Gigoloku Suamiku

Gigoloku Suamiku
Yuna pergi


__ADS_3

Mentari menyapa pagi yang terlihat cerah, secerah suasana hati seorang pria yang menghabiskan malam dalam nirwana kenikmatan semalam. Aaron terbangun masih dengan senyum diwajah, namun dirinya belum mau membuka matanya. Aaron ingin memastikan objek yang menjadi pusat keindahannya masihlah berbaring disampingnya. Tangannya bergerak menyapu sampingnya pelan dengan harapan dia bisa memeluk istrinya yang semalam mengerjainya tapi berakhir manis diujungnya


Namun, tangan Aaron tidak merasakan objek apapun disampingnya, hanya datar kasur yang tertepuk olehnya. Perlahan Aaron mulai membuka matanya menatap pada sisi yang semalam diyakininya kalau sang istri berbaring disana, namun tidak ada siapapun yang tertangkap mata Aaron


Perlahan dirinya bangkit sembari mengucek pelan matanya, Aaron masih berpikir positif mungkin saja sang istri sedang di kamar mandi. Dia kemudian beranjak melangkah kearah kamar mandi, namun juga tidak menemukan Yuna, tapi tetap saja Aaron masih berpikir positif, berpikir kalau Yuna mungkin saja sudah turun kebawah menyiapkan sarapan pagi untuknya. Namun tiba-tiba penglihatannya pada suatu benda yang terletak diatas meja nakas seakan menghentikan detak jantungnya. Aaron membeku sesaat lalu bergegas melangkah mendekati benda itu yang sangat jelas Aaron kenali karena itu adalah benda yang dirinya kasih pada sang istri


"Tidak..." ucapnya lirih yang menggapai cepat benda berbentuk surat tersebut. Aaron membukanya... dan benar saja, itu adalah surat cerai yang sudah terbubuhi dua tanda tangan dari pihak suami dan istri yang berarti Yuna sudah menandatangi surat cerai yang pernah dilayangkannya


Tanda tangan itu seakan meruntuhkan dunia Aaron saat ini. Dia baru saja ingin memulai dunia baru dengan Yuna tapi apa yang didapatkannya sekarang? Perceraian! Dan itu adalah salahnya sendiri


Mata Aaron kembali menangkap sepucuk surat lain yang terletak diatas nakas. Apa itu surat pelengkap yang Yuna tulis untuk membuat dunianya semakin hancur? Kenapa rasanya begitu menyakitkan saat mengetahui dirimu harus berpisah dengan orang yang mulai menduduki tahta hatimu?


Aaron mulai membuka surat pelengkap itu, seakan mencari penjelasan dari semua kebingungan yang kini menghantamnya


Aaron... Hai...


Mungkin ini adalah surat terakhir yang akan kutulis untukmu, entah kamu sebagai Aaron atau sebagai gigoloku. Aku telah memenuhi janjiku dan keinginanmu untuk bercerai. Aku sudah mrnandatangani suratnya dan juga sudah menyerahkan salinannya pada pengadilan, itu berarti kita sudah resmi bercerai


Selamat! Akhirnya kamu bisa bebas dari wanita yang kamu benci sepertiku dan keinginanmu untuk mendapatkan segalanya sudah didepan mata, dan tentu saja kamu akan bisa menikahi wanita pujaanmu


Terima kasih untuk setiap waktu yang kita habiskan selama ini walau aku tidak mengenal dirimu saat itu, dan juga terima kasih untuk kalimat cinta yng kamu ucapkan semalam. Aku cukup tersentuh walau ku tahu itu hanyalah kata-kata yang kamu ucapkan agar aku mau melepasmu dari ikatan... Hahaha... Rasanya lucu membayangkan interaksi kita semalam tapi setidaknya kita berpisah dengan cara baik-baik


Aku tidak akan mengganggu hidupmu lagi, aku pergi!


Oh ya, datanglah kunjungi makam papa. Papa sangat merindukanmu dan hentikan rasa bencimu pada beliau karena papa sangat menyayangimu


Salam dari mantan istrimu

__ADS_1


Yuna Azara


Doubel kill untuk Aaron akan isi surat itu. Papanya sudah meninggalkan dunia ini dan dia sama sekali tidak tahu, lalu sekarang Yuna juga pergi meninggalkannya! Apakah takdir tidak terlalu kejam padanya?


Aaron jatuh tersimpuh, menyesali seluruh yang terjadi sebelumnya. Harusnya dia tidak membenci papanya separah itu, harusnya dia mendengarkan penjelasan papanya, harusnya dia mencari tahu dulu kebenaran tentang papanya dan bukan langsung menuduhnya seperti itu, harusnya dia tidak mengatai Yuna seperti apa yang pernah keluar dari mulutnya, harusnya dia jujur pada istrinya tersebut, harusnya dia mengungkapkan perasaannya lebih awal pada sang istri, harusnya... Harusnya... Harusnya...


"Harusnya kau mati saja, Aaron!" cecarnya pada dirinya sendiri sembari menyesali seluruh perbuatannya selama ini pada sang papa dan pada Yuna


Di akhir surat tertulis nomor makam sang papa lalu dengan kata selamat berbahagia untuk Aaron


"Tidak! Aku tidak bahagia dengan ini semua." Aaron meledak sembari mencabik-cabik surat cerainya. Dia tidak bisa menerimanya, tapi percuma saja. Semuanya telah terlambat, mereka sudah resmi bercerai setelah Yuna menyerahkan salinan surat cerainya pada pengadilan


"Tidak... Aku harus menemui Yuna! Aku tidak bisa membiarkannya pergi seperti ini! Dia pasti belum jauh dari daerah sini," gumam Aaron dalam kebingungannya menggapai pakaian apapun untuk dipakainya. Tidak peduli jikalau dirinya harus memakai pakaian gembel sekalipun karena prioritasnya sekarang ini adalah istrinya, Yuna


Aaron bergegas turun untuk mencari keberadaan sang istri dan dibawah Minnie menatapnya bingung dengan wajah gelisah yang Tuan-nya tunjukkan


"Apa kamu melihat Yuna?" tanya balik Aaron pada pelayan itu yang mengerutkan keningnya bingung. Dia belum melihat Yuna hari ini


"Tidak, Nyonya belum turun sedari pagi." jawab Minnie yang semakin membuat hati Aaron mencelos. Jika Minnie belum melihat Yuna di pagi hari apa itu artinya Yuna pergi semalam saat dirinya larut dalam dunia mimpi? Jika memang seperti itu maka itu berarti Yuna sudah benar-benar pergi jauh


Aaron kembali melangkah buru-buru. Setidaknya dia harus berusaha mencari sang istri


"Tuan, sebenarnya apa yang sedang terjadi?" tanya Minnie mengejar langkah buru-buru Aaron. Dia merasakan perasaan tidak enak juga dengan sikap Tuan-nya


"Yuna pergi, aku harus mencarinya," jawab Aaron masih dengan langkah yang sama


"Pergi! Pergi seperti apa maksud Anda?" Minnie sangat terkejut dengan jawaban itu dan berharap pergi yang Aaron maksud bukan pergi seperti yang terbayang di pikirannya

__ADS_1


"Yuna pergi meninggalkan semuanya, dia pergi meninggalkanku, meninggalkan kehidupannya!" teriak Aaron akhirnya yang membuat Minnie membeku ditempat. Akhirnya apa yang ditakutkannya terjadi, Yuna memutuskan pergi meninggalkan seluruh lukanya


"Tidak... Tidak mungkin..." Minnie menggeleng tidak percaya sedang Aaron terhenti dari langkah buru-burunya sembari mengepal tangannya erat. Bohong jika dirinya berkata baik-baik saja sekarang, nyatanya hatinya begitu sakit sekarang dan dia merasa begitu hancur dengan kepergian Yuna


"Tidak mungkin Nyonya pergi! Nyonya sedang hamil, bagaimana mungkin dia pergi meninggalkan semuanya!" seru Minnie tidak dapat terima, namun ada kata dalam kalimatnya yang membuat Aaron menatap pada pelayan itu


"Apa katamu? Yuna hamil?" tanya Aaron terkejut. Kenapa hantaman fakta terus mengenainya sekarang


Minnie menatap sang Tuan lalu mengangguk


"Iya Tuan, Nyonya sedang hamil." jawab Minnie singkat yang bahkan tidak lagi sanggup untuk menjelaskan


Triple kill, Aaron terdiam dan ikut luruh kelantai. Tiga fakta itu seakan menghancurkan seluruh hidupnya. Istrinya hamil dan dia juga sama sekali tidak tahu, dan sekarang istrinya pergi dengan anak mereka! Pantas saja semalam Yuna selalu memintanya untuk pelan-pelan dalam percintaan mereka, ternyata ada nyawa lain dalam tubuh istrinya sekarang


"Apa ini? Kenapa kamu harus menghukumku seperti ini Yuna?" Aaron menangis sembari memegang kepalanya sesal. Bagaimana dia bisa begitu bodoh tidak menyadari semua ini lebih awal?


"AAKKHH..." teriak Aaron tidak bisa menerimanya begitu saja. Dia merasa menjadi pria paling tidak berguna didunia ini. Ayahnya pergi meninggalkannya untuk selamanya dan istrinya pergi membawa anak mereka tanpa Aaron ketahui kemana kemungkinan sang istri pergi. Yuna jelas tidak punya tujuan selain kakaknya, Hotman. Sedang yang lain Aaron tidak tahu, dirinya tidak pernah merepotkan diri untuk mencari tahu tentang istrinya. Bagaimana seorang Yuna menghabiskan hari-harinya? Siapa saja yang dekat dengannya? Apa semua kesukaannya? Aaron tidak tahu apapun setelah memperistri Yuna selama dua tahun lebih dan sekarang istrinya telah pergi... Pergi meninggalkannya


.


.


.


Kritik dan sarannya🙏


Terima kasih untuk kalian semua pembacaku... Saya begitu terharu saat tadi dikasih tahu novel ini sudah mencapai 1K lebih favorit, angka yang cukup fantastis untuk novel abal-abal ini dan juga 25 vote wow... Seumur-umur baru dapat vote sebanyak ini, biasanya paling banyak cuma 4 biji haha😂 dan juga yang kasih hadiah terima kasih🙏

__ADS_1


__ADS_2