Gigoloku Suamiku

Gigoloku Suamiku
Aaron tiba


__ADS_3

"Bagaimana keadaanmu, Yuna?" tanya Ivan tanpa canggung sedikitpun walau jelas Minnie bergerak cepat menutupi sang Nyonya yang hanya berbalut pakaian tipis yang semalam dipakai untuk melayani si gigolo alias sang suami


"APAKAH ANDA GILA! DIMANA SOPAN SANTUN ANDA SEMBARANG MEMASUKI KAMAR ORANG?" teriak Minnie kesal dengan wajah memerah pada sosok Ivan yang tidak tahu malu sedang Yuna masih terkejut dengan sosok Ivan yang tiba-tiba menerobos ke kamarnya. Tindakan itu harus disebut sebagai tindakan berani atau kurang ajar?


"Ah maaf! Aku hanya khawatir dengan keadaan Yuna." jawab Ivan menatap penuh kasih pada Yuna yang kini masih terbaring diatas ranjang


"Tapi tindakan Anda benar-benar tak tahu malu! Anda bisa terkena tindak pidana karena masuk sembarang kekamar orang," cetus Minnie berang. Pria yang baru dikenali sebagai teman Nyonya-nya itu benar-benar tidak ada sopan santun. Minnie sudah mencoba mengusirnya tadi dengaan pak Anto hingga menyebabkan keributan dan membuat Yuna terbangun. Tapi pria itu pura-pura pulang lalu kembali kesini dengan sikap yang minus akhlak


"Aku hanya ingin memastikan keadaan Yuna! Aku khawatir saat tahu dia sakit dan kondisi mansion ini sepi, siapa yang akan menjaganya?" tanya Ivan tetap menjatuhkan tatapan pada Yuna yang semakin mengeratkan balutan selimut ditubuhnya, cuaca diluar panas tapi Yuna merasakan tubuhnya memggigil kedinginan


"Aku yang akan menjaganya!" jawab Minnie dengan tegas sembari menahan tangan agar tidak menjambak pria tidak tahu malu itu


"Tapi__"


"Ivan, pergilah dulu! Aku berterima kasih atas kepedulianmu tapi ini sudah terlalu berlebihan. Pergilah! Aku akan baik-baik saja disini," ujar Yuna dengan suara lirih


"Tuh dengar! Silahkan Anda keluar!" umbar Minnie menunjuk kearah pintu seakan mengusir Ivan untuk segera pergi dari kamar Nyonya-nya


"Baiklah, semoga kamu lekas sembuh, Yuna!" ucap Ivan lalu beranjak keluar dari kamar itu dibawah tatapan sinis Minnie sedang Yuna sudah kembali memejamkan matanya. Yuna merasakan tubuhnya remuk dengan dua suhu yang menghantam tubuhnya, panas dan dingin. Entah dia merasakan dirinya akan mati pada hari ini


Ivan menuruni tangga untuk keluar dari mansion itu sejak dirinya diusir dengan tidak hormat. Salahnya sendiri yang dengan lancang menerobos masuk kemari. Ivan hanya tidak bisa menahan rasa khawatirnya akan keadaan Yuna ditambah dengan rasa rindunya yang ingin melihat wanita itu. Ivan takut rasa cintanya pada Yuna berubah menjadi obsesi tanpa disadarinya


"Ivan Bonnie!!" seru suara di pintu masuk dengan lantang saat melihat Ivan yang baru saja menginjakkan kakinya di anak tangga terakhir

__ADS_1


"Tuan Aaron..." gumam Ivan sedikit terkejut dengan kehadiran Aaron. Sempat terpikir di benaknya Aaron tidak mungkin masih tinggal dimansion ini saat suasananya sesepi sekarang, bahkan tidak ada pelayan dan penjaga yang biasa memenuhi sebuah kediaman besar


"Beraninya kau menginjakkan kaki disini!" Aaron yang dalam pikiran kacau melangkah cepat mendekati Ivan dan langsung menarik keras kerah baju pria yang diketahuinya menyimpan rasa untuk sang istri


"Dasar sialan! Mau apa kau datang ke kediaman istriku?" Aaron bertanya seraya menarik kerah pria itu hingga wajah mereka bertemu dalam satu garis. Ivan menahan tangan Aaron yang menarik kerahnya agar dirinya tidak tercekik


"Lepaskan aku dulu, aku bisa menjelaskan semuanya."


"Menjelaskan? Hah! Mati saja kau bajingan!" bugh... Satu hantaman bogem mentah dihantarkan oleh Aaron pada wajah Ivan yang meringis sakit


"Berani sekali kamu mengabaikan peringatanku dan dengan tak tahu malu mendatangi kediaman istriku!"


"Aku minta maaf! Aku akui tindakanku memang salah... tapi aku melakukannya karena tidak dapat menahan rasa khawatirku pada kondisi Yuna." jawab Ivan sembari menghapus kasar darah disudut bibirnya. Aaron masih mengepalkan tangannya keras sembari menatap marah pada pria tidak tahu malu didepannya


"Aku tidak mau tahu apapun alasanmu, sialan! Kali ini mungkin aku akan melepasmu lagi, tapi ingat..." Aaron mendekati Ivan kembali yang menatap waspada pada pergerakan Aaron, takut pria penguasa itu menghantamnya kembali


"Sekarang enyah dari hadapanku! Jangan sampai aku masih melihatmu dan memilih untuk membebaskan kepala dari tubuhmu..." desis Aaron yang ingin sekali rasanya mengacak-acak wajah tidak tahu malu Ivan andai dirinya tidak ingat kedatangannya kesini adalah untuk melihat keadaan sang istri


Tanpa menjawab lagi, Ivan memilih menyingkir dan pergi dari mansion itu dengan perasaan campur aduk. Ada rasa ngeri dan takut yang merasuk dalam dirinya saat kalimat-kalimat Aaron diucapkan tadi


Aaron berjalan mendekati pintu kamar Yuna, menghilangkan rasa gengsinya untuk mengetuk, Aaron langsung saja membuka pintu kamar itu. Tidak masalah baginya untuk masuk saja kedalam kamar sang istri bukan? Toh, dirinya adalah suami sah dari Yuna yang tidak akan masalah walau dirinya harus melihat Yuna yang telanjang dibalik pintu itu


Bukan masalah ikatan yang terjalin antara kalian yang perlu diperdebatkan tapi harusnya kau tanyai pada dirimu sendiri Aaron. Apa tidak akan masalah bagi rudal dibawahmu itu jika melihat istrimu tanpa busana didalam kamar itu, jawabannya tentu saja tidak ada yang menjawabnya, kau pasti akan dalam masalah besar, Aaron. Apalagi istrimu sedang sakit sekarang

__ADS_1


"Tuan Aaron..." pekik Minnie yang terkejut dengan kehadiran Aaron yang tiba-tiba, sedang Yuna hanya membuka sekilas matanya karena pekikan Minnie lalu kembali memejamkannya. Yuna bahkan malas untuk menatap wajah suaminya itu sekarang setelah mengetahui bahwa Aaron menipunya dan menikmati perannya dengan baik


"Bagaimana keadaan Yuna?" tanya Aaron yang sama sekali tidak mendapat jawaban


"Kenapa Anda disini?" alih-alih menjawab pertanyaan Aaron, Minnie malah balik bertanya bingung dengan keberadaan Aaron. Bukankah sekarang adalah jam sibuknya tuan penguasa itu, lalu kenapa sekarang malah unjuk disini


"Aku disini sebagai suaminya." jawab Aaron memperjelas sesuatu yang ambigu tentang kehadirannya disini. Aaron tidak mau Minnie salah berpikir dirinya datang kemari sebagai gigolo yang ingin bermain dengan Yuna saat jelas sang istri sedang sakit


Namun penjelasan Aaron masih saja ditangkap lain oleh Minnie yang sudah kecewa akan perlakuan Tuannya itu terhadap Nyonya-nya


"Tuan, sejak kapan Anda peduli dengan istri Anda? Lalu apa Anda tahu kenapa Nyonya bisa jatuh sakit seperti ini? Itu semua karena Anda!" Minnie bersuara kesal dengan Tuannya yang memanfaatkan kesempatan membodohi Nyonya-nya yang polos. Ingin sekali rasanya Minnie berteriak pada Yuna bahwa selingkuhan sang Nyonya adalah pria yang saat ini ada didalam ruangan itu, namun Minnie jelas tidak punya kuasa dan keberanian sebesar itu. Dia masih ingin hidup dengan damai. Nyonya-nya yang malang, menjadi satu-satunya yang dibodohi dalam permainan peran ini


Uhuk...uhuk...uhuk... Suara batuk keras dari Yuna mengalihkan atensi kedua orang sehat dalam ruangan itu


"Tutup mulutmu Minnie, dan pergilah!" ucap Yuna lirih, tidak suka dengan perkataan Minnie yang mengatakan dia seperti ini karena Aaron dan itu adalah faktanya. Dia sakit memang karena terlalu banyak menahan dingin semalam saat dirinya menangis sendirian dibelakang mansion dan pikirannya yang terus saja terputar putar pada kebohongan Aaron yang menipunya


"Nyonya!"


"Yuna!" panggil dua orang itu bersamaan, khawatir melihat Yuna yang terbatuk keras. Sepertinya deman dan sakit Yuna semakin parah


.


.

__ADS_1


.


Kritik dan sarannya ya๐Ÿ™


__ADS_2