Gigoloku Suamiku

Gigoloku Suamiku
Perjanjian


__ADS_3

Begitu Aaron mengucapkan sepotong kalimat itu, Hotman kembali meledak dalam tawanya. Menertawakan sikap bodoh Aaron yang tidak jelas


"Kau? Akan menikahi Yuna lagi? Apa kau sedang mengingau Aaron? Bagaimana dengan tanggapan publik akan keputusanmu ini? Kau pernah memikirkan kesana?" pertanyaan beruntun dari Hotman kepada Aaron yang tidak mengubah sedikitpun ekspresinya


"Tidak peduli apapun yang coba kamu lakukan, kamu sudah bukan siapa-siapanya Yuna. Jadi, berhenti mengurusi masalah keluarga kami karena aku sendiri yang mengurus wanita sial itu. Dia masih cukup berguna untuk mendapatkan banyak keuntungan bagiku," ucap Hotman dengan senyum iblis diwajahnya


"Kubilang, jangan sentuh Yuna, dan jangan bermimpi untuk mempergunakannya seperti barang, sialan! Aaron berujar cepat. Sungguh panas dirinya mendengar kalimat Hotman yang kurang ajar. Bagaimana bisa pria itu menjadi seorang kakak dengan pemikiran jahatnya itu?


"Oho! Tenanglah kawan, aku bisa saja tidak akan mengurusinya andai ada keuntungan bagiku dari hal lain. Kau tahu Aaron! Perusahaanku sedang butuh suntikan dana yang besar tapi tidak ada siapapun yang mau berinvestasi pada perusahaanku, dan Yuna bisa jadi penolongku! Bagaimana pun akulah satu-satunya keluarga wanita sial itu," ungkap Hotman yang memang berencana menggunakan Yuna sebagai pemicu untuk orang ber-uang mau berinvestasi pada perusahaannya, tentunya dengan cara menikahkan Yuna dengan pria yang mau mengeluarkan banyak biaya untuknya.


Aaron berdecih, sungguh memuakkan memiliki kakak ipar seperti Hotman yang terkenal akan gilanya pada uang. Dari dulu Aaron sudah membenci keluarga Weston termasuk Yuna juga hingga dia tahu kalau istrinya itu bahkan tidak pernah dianggap bagian dari keluarga itu


"Kebetulan sekarang sudah ada yang berminat pada adikku itu hanya dengan melihat fotonya! Itu tidak mengherankan sih. Yuna bisa meluluhkan pria sepertimu dengan tampangnya dan bukan hal sulit bagi Yuna untuk meluluhkan pria lainnya dengan wajah cantiknya." Hotman melanjutkan kembali kalimatnya tanpa sadar dengan kepalan tangan Aaron yang muak dengan tiap kalimat pria sialan itu


"Berapa? Berapa yang harus kubayar untuk kepemilikan Yuna seutuhnya?" tanya Aaron masih menahan diri untuk tidak menghantam wajah congkak seorang Hotman. Bukan keinginannya sekarang mengatakan kalimat seakan dirinya ingin membeli Yuna tapi Aaron sudah sangat muak untuk berurusan dengan Hotman dan berharap Yuna juga segera lepas dari kakak iblis seperti Hotman


"Wuah! Kau ingin membelinya?"


"Katakan saja berapa kau menjualnya pada orang-orang sialanmu?" Aaron menggertakkan giginya kuat agar tidak langsung hilang kendali


"Harga awalnya cuma tiga ratus juta tapi sekarang adikku itu laku dengan harga satu milyar!" jawab Hotman yang ragu Aaron bertanya begitu untuk menebus Yuna, bagaimana Yuna bisa lebih mahal dari itu saat wanita itu hanyalah seorang janda

__ADS_1


Bibir Aaron tercipta sebuah senyum tipis. Hotman terlalu merendahkan mantan istrinya, dia tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa sekarang. Satu milyar hanyalah uang kecil bagi Aaron yang memiliki kekuasaan terbesar di kota X


"Aku akan memberimu sepuluh kali lipat dari harga itu tapi ingat, kau harus menyerahkan Yuna sepenuhnya padaku dan jangan pernah mengganggunya lagi. Putuskan hubunganmu dengan Yuna dan keluarga Weston menghilanglah dari kehidupan Yuna!" tegas Aaron yang membuat Hotman langsung bersinar matanya. Sepuluh kali lipat dari satu miliar berarti sepuluh miliar. Dia tidak peduli jika harus putus hubungan dengan Yuna, karena yang penting bagi Hotman adalah uang sekarang


"Kau serius akan memberiku uang sepuluh kali lipat dari satu miliar? Kamu tidak bercanda kan?" tanya Hotman tidak percaya dengan pendengarannya


"Apa aku terlihat bercanda?" sahut Aaron dengan kalimat tanya juga


"Oh oke! Aku menerimanya. Berikan uang itu padaku, dan kupastikan Yuna tidak akan pernah ku ganggu lagi." Hotman terlihat begitu bersemangat


"Baiklah, tapi harus ada dokumen perjanjian yang bertanda tangan dirimu agar aku bisa mempercayai omonganmu!"


"Aku akan segera mengirimkan dokumen perjanjiannya yang bersegel dan bertanda tangan diriku, tapi jangan sampai kamu berubah pikiran." Hotman masih ragu Aaron akan menyerahkan uang sebanyak itu secara cuma-cuma hanya demi seorang wanita seperti Yuna. Tanpa Hotman ketahui kalau mantan adik iparnya itu sama sekali tidak kesusahan jika harus kehilangan uang dalam nominal itu asal Yuna bisa terlepas dari keluarga toxic seperti Hotman. Tidak perlu bagi Yuna untuk menyandang nama keluarga Weston, karena Aaron akan membubuhkan nama besar keluarganya dibelakang nama Yuna. Yuna azara Nelson, itu terdengar luar biasa bukan?


πŸ€πŸ€πŸ€


"Jimmy." panggil Aaron tiba-tiba sembari menatap surat perjanjiannya dengan Hotman. Sepuluh miliar uangnya sudah Aaron serahkan pada sampah seperti Hotman dan sekarang Yuna sudah terbebas dari sosok kakak berhati iblis seperti Hotman


"Iya, Tuan."


"Kerahkan seluruh orang untuk mencari Yuna di seluruh tempat! Aku yakin istriku itu masih berada di kota ini." Aaron berucap yakin dengan kalimatnya. Mulut Jimmy hampir bergerak ingin menolak tapi mendadak terhenti, karena Jimmy tidak ingin kalimat Aaron yang sudah lebih baik dengannya berubah kembali menjadi kalimat kejam yang menusuk. Biarlah dia gila karena pekerjaannya yang menumpuk asal tidak berubah gila karena kalimat Aaron yang kelewat menusuk

__ADS_1


"Baik, Tuan"


"Sekarang keluarlah! Tinggalkan aku sendiri!" perintah Aaron yang kembali memejamkan matanya seraya duduk bersandar di kursinya


"Tapi Tuan, Anda terlihat begitu pucat? Apa Anda belum istirahat dari kemarin? Sebaiknya Anda tidur walau hanya sebentar!" tanya Jimmy khawatir beserta saran. Seberapapun kesalnya dia pada Aaron, Jimmy tetap menyayangi sosok atasannya itu, dan melihat wajah lelah Aaron cukup mengganggunya. Aaron terlalu memaksakan diri bekerja terus menerus selama seminggu ini. Efek kehilangan Yuna membuat Aaron benar-benar seperti orang gila


Aaron tersenyum mendengar nada khawatir dari Jimmy. Sekalipun asistennya di marahi olehnya, Jimmy masih sempatnya memikirkan kebaikan untuknya. Dimana lagi Aaron bisa menemukan asisten sebaik dan sesabar Jimmy


"Jangan khawatir! Aku baik-baik saja, dan terima kasih untuk perhatianmu." Aaron berucap sembari tersenyum pada Jimmy yang juga membalas senyum sang atasan lembut lalu mengangguk


"Baiklah Tuan, saya permisi," Jimmy mengundurkan diri dari hadapan Aaron untuk segera melaksanakan perintah sang atasan sebelum Aaron kembali berubah menjadi macan sakit gigi yang mengamuk


Selepas kepergian Jimmy, Aaron membuka pelan laci meja kerjanya dan ditemukannya dua benda beda makna dibaliknya. Aaron menyentuh topeng hitam yang pernah digunakannya untuk menutupi identitas diri dihadapan sang istri, lalu tangannya beralih pada benda kecil bulat bermahkotakan berlian disampingnya, sebuah cincin.


Cincin yang dulu dirinya ambil dari jari sang istri dan cincin yang merupakan pemberian orang lain. Aaron tersenyum saat membayangkan bagaimana wajah Yuna saat kehilangan cincin semahal ini. Namun tiba-tiba hati Aaron kembali mencelos, Ivan bahkan memberikan benda semahal ini pada istrinya sedang dirinya yang merupakan suami dari Yuna tidak pernah sekalipun membelikan barang kesukaan Yuna. Nyatanya dirinya seribu kali lebih buruk dari seorang Ivan


Namun Aaron sudah memberi peringatan keras pada laki-laki tak tahu malu seperti Ivan, dan Aaron yakin, laki-laki itu sudah menyerah dengan obsesinya pada Yuna


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2