Gigoloku Suamiku

Gigoloku Suamiku
Izin menikahi istrimu


__ADS_3

"Wow, siapa ini? Berani sekali kamu menemuiku langsung seperti ini!" ujar Aaron begitu melihat Ivan yang kini menghadapnya. Ivan sempat dihentikan Jimmy tidak boleh menemui Tuan-nya di lobi, namun setelah melalui serangkai perdebatan dengan asisten yang begitu membenci sosok Ivan itu, Aaron memberikan izinnya untuk Ivan menemuinya


"Ada hal yang ingin kubicarakan dengan Anda, Tuan Aaron." Ivan mengatakan tujuannya


"Oh! Apa itu?"


"Aku mencintai istrimu, Yuna. Tidak! Bukan mencintai tapi sangat mencintainya dan aku kesini untuk meminta izinmu agar bisa mendekatinya," jelas Ivan dengan segenap keberaniannya, entah itu berani atau kurang ajar meminta untuk mendekati istri orang pada suaminya langsung


"Apa!" pekik Aaron dengan suara nyaring serta menatap tajam pada Ivan dengan tangan yang terkepal erat


"Apa kamu belum puas dengan peringatanku?" suara Aaron terdengar dalam sekarang. Dia sedang menahan kemarahan dan menahan diri agar tidak langsung menghantam wajah tidak tahu diri Ivan


"Aku tidak akan menyerah hanya karena ancaman Anda, karena saya tulus mencintai Yuna."


"Oke baiklah! Kamu mencintainya, tapi kenapa kamu masih ingin mendekatinya saat kau tahu dia berstatus sebagai istriku?" ujar Aaron masih saja menahan diri. Mungkin dia tidak bisa bermain kekerasan untuk membuat Ivan menyerah, tapi Aaron harus bermain cerdik dan membiarkan pria itu menyerah sendiri nantinya


"Aku dengar kabar yang beredar kalau Anda akan menceraikannya, itu berarti setelah Anda menceraikannya dia bukan lagi istri Anda kan?" Ivan mengatakan kalimat yang menjadi pemikirannya sekarang ini. Tidak masalah jika dia harus menikah dengan Yuna yang janda karena dia serius mencintai sosok wanita itu


"Hah! Lalu apa hubungannya semua ini denganmu, sialan!" tuding Aaron mulai merasa semakin jengkel dan panas pada sosok Ivan


"Saya berencana melamar Yuna setelah Anda menceraikannya, tetapi saya menyimpulkan harus meminta izin Anda terlebih dahulu. Karena itu saya memberanikan diri menemui Anda hari ini," kata Ivan mantap yang membuat Aaron terkekeh dalam tawanya


"Haha, kamu bercita-cita untuk hal yang mustahil, sialan." tuding Aaron dengan wajah tersenyum remeh walau hatinya merasa dongkol sekarang. Apa yang coba Ivan katakan?


"Saya pasti akan membuat Yuna bahagia!" ujar Ivan yakin. Aaron menghentikan tawanya dan mulai menatap serius pada Ivan


"Saya tidak yakin akan hal itu karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupannya yang sebenarnya dan siapa saja yang harus kamu hadapi jika ingin memilikinya. Ingat! Yuna hanyalah seorang wanita bukan malaikatmu walau aku tidak tahu Yuna pernah menjadi malaikatmu atau tidak, tapi Yuna yang kukenal sekarang hanyalah seorang wanita." Kalimat terpanjang yang pernah Aaron tuturkan dan masih dengan suara netral belum meledak dalam emosinya

__ADS_1


"Apa kamu pikir aku akan membiarkan dia menikah dengan pria lain? Mimpi saja!" cerca batin Aaron tidak akan pernah membiarkannya


"Tapi saya__" Ivan harus menelan kembali kata-katanya saat Aaron kembali memotongnya


"Saya menghargai keinginan baikmu tapi sangat disayangkan! Aku dan istriku tidak akan pernah bercerai." jawab Aaron penuh ketegasan dalam kalimatnya


"Apa?" Ivan membeo mendengarnya


"Tolong bangun dari mimpimu sekarang!" ujar Aaron dengan senyum sinis diakhir kalimatnya


"Tu-tunggu... Bukankah kabar perceraian Anda sudah menyebar luas lalu bagaimana bisa Anda mengatakan tidak akan pernah bercerai." Ivan lupa pada siapa yang dihadapinya sekarang. Terkadang ada hal yang bisa Aaron lakukan dan dia tidak bisa menggapai tingkat seperti itu. Pada nyatanya dirinya masih kalah jauh dengan sosok Aaron


"Aku berubah pikiran. Aku mengakui perasaanmu terhadap Yuna sangat baik tapi dari sudut pandangku itu sangat rumit. Apa kamu tahu maksudku? Kamu tidak bisa memilikinya." Aaron dengan sangat mengatakan sesuatu yang bisa meruntuhkan harga diri Ivan sebagai seorang pria yang sudah dengan berani menawarkan diri untuk menikahi istrinya


"Apa Anda mencintainya?" tanya Ivan tiba-tiba yang membuat Aaron terdiam. Pertanyaan itu cukup sulit dijawab oleh Aaron. Jadi bisa dilihat siapa yang pengecut antara dua pria itu? Ivan atau Aaron!


"Apa Aaron mencintai Yuna? Dia cukup menarik untuk membuat orang gemetar dan terdiam dengan kalimat tegasnya dan juga martabat penguasanya, tapi... Apa dia akan benar-benar mencintai Yuna? Apa jika Yuna tahu perihal ini dia akan senang? Tapi bagaimana jika yang kudengar adalah kenyataannya? Yuna diabaikan oleh pria ini..." batin Ivan mulai ragu jika dia harus mundur sekarang


"Tapi Anda bahkan belum jelas mencintainya atau tidak, sedangkan saya memang sudah jatuh cinta padanya sejak dulu," bantah Ivan dengan berani


"Hah! Begitu mudahkah bagimu untuk jatuh cinta? Mungkin cinta pandangan pertamamu itu hanya sebatas obsesi yang dikonsepkan seperti merebus air tanpa api, dan untuk membuat air mendidih tentu saja butuh waktu dan api. Begitu juga dengan perasaanku, butuh waktu dan sesuatu yang membuat cinta ini membara," jelas Aaron mencoba tenang


"Kenapa perasaan Anda bisa berubah mendadak seperti itu?"


"Aku tidak punya alasan memberitahumu! Satu-satunya alasanku memberi tahumu adalah karena kamu datang padaku untuk meminta izin menikahi istriku..." ujar Aaron seraya mendekat pada Ivan dengan langkah penuh wibawa. Ada saatnya bagi Aaron menggunakan tangannya untuk memberi pria itu pelajaran kembali. Tangan Aaron menyentuh bahu Ivan saat sudah dekat dengan pria itu


"Kamu mengabaikan peringatanku!" ujar Aaron dengan suara yang mulai terdengar dalam dan emosi

__ADS_1


"Sa-saya, Tuan Aaron___"


"Hentikan! Tidak perlu lagi beralasan, aku sudah muak mendengar seluruh alasan darimu, sialan!" dengan keras Aaron menarik kerah pria itu, kesabarannya sudah habis. Sudah cukup basa-basinya dan sudah saatnya otot yang bermain membuktikan siapa yang terbaik diantara mereka


"Tu-tuan..." Ivan masih berusaha menahan tangan Aaron yang menarik kerahnya


"Aku tidak akan pernah menceraikannya! Yuna akan selamanya menjadi istriku!" ujar Aaron penuh ketegasan di setiap kata-katanya yang tentu saja membuat Ivan membulatkan matanya tidak percaya. Harapannya untuk memiliki Yuna pupus sudah dan sudah saatnya baginya untuk menyerah pada Yuna


"Jika kamu tidak membunuh perasaanmu itu, aku akan menendangmu keluar dari kota ini sekarang juga dan kupastikan tidak ada lagi tempat yang nyaman bagimu untuk berpijak." ancaman yang Aaron berikan cukup membuat Ivan mengeluarkan keringat dinginnya. Dia harus menyerah sekarang juga


"Tapi__" Bugh... Belum juga menyelesaikan kata-katanya Ivan sudah menerima pukulan telak dari Aaron yang kini emosi


"Apa dia merasa dirinya adalah pangeran yang datang untuk menyelamatkan putri dari penyihir? Cih! Dia laki-laki tidak tahu diri yang lebih mirip binatang." batin Aaron yang kembali menonjok Ivan kesal


"Aku tidak akan pernah memaafkanmu karena telah berani mencintai istriku..." ucap Aaron lagi dan terus memukuli Ivan. Benar-benar sial bagi Ivan hari ini. Dia menawarkan nyawanya sendiri dengan sengaja mendatangi kandang macan kelaparan sendirian


Syukur Jimmy masuk dan menghentikan Tuannya dari tindak pembunuhan, kalau tidak mungkin Nyawa Ivan benar-benar akan melayang pada hari ini


"Ingat batasanmu, bajingan!" teriak Aaron untuk terakhirnya sebelum Jimmy menariknya menjauh dengan susah payah dan para sekuriti mulai membopong Ivan untuk dibawa kerumah sakit


.


.


.


Kritik dan sarannya πŸ™

__ADS_1


__ADS_2