
"Tuan, kakaknya Nyonya muda ingin bertemu Anda!" Jimmy mengabari Aaron tentang kedatangan Hotman Weston, kakak lelaki satu-satunya Yuna ke kantor pria itu di paginya yang membuat Aaron terpaksa harus segera beranjak dari kegiatan nyamannya memeluk sang istri yang sakit
"Sial! Untuk apa dia ke kantorku?" Aaron bertanya kesal melalui telponnya pada sang asisten. Sungguh. Aaron juga muak pada wajah munafik seorang Hotman weston
"Sepertinya ini ada hubungannya dengan Nyonya muda dan tentang kabar perceraian Anda, Tuan" jelas Jimmy dengan tenang. Tuannya yang buat masalah kenapa pula dia yang harus menguras otak untuk masalah ini
"Baiklah, aku akan segera kekantor." Aaron bersegera menyiapkan diri dan berangkat ke kantornya untuk menemui kakak ipar sialannya, meninggalkan Yuna yang belum juga terbangun dan sadarkan diri
Sesampainya di kantor Aaron hanya mampu mengepalkan tangannya menatap pada pria didepannya. Pria yang pernah dibencinya juga sama seperti Yuna dikarenakan mereka satu ibu, tapi melihat bagaimana congkaknya sang kakak ipar saat melihat kedatangannya benar-benar membuat Aaron muak dengan nada akrab itu
"Hallo adik ipar! Apa kabar?" sapa Hotman dengan sok akrabnya. Aaron tidak menanggapinya, hanya wajah datarnya yang terpasang
"Ada apa tiba-tiba datang kemari?" tanya Aaron langsung ke intinya. Hotman tertawa menatap sinis pada sang adik ipar. Andai dia tidak ingat kekuasaan Aaron bagaimana, sudah Hotman ludahi itu adik ipar sialannya yang bahkan tidak mau merepotkan diri menolongnya saat dia krisis dalam bisnis
"wow, to the point sekali kamu Aaron! Tenanglah, apa tidak bisa kita bicara santai dulu?"
"Aku tidak punya waktu." jawab Aaron sarkas, Jimmy yang juga berada disana mengulum senyum. Bukan Tuan-nya jika tidak membuat lawan bicaranya kesal, dan Jimmy bangga dengan dirinya yang menjadi asisten Aaron. Karena belum tentu ada orang yang mampu sesabar dirinya menghadapi atasan seperti Aaron
"Hah! Tidak punya waktu tapi masih sempat menghilang di jam sibukmu?" timpal Hotman dengan sinis
"Bukan urusanmu! Cukup katakan saja apa tujuanmu datang kemari?" Aaron masih berusaha menahan diri saat tangannya mulai mengepal ingin membantai sosok didepannya
"Oke..oke, tenanglah! Aku kemari cuma ingin mengklarifikasi berita yang beredar. Apa benar kamu akan segera menceraikan Yuna?" tanya Hotman langsung sembari menatap pada Aaron dan menilai gerak-geriknya
"Lalu apa berita itu penting bagimu?" timpal Aaron tidak langsung menjawab pasti. Aaron masih mau memastikan apa yang mungkin menjadi alasan Hotman tiba-tiba menjadi sok peduli pada Yuna
__ADS_1
"Tentu saja penting! Yuna itu adikku satu-satunya, dan kalau kamu sudah tidak menginginkannya, maka aku harus mencari suami lain untuknya, bukan?" ujar Hotman yang semakin membuat Aaron mengepalkan tangannya kuat. Kakak iparnya ini benar-benar tidak tahu malu, menggunakan Yuna untuk keuntungannya sendiri
"Hah! Aku tidak percaya Anda akan datang secepat ini untuk kabar angin yang belum jelas kebenarannya!" Aaron menatap pada sang kakak ipar dengan tatapan dominannya. Dia lebihlah berkuasa daripada sosok kakak ipar brengseknya
Hotman membalas tatapan adik iparnya dengan senyum sinis yang terpasang. Dia jelas tidak akan peduli pada Yuna andai adik sialannya itu tidak membawa keuntungan besar untuknya. Hotman melangkah mendekat pada Aaron dan berbisik
"Sudah, jangan bersikap munafik didepanku. Aku tahu kalau kamu ingin menceraikan wanita sialan itu! Jadi, serahkan saja dia padaku dan kau bebas, Aaron!" ucap Hotman pelan penuh dengan kepuasan setelah mengucapkan kalimat itu, dia mundur lagi dua langkah dari dekat Aaron
"Aku yakin, kamu akan jauh lebih bahagia setelah bebas dari wanita pembawa petaka seperti Yuna. Jadi, serahkan dia padaku dan bebaskan dirimu dari kemalangan," lanjut Hotman penuh dengan kelicikan. Dia berencana menjual Yuna pada seorang pria tua yang akan memberikan banyak suntikan dana untuk usahanya setelah adik malangnya itu resmi bercerai dari Aaron. Wajah cantik yang Yuna miliki menjadi suatu keuntungan besar juga untuk Hotman
Aaron kembali menghunus sang kakak ipar dengan tatapan tajamnya. Apa yang Hotman katakan? Aaron akan lebih bahagia jika terbebas dari Yuna? Tahu apa dia tentang kebahagiaannya dan kenapa pula pria yang menjadi iparnya ini begitu mendesak agar dirinya bercerai dengan Yuna?
"Apa maksudnya itu? Apa kau punya rencana untuk menjual Yuna setelah dia resmi bercerai dariku?" tanya Aaron
"Tidak, bukan menjual tapi lebih tepatnya memberinya tempat untuk bisa hidup. Kau tahu, Yuna adikku yang cantik itu tercipta memang untuk membantuku! Lagian kamu juga sudah tidak menginginkannya, bukan?" ujar Hotman dengan sangat sengaja memperlambat intonasi bicaranya. Dia jelas sedang memprovokasi seorang Aaron, dan jika Aaron memang tidak ingin menceraikan Yuna, maka itu juga menjadi suatu keuntungan bagi Hotman. Dia bisa memeras adik iparnya itu
"Yuna lagi sakit, kau tidak bisa membawanya sekarang!" kata Aaron akhirnya tidak tahu harus berkata apa. Dia bagaikan pengecut sekarang dalam mempertahankan sang istri
"Yuna sakit? Sakit apa?" tanya Hotman bingung. Alih-alih khawatir dengan keadaan sang adik, pria itu lebih khawatir kehilangan sumber acuan uangnya. Jika Yuna sakit parah lalu meninggal, maka rencananya untuk mendapat bantuan dari pria tua yang sudah disiapkannya sebagai suami kedua Yuna harus pupus kandas sebelum dimulai
"Dia sakit parah, dan sakitnya juga menular. Kau ingin membawanya, tunggu sampai dia sembuh!" cetus Aaron dengan bumbu berlebihan dalam kalimatnya. Jelas yang diucapkannya adalah kebenaran berbalut kebohongan. Aaron tidak ingin Yuna pergi dulu dari sisinya sampai dia punya jalan untuk menyelesaikan semuanya, termasuk menyelesaikan kakak ipar sialan yang tak tahu diri didepannya
"Iya, itu ide bagus. Kalian mengambilnya dalam keadaan sehat berarti kalian juga harus mengembalikannya dalam keadaan sehat. Saat dia sudah sembuh, hubungi aku kembali! Sekarang aku pamit pergi." Hotman bangkit untuk beranjak pergi setelah berkata menganggap Yuna layaknya barang yang bisa dioper kesana-kemari. Andai Aaron tidak teringat akan kemungkinan buruk yang akan terjadi, mungkin tangannya akan melayang dan merontokkan seluruh gigi ipar sialannya itu
"Sakit Yuna bisa saja membuatnya kehilangan nyawanya, apa kamu tidak peduli?" tanya Aaron saat kaki Hotman sudah mencapai pintu keluar
__ADS_1
"Jika dia mati tinggal adakan pemakaman, mudah bukan!" ucap Hotman tanpa perasaan "Kamu pikir aku peduli dengan hidup dan matinya, dia hanya wanita yang lahir membawa kesialan." Hotman menatap nyalang pada Aaron untuk terakhir kalinya lalu benar-benar melangkah keluar dari ruang kerjanya Aaron
"Hotman weston..." teriak Aaron berang yang langsung ditenangkan oleh Jimmy yang juga tidak habis pikir dengan adanya manusia seperti Hotman
"Bagaimana manusia seperti dia bisa ada? Dia benar-benar menjijikan sebagai manusia... Setidaknya dia bisa berpura-pura khawatir dengan keadaan adiknya tapi apa katanya? Mengadakan pemakaman! Aku ingin membunuhnya!" cecar Jimmy sedang tangannya menahan Aaron yang ingin mengejar sosok Hotman.
"Sedang apa kau?" tanya Aaron memandang heran asistennya yang menggila sendiri
"Mencerca kakak ipar Anda, Tuan" jawab Jimmy dengan polosnya
"Kau berani mencerca saat orangnya sudah pergi, tadi kemana saja kau?" ujar Aaron menggeleng heran dengan tingkah asistennya
"Aku kan menunggu aba-aba dari Tuan." Jimmy mencoba mencari pembelaannya
"Ah sudahlah, dan singkirkan tanganmu dariku"
"Oh maaf, Tuan!" Jimmy melepas Aaron yang kembali menjatuhkan diri ke kursi kebesarannya sembari memijit pelipisnya kesal
.
.
.
Mampir juga dikarya temanku ya๐๐ผ
__ADS_1