
Yuna tersenyum remeh dengan setiap kalimat yang diucapkan oleh Ivan. Bagaimana Ivan membela seorang Aaron sekarang? Apa kondisi Aaron sekarang sekacau itu? Tapi Yuna tidak akan percaya semudah itu
"Biarkan saja, aku juga tidak ada hubungan apapun lagi dengannya!" ujar Yuna mencoba membohongi hatinya kembali yang merasa khawatir sekaligus rindu pada sosok Aaron. Tapi harus bagaimana dia bersikap, tindakan Aaron padanya sudah terlalu tidak dapat Yuna tolerir, Aaron hanya memikirkan kesenangannya sendiri selama ini dan jika karena keputusan Yuna sekarang membuat Aaron frustasi, itu sangatlah pantas sebagai hukuman untuk pria itu, biar Aaron merasakan bagaimana itu rasanya diabaikan dan tidak diinginkan
"Kau mengandung anaknya Yuna! Bagaimana bisa kamu mengatakan tidak ada hubungan apapun dengannya, bayimu juga butuh sosok ayah dalam hidupnya." tuturan tegas Ivan membuat Yuna menatap pria itu tak percaya kalau Ivan terlihat begitu bijak dan dewasa saat bersikap tegas seperti sekarang
"Aku tahu kalau kamu mencintai Aaron, dan karena itu jugalah kenapa kamu menolak perasaanku. Jadi, berhenti berbohong dan akuilah kalau kamu juga merindukan mantan suamimu itu..." lanjut Ivan lagi saat Yuna hanya mampu terdiam
"Aku memang mencintainya, tapi itu dulu! Sekarang cintaku sudah kuberikan pada orang lain," tutur Yuna yang membulatkan mata Ivan terkejut. Apa maksud Yuna menyimpan cinta pada orang lain selain Aaron
"Aku mencintai gigoloku yang memakai topeng..." batin Yuna yang mendeskripsikan perasaannya sekarang
"Gigoloku... Saat dulu aku menunggu keputusan Aaron dalam menceraikanku, tanpa sadar cintaku tumbuh setiap harinya tanpa mengetahui siapa gigolo itu sebenarnya... Dulu, hatiku terasa kosong dengan ide bercinta dalam khayalan. Aku tidak pernah ingin membagi hati antara Aaron dengan gigoloku, namun setelah mengetahui segalanya, rasa itu hampa tanpa aku ketahui kemana arusnya akan membuatku terdampar," jerit batin Yuna yang masih belum sembuh dari lukanya
"Kamu mengabaikan perasaanku padamu dan sekarang berkata menyimpan perasaan pada orang lain! Apakah itu tidak terdengar egois, lalu siapa pria lain itu?" Yuna tersentak dengan nada Ivan yang sekarang jauh dari kata lembut. Tampak jelas rasa kecewa tergambar dari ekspresinya, tapi Yuna tidak bisa membohongi diri kalau dirinya memang tidak memiliki perasaan sejenis cinta pada Ivan. Yuna menghargai bagaimana sikap Ivan yang dengan sengaja tidak mencoba mendekati dirinya selama ini, namun Yuna bisa melihat kalau Ivan tidak lagi terlalu tertarik pada dirinya. Ivan sudah menyerah namun rasa kecewa itu akan tetap ada ketika terbayang kamu kalah saat berjuang sedang tanpa kamu sadari ada orang lain yang sudah disiapkan sebagai pemenang tanpa bersusah payah berjuang seperti dirimu. Itu terdengar tidak adil bukan? Namun begitulah pengandaian yang Ivan alami sekarang
"Maaf Ivan, tapi aku__"
__ADS_1
"Sudah! Tidak perlu kamu lanjutkan, aku sudah tahu jawaban yang ingin kamu katakan. Setiap orang punya pilihan dan aku tidak berhak untuk memaksanya! Sekarang setidaknya perasaanku terasa jauh lebih baik, dan aku berharap kamu juga memikirkan anakmu, Yuna!" potong Ivan dengan penjelasan dan saran
Setelah mengatakan itu Ivan berbalik untuk pergi dari hadapan Yuna. Setidaknya dia sudah berusaha menolong Aaron untuk meluluhkan hati Yuna, walau akhirnya tetap gagal. Aaron belum cukup untuk mendapatkan penyesalan dan karmanya
Setelah kepergian Ivan, Yuna kembali menatap langit yang mulai dipenuhi awan mendung, sepertinya alam ingin mendukung suasana hatinya saat ini. Rasa ragu yang bercampur dengan rasa rindu. Tapi apa yang bisa Yuna lakukan, dia dan Aaron sudah tidak mempunyai hubungan apapun lagi
"Apa yang harus kulakukan?" gumam Yuna masih menatap langit dimana para burung terbang berseliweran, mereka mungkin sedang bergegas jika saja hujan akan segera turun dari awan mendung yang memenuhi langit. Terkadang hewan bisa lebih peka akan keadaan alam daripada manusia itu sendiri. Yuna mencoba tersenyum melihat makhluk bersayap itu mulai bersuara dan terdengar ribut didalam rimbunan daun pohon-pohon yang tumbuh dihalaman rumah Ivan
Perlahan tangan Yuna menyentuh lehernya dimana disana terdapat sebuah cincin yang dijadikan bandul sebuah kalung. Itu adalah cincin pernikahannya dengan Aaron, cincin yang selama ini disimpannya dengan begitu baik walau Yuna tahu cincin itu bukanlah sesuatu yang nyata dari apa yang Aaron berikan. Yuna tahu kalau cincin itu pastilah pilihan mendiang mertuanya
"Maaf pa, Yuna harus menjual cincin ini dan juga pergi dari sini," gumam Yuna seraya menggenggam erat cincin yang dibandul tersebut seakan dirinya merasa berat untuk melakukan ide di kepalanya namun tidak ada jalan lain yang terpikir olehnya. Yuna masih harus bertahan sampai dia menemukan pekerjaan dan tempat untuk menetap, tidak mungkin baginya untuk terus menumpang seumur hidupnya
Sudah saatnya Yuna mempertaruhkan semua yang dimilikinya
πππ
Langkah kaki itu melangkah dengan tidak bersemangat menuju kamar yang dulu menjadi tempat terakhir dirinya memandang sang istri. Aaron membuka kamar yang dulunya menjadi saksi akan kegiatan panasnya dengan Yuna serta saksi terbongkarnya identitas gigolonya dan kamar yang menjadi saksi dirinya kehilangan istrinya saat masih dalam pelukannya
__ADS_1
"Yuna..." ucap Aaron lirih, dirinya begitu merindukan sosok sang istri sekarang, Aaron bahkan hampir menjadi gila karena kehilangan wanita yang telah disakitinya secara mental dan juga wanita yang tanpa sadar telah mengambil seluruh hatinya tanpa sisa
Langkah itu kembali tergerak menuju ranjang dan mata yang dulunya tajam kini menatap sayu seluruh isi ruangan seakan sedang mengenang apa saja yang sudah terlewati dalam kamar ini. Aaron kembali berjalan pelan menyusuri tiap benda yang dapat disentuhnya, sebagian barang Yuna masih berada disitu. Istrinya pergi hanya dengan membawa beberapa potong pakaian saja
Tidak banyak benda mewah yang dimiliki istrinya itu, karena yang dapat Aaron lihat hanya buku-buku yang banyak dimiliki Yuna. Alih-alih barang branded, istrinya bahkan mengoleksi berbagai buku dengan referensi yang berbeda, tidak mengherankan jika Yuna bisa menjadi guru karena melihat betapa sukanya Yuna pada buku
Tangan Aaron bergerak menyusuri setiap buku yang tersusun berjejer di rak khusus yang Yuna siapkan. Buku-buku istrinya tersimpan dengan begitu rapi, dan Aaron yakin kalau debu pun tidak akan sempat untuk menempel disana karena begitu baiknya Yuna merawat buku-bukunya
Tiba-tiba, tangan Aaron yang tadinya menyusuri buku-buku itu terhenti pada satu buku yang menarik perhatiannya, buku itu tidak tipis dan tidak pula tebal, namun yang membuat Aaron tertarik adalah buku itu terselip diantara dua buku besar yang tidak terurut seperti susunan buku sebelumnya seakan buku itu diletakkan disitu secara asal
Aaron menarik buku itu dari himpitan buku disampingnya lalu melihat sampulnya dan matanya dibuat membulat menatap pada buku bersampul merah muda tersebut. Itu adalah buku diari Yuna, istrinya. Aaron terdiam, dirinya tidak pernah tahu kalau istrinya punya buku diari dan nyatanya Aaron memang tidak tahu apapun tentang Yuna, dia tidak pernah ingin tahu dan tidak pernah mencoba mencari tahu. Tapi sekarang Aaron merindukan sosok yang tidak dirinya tahu apapun itu, sangat merindukannya
.
.
.
__ADS_1