnie kembali tergagap, dia mendadak merasa begitu bersalah


"Sa_saya minta maaf Tuan, saya terlalu kurang ajar dalam berbicara tadi sore..." Minnie menunduk dengan keringat yang membasahi dahinya. Sungguh dia merasa ketakutan dan bersalah


"Tenanglah! Kamu tidak perlu minta maaf! Sekarang biarkan aku yang menjaga Yuna." Aaron berkata sembari mendudukkan diri disamping tubuh Yuna yang terbaring, menatap pada sang istri dengan lembut


"Eh..." pekik Minnie kecil


"Kenapa sikap Tuan Aaron tiba-tiba berubah jadi perhatian pada Nyonya? Apa dia baru saja memakan sesuatu yang salah atau kepalanya baru saja terbentur sesuatu?" Minnie bertanya-tanya dalam batinnya. Sikap yang ditunjukkan oleh Aaron benar-benar membuatnya bingung


"Tidak perlu kaget begitu! Aku hanya ingin menjaga istriku," timpal Aaron cepat menanggapi kekagetan Minnie akan sikapnya


"Me_ meskipun begitu, sikap Anda yang tiba-tiba__"


"Terima kasih sudah menjaga dan menyayangi Yuna dengan baik selama ini" potong Aaron akan kalimat Minnie, pria itu masih saja menjatuhkan tatapannya pada wajah sang istri yang berkeringat. Sakit Yuna terlalu tiba-tiba. Aaron jadi bertanya-tanya apa istrinya kalau sakit memang begini kelihatannya


"Tapi kuharap semua yang kau lakukan itu tulus dari hatimu, karena kurasa Yuna juga begitu peduli padamu," lanjut Aaron pelan saat teringat dirinya yang mengabaikan bahkan tidak memberikan bayaran dan belanja pada sang istri beserta pelayan di Mansion. Yuna mengorbankan seluruh gajinya yang tidak seberapa untuk membayar mereka dan sekarang istrinya itu sakit dan tidak dapat mengajar, apa Yuna sudah meminta izin libur mengajar?


"Saya tulus pada Nyonya, Tuan..." Minnie juga menatap sayang pada Yuna yang masih saja terbatuk-batuk


"Hanya Nyonya yang mau menampung dan bahkan mengakui saya sebagai adiknya ketika banyak orang memandang saya sebelah mata. Hanya Nyonya yang mengulurkan tangan ketika saya sudah berputus asa dengan keadaan!" jelas Minnie sembari teringat saat dulu pertama kali dirinya bekerja di mansion Nelson, dia dianggap layaknya sampah dan diperlakukan dengan begitu tidak manusiawi oleh kepala pelayan di mansion hingga Yuna datang dan menetap di mansion ini, Nyonya-nya itu memandang sama semua pelayan, tidak ada senior ataupun junior. Hingga kabar bahwa mereka tidak mendapat bayaran yang layak menetap di mansion, membuat sebagian pelayan dan pengawal memilih hengkang dari pekerjaan mereka dan tinggallah beberapa yang setia saja, termasuk Minnie yang sudah terlalu menyayangi sosok Yuna sebagai majikannya yang luar biasa


Minnie yang pernah membutuhkan banyak biaya untuk berobat putrinya yang mendadak sakit juga mendapat biaya dari Yuna yang membantu Minnie dengan cara mengadaikan seluruh perhiasan yang diberikan oleh mertua Yuna yaitu pak William Nelson. Karena itulah juga yang membuat Minnie tidak sampai hati untuk berkhianat pada sang Nyonya kendati tidak diketahuinya akan suatu rahasia yang Tuan-nya mainkan

__ADS_1


"Pergilah! Aku akan menjaganya dengan baik."


Minnie mengangguk dan mencoba untuk percaya pada Aaron menjaga sang Nyonya.


"Kembalilah esok paginya..." ujar Aaron tiba-tiba saat Minnie sudah melangkah untuk keluar


"Apa Anda akan berjaga disini sampai besok pagi?" tanya Minnie terkejut plus penasaran


"Eum..." Aaron hanya mengangguk dalam gumaman. Akhirnya Minnie memilih keluar kembali dari kamar Yuna meninggalkan sepasang suami istri tersebut didalamnya


"Bibirmu bengkak," ujar Aaron mengusap pelan bibir Yuna yang kamaren dil umatnya dengan menggebu-gebu. Sungguh, dirinya tidak akan menyangka sang istri akan jatuh sakit sampai separah ini


"Segera sembuhlah, Yuna." Aaron mengusap peluh didahi sang istri dan mulai menyadari kalau apa yang dikatakan Minnie mulai terjadi, Yuna mulai menggigil kedinginan setelah sebelumnya merasa panas


Aaron bergerak cepat membaluti sang istri dengan selimut tebal, namun geletukan gigi Yuna yang kedinginan masih terdengar yang bertanda kalau selimut tebal yang membaluti tubuh Yuna sama sekali tidak membantu


"Selimut ini tidak bisa membantu!" gumamnya mulai kelimpungan memikirkan cara lain. Menghidupkan penghangat ruangan tapi tidak ada terpasang benda itu dikamar Yuna. Aaron baru tersadar kalau sang istri memang tinggal di kediaman mewah tapi isi didalamnya sangatlah sederhana


"Jika aku memeluknya dan berbagi suhu tubuh kami, apakah itu akan membantu?" tanya batin Aaron pada dirinya sendiri, dan tanpa banyak berpikir lagi dengan ide anehnya Aaron langsung menyibak selimut Yuna dan menaiki ranjang, merebahkan diri tepat disamping sang istri lalu menarik Yuna kedalam pelukannya, dan memeluk istrinya itu dengan erat


Dalam pelukan itu Yuna yang setengah sadar membuka matanya pelan, dia merasakan seseorang memeluk tubuhnya tapi Yuna tidak tahu siapa karena matanya juga tidak mau terbuka sepenuhnya, rasanya perih saat dirinya mencoba membuka matanya


"Sshh, si_siapa...?" tanya Yuna dengan suara lirih yang hampir tidak terdengar, namun jarak dekat mereka mampu membuat Aaron menangkap pertanyaan sang istri

__ADS_1


"Ini aku, Suamimu!" jawab Aaron pelan namun tegas dan membawa sang istri semakin dalam kedalam pelukannya. Tubuh Yuna benar-benar terasa dingin saat tersentuh dan terasa oleh kulit Aaron


Aaron merasakan Yuna sudah tertidur nyaman dan tidak lagi terlihat gelisah seperti tadi serta batuknya juga sudah jauh berkurang. Entah sadar atau tidak, Yuna semakin merasuk dalam pelukannya seakan mencari kehangatan dari tubuhnya, itu bagus bagi Yuna tapi tidak bagi Aaron yang pikirannya kembali tidak terkontrol membayangi percintaan panasnya dengan sang istri.


"Kamu harus kuat dan cepatlah sembuh, Sayang! Aku rindu dengan undanganmu seperti sebelumnya," ucap Aaron lirih sembari mengecup pelan bibir pucat Yuna, mengabaikan fakta jika dirinya bisa saja tertular batuk dari sang istri


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


Ivan menatap pada selembar foto Yuna ditangannya dan dia merasakan cintanya pada sosok Yuna penuhlah dengan rintangan yang membentang dan rintangan terbesarnya adalah Aaron, suami dari Yuna sendiri


"Aku mencintaimu," gumamnya pada foto Yuna. Hanya Yuna satu-satunya wanita yang memiliki dunianya, dikarenakan dulu hanya wanita itu yang mengulurkan tangan pada keputus asaannya. Ivan terbayang pada kejadian tiga tahun lalu, dimana saat itu dia lahir dalam keluarga broken home dan selalu dituntut akan tanggung jawab yang belum di mengertinya. Puncak dari tuntutan dan kerusuhan dalam keluarganya membuat Ivan berencana mengakhiri hidupnya, tapi Yuna datang dengan sayap malaikatnya merangkul dirinya dari kegelapan dan membawanya pada cahaya kehidupan


Jadi, salahkah jika dirinya sampai jatuh hati pada sosok seperti itu? Ivan tidak pernah merasa salah menempatkan perasaannya. Dengan berbekal keyakinan bahwa dirinya bisa bersatu dengan Yuna, Ivan bangkit dan membangun kembali perusahaan ayahnya yang hampir saja jatuh dan tenggelam. Ivan bekerja dengan sangat keras untuk mencapai posisinya sekarang tapi semuanya jadi sia-sia saat melihat Yuna sudah bersuami


"Yuna bahkan tidak memakai cincin yang pernah kuberikan..." Ivan tertawa membayangkan kalau dirinya benar-benar tidak ada harapan.


"Setidaknya aku harus berusaha untuk terakhir kalinya, jika memang setelah ini tidak bisa juga aku mendapatkannya, aku akan menyerah!" Ivan menguatkan dirinya dan mengambil kesimpulan untuk berusaha terakhir kalinya mendapatkan seorang Yuna, tidak peduli jika pun setelah ini Ivan akan mati ditangan Aaron


.


.


.

__ADS_1


Mampir juga di karya temanku๐Ÿ‘‡๐Ÿผ



__ADS_2