
Aaron menatap sendu sebuah makam yang dibaliknya tertidur seorang pria paling berarti dalam hidupnya juga pria yang dibencinya tanpa pernah memberikan waktu untuknya menjelaskan kebenarannya
"Hai Pa, Aaron datang berkunjung!" seru Aaron sambil berjongkok dimakam tersebut. Tidak pernah Aaron sangka dirinya akan berkata selembut ini saat sosok yang menjadi ayahnya sudah tidak ada
Sungguh rasa penyesalan merasuk dalam jiwanya. Aaron sedang berada dititik terendahnya sekarang. Dia memang mendapatkan apa yang diinginkannya yaitu warisan sang papa beserta seluruh harta yang Yuna alihkan atas namanya padahal sebesar 15 persen dari warisan tersebut diberikan pada Yuna. Akan tetapi dengan semua itu tidak membuat seorang Aaron bahagia. Dia telah kehilangan sosok pilar terpenting dalam hidupnya juga keberadaan sang mantan istri yang tidak jelas dimana. Aaron begitu merindukan sosok Yuna beserta dengan anaknya yang dibawa sang istri, walau awalnya Aaron tidak tahu akan kehadiran sang anak di tubuh istrinya
Aaron melepas seluruh beban pikirannya, meminta maaf akan kebodohannya yang bahkan tidak diberikan waktu untuk melihat sang papa diakhir hidupnya. Pria dominan itu menangis pada akhirnya, rasa bersalah itu terus menggerogoti hatinya akan sikapnya pada mendiang papanya
"Maafkan Aaron pa, maaf! Aaron bodoh dan menyesal pa! Disini..." Aaron meletakkan tangannya didada kirinya "...rasanya sangat sakit pa, entah apa yang harus Aaron lakukan agar rasa sakit ini menghilang. Seharusnya papa pukul saja Aaron pa, tapi jangan hukum Aaron seperti ini... Aaron merindukan papa," umbar Aaron sembari mengecup pelan nisan bertuliskan nama William Nelson
"... Dan aku juga merindukan istri dan calon anakku." batin Aaron tanpa terucap di bibirnya
πππ
Jimmy menatap bergantian dua orang pria yang duduk saling berhadapan. Satu dengan wajah tegas dan tatapan tidak suka, sedang satu lagi menampilkan wajah tenang yang santai dan tersenyum
Walau jujur Jimmy juga tidak suka pada pria yang saat ini tersenyum pada atasannya tapi melihat wajah pria itu seribu kali lebih baik daripada wajah atasannya. Dan kalau boleh untuk lebih jujur, Jimmy ingin sekali mengatakan kalau dirinya benci pada kedua pria itu, karena keduanya sama-sama penyebab dari masalah yang terus menimpanya dan juga tambahan untuk pekerjaannya. Berharap saja kali ini tidak ada baku hantam yang akan membuat Jimmy mempunyai kerjaan tambahan
__ADS_1
"Apa kabar Tuan Aaron?" tanya Ivan dengan wajah santai sembari tersenyum. Walau dirinya pernah dibuat bonyok dan hampir kehilangan nyawa oleh Aaron, tetap saja Ivan membuat janji untuk bertemu dengan Aaron. Bukan soal asmara tapi soal bisnis. Bagi Ivan bisnis adalah bisnis dan soal perasaannya pada Yuna biarlah itu menjadi urusan pribadi mereka
"Awalnya baik, tapi sekarang setelah melihat wajahmu mendadak aku merasa kurang sehat," jawab Aaron tanpa senyum. Dirinya masih menatap was-was pada sosok Ivan. Keberanian Ivan tempo hari saat mengatakan kalimat mencintai istrinya masih cukup mengganggu Aaron
Ivan terkekeh, dia datang berhadapan dengan Aaron sekarang murni karena bisnis bukan bermaksud membuat pria itu semakin kusut dari penampilannya sekarang yang jauh dari kata baik- baik saja
Sudah sebulan berlalu sejak kepergian Yuna yang tidak diketahui dimana keberadaannya, Ivan juga sudah sembuh dari luka yang dulu diberikan Aaron pada wajahnya, namun melihat keadaan Aaron cukup membuat seorang Ivan terkejut. Wajah Aaron terlihat kusut walau tidak menghilangkan ketampanan alami yang memang sudah tercipta begitu apik melekat di rupanya, namun Ivan dapat melihat bulu-bulu halus yang mulai banyak tumbuh memenuhi rahang dan dagu Aaron, dan pikiran Ivan langsung terbayang kalau Aaron sama sekali tidak mengurus dirinya dengan baik selama sebulan ini. Pria itu tampak kacau dengan kantung hitam di matanya serta kerutan yang terlihat di dahinya
"Terima kasih sudah mau menemui diriku. Saya membawa proposal sistem kerja yang akan menguntungkan, semoga Anda bersedia membaca dan menyetujuinya. Saya ingin menjalin kerja sama dengan perusahaan Anda," jelas Ivan, sekaligus dengan penjelasan tujuannya menemui Aaron.
"Apa maksudmu ingin menjalin kerja sama denganku? Kamu tidak sedang merencanakan sesuatu, kan?" Aaron memicingkan matanya curiga sedang Ivan tersenyum tenang. Aaron curiga kehadiran Ivan ada hubungannya dengan keberadaan Yuna, tapi melihat sifat tenang Ivan sepertinya Aaron telah salah berpikir. Lagian dirinya sudah pernah menyuruh orang untuk menyelidiki Ivan dulu saat awal-awal Yuna pergi, dan tidak ada yang mencurigakan dari pria itu. Ivan menjalani kebiasaannya yaitu berangkat pagi ke kantor dan pulang di sorenya tanpa ada sosok Yuna yang terlihat
"Apa yang bisa saya rencanakan, Tuan? Kalaupun saya ingin memiliki istri Anda itu diluar jangkauan saya! Bukankah tidak ada izin dari Anda dan juga Yuna tidak memiliki perasaan special kepada saya. Jadi, apa yang bisa saya lakukan dengan perasaan sepihak saya Tuan?" sahut Ivan masih dengan nada tenang. Aaron menatapnya fokus dan tersadar kalau Ivan memang serius dengan tiap kalimat yang dikeluarkannya
"Mungkin saja kau tahu dimana keberadaan Yuna sekarang!" tutur Aaron tiba-tiba yang membuat raut wajah Ivan berubah seketika. Wajah yang semula tersenyum kini tidak lagi terlihat, berganti dengan wajah terkejut dan bingung. Apa yang baru saja Ivan dengar? Keberadaan Yuna! Apa itu artinya Yuna sedang tidak bersama Aaron?
"Apa maksud Anda, Tuan?" tanya Ivan mulai serius. Sedang Jimmy yang menjadi penonton disana hanya bisa berkomat-kamit dengan doa agar tidak ada saling adu jotos hari ini antara Aaron dan Ivan, kalau tidak, pastilah dirinya yang bakal susah nantinya mengurus semuanya
__ADS_1
"Oh Nyonya muda dimanakah Anda? Tolong kembalilah dan tenangkan macan gila yang sudah menggila sebulan ini," batin Jimmy menjerit. Andai saja kata batinnya ini sampai pada Yuna, mungkin Jimmy akan berlutut dihadapan Yuna dan mengharapkan belas kasihan Nyonya mudanya itu untuk menjinakkan seorang Aaron
Jimmy sudah cukup lelah dengan segala masalah tuannya, apa tidak ada waktu baginya untuk menjalaninya harinya dengan tenang dan menjalin hubungan dengan seorang gadis. Jimmy juga ingin punya keluarga bukan mengurus kegilaan tuannya saja
"Tuhan, berikan aku seorang jodoh! Janda juga tidak apa-apa," doa Jimmy didalam hati yang memang sudah cukup depresi dengan kelakuan Aaron dan segala masalah yang harus dirinya atasi padahal biang masalahnya adalah atasannya sendiri. Dia ingin punya keluarga dan hidup damai setelahnya
Adakah yang bisa mengingatkan Jimmy kalau dia tidak boleh sembarang berdoa atau doanya akan benar-benar menjadi kenyataan, atau memang Jimmy sedang tertarik pada seorang janda sekarang? Entahlah! Hanya Jimmy yang tahu
"Sudah sebulan ini Yuna pergi setelah menandatangani surat cerai kami, dan sekarang aku dan Yuna sudah resmi bercerai," jelas Aaron lagi yang menunduk. Ivan kembali dibuat terkejut, dan tanpa disadari Aaron wajah pria itu tersimpul senyum tipis dengan jawaban Aaron
.
.
.
Kritik sarannya ya kawanππ
__ADS_1