Gigoloku Suamiku

Gigoloku Suamiku
Hamil


__ADS_3

Setelah menenangkan dirinya sejenak dengan segala pesan yang dirinya dapatkan dari surat papa mertuanya, Yuna melangkah linglung menuju ruangan dokter umum. Yuna ingin memeriksakan kesehatannya yang dirasanya mengalami kelainan akhir-akhir ini. Dia akan memeriksa diri sebelum nanti siang dirinya harus memenuhi undangan sahabatnya untuk menghadiri acara penyambutan putra penerus keluarga Argantara


Seorang bayi! Yuna mendadak kembali teringat pada permintaan papa mertuanya. Tangannya bergerak menyentuh perutnya, andai saja ada nyawa yang tumbuh didalam perutnya, itu mungkin akan lebih baik untuk membuat mertuanya sedikit bahagia di kemungkinan terendah hidupnya untuk tetap bertahan


Yuna menggeleng, mustahil baginya untuk hamil dan mustahil baginya memiliki seorang bayi saat Aaron bahkan belum pernah menyentuhnya. Yuna tertawa menyedihkan, menertawakan pikiran bodohnya akan kehamilan


"Mustahil kau punya seorang bayi, Yuna! Harusnya kau sadar akan dirimu sendiri! Itu jelas tidak mungkin kau dapatkan," cecarnya pada diri sendiri sembari menunduk sedih. Yuna tidak sadar kalau dirinya mungkin tidak akan punya bayi dari Aaron, tapi ada pria lain yang hampir tiap malam membuahi kandungannya tanpa pengaman... atau harus dikatakan kalau itu semua adalah pria yang sama. Satu rupa dalam tampilan yang berbeda, andai saja Yuna menyadarinya


Yuna menemui dokter yang mulai memeriksanya setelah dirinya mengatakan segala gejala aneh yang dirasanya hampir dua minggu ini dan saat sang dokter mengatakan apa penyebab hingga dirinya merasa kelainan pada tubuhnya membuat kepala Yuna seakan berputar-putar tidak percaya


Apa yang baru saja didengarnya? Apa yang baru saja sang dokter ucapkan dengan wajah tersenyum ramah? Jadi selama ini dirinya bukan mengidap suatu penyakit mematikan melainkan ada nyawa lain yang sedang bertumbuh didalam rahimnya? Apa Yuna harus menyebut situasinya sekarang sebagai petaka atau anugerah?


"Selamat nyonya, Anda sedang mengandung! Kandungan Anda sedang berjalan sekitar sebulan," jelas sang dokter dengan wajah ramah


"Apa dok! Saya hamil!" Yuna bertanya terkejut dan memperjelasnya, dan anggukan sang dokter membuatnya terdiam tiba-tiba


Dia hamil, dan ini jelas bukan benih suaminya melainkan benih dari gigolo yang selama ini menghabiskan malam panas dengannya. Yuna telah kecolongan dan sekarang dirinya tidak akan tega menghancurkan janin ini yang sedang berjuang tumbuh didalam perutnya. Yuna tidak akan sanggup, dia tau bagaimana rasanya tidak dibutuhkan dan dianggap sebagai biang masalah, Yuna tidak akan membuat janinnya merasakan hal yang sama bahkan disaat janinnya belum terbentuk dengan sempurna sekalipun


Berjalan linglung dengan dengan segala permasalah yang memenuhi kepalanya. Perceraian yang suaminya inginkan, keinginan terakhir mertuanya yang tidak terpenuhi, tuduhan tidak beralasan yang suaminya layangkan, perselingkuhannya dengan seorang gigolo, cara agar dirinya bisa bertahan hidup setelah bercerai, dan sekarang dirinya hamil dengan seorang gigolo! Yuna benar-benar tidak dapat berpikir jernih sekarang. Hidupnya benar-benar sangat berantakan


Tubuhnya luruh terduduk di kursi tunggu di rumah sakit, Yuna benar-benar tidak dapat berpikir lagi, tatapannya menatap kosong kedepannya. Dia hamil! Itu adalah kabar bahagia, tapi ada rasa takut juga yang hadir didalam hatinya. Dirinya takut akan dicecar kembali oleh orang-orang seperti sebelumnya, dihina dengan kata-kata kejam, dikatai dengan kalimat-kalimat buruk... Tidak masalah jika memang dirinya akan menerima cercaan itu kembali tapi bagaimana dengan anaknya kelak? Akankah dirinya dapat bertahan? Bersikap layaknya mendiang sang ibu yang bisa membiarkan saja dirinya diperlakukan dengan kasar didepan matanya, dikatai dengan kalimat buruk didepan dirinya! Yuna menggeleng! Tentu dirinya tidak akan sanggup seperti itu

__ADS_1


Tangannya kembali bergerak mengusap perutnya yang belum terbentuk jelas kalau dirinya sedang hamil


"Tidak apa-apa nak! Ibu pernah menerima berbagai cacian sebelum ini, tidak masalah jika memang harus merasakannya lagi..." ucap Yuna lirih mencoba menguatkan dirinya sendiri


Menghapus airmatanya lalu berdiri menguatkan diri, Yuna akan tetap semangat demi anak yang kini sedang bertumbuh didalam dirinya. Dirinya bahkan tidak ingin membebani diri dengan perkataan pengacara papa mertuanya tadi sesaat sebelum dirinya memutuskan keluar dari ruang inap sang mertua


"Nyonya, Tuan besar Nelson sudah menulis wasiatnya bahwa sebesar lima belas persen hartanya akan menjadi milik Anda setelah beliau pergi!" tutur sang pengacara yang membuat Yuna tidak peduli dengan itu semua. Bukan harta yang diinginkannya, akan tetapi kasih sayang yang diimpikannya sejak kecil


Yuna hanya mengangguk saja dengan setiap pemberitahuan si pengacara, lagian dia tidak akan mengambil satu peser pun dari harta itu kelak, karena Yuna sudah tidak ingin meributkan apapun dengan Aaron sekarang. Dirinya sudah terlalu lelah! Untuk bertahan hidup setelah bercerai, Yuna akan melakukan pekerjaan apapun yang disanggupinya


"Ahh!" Yuna menghelakan nafasnya kasar saat pikirannya kembali teringat pada cincin berlian pemberian Ivan. Andai saja dirinya tahu kemana cincin itu sekarang, dimana jatuhnya atau siapa yang mengambilnya mungkin akan sedikit mudah bagi Yuna menghadapi masa depannya nanti saat dirinya punya pegangan cincin mahal itu


Menguatkan diri dari segala kerapuhan, Yuna memantapkan langkah kembali pulang ke mansionnya. Dia harus segera bersiap untuk pergi ke acara yang diadakan sahabatnya, sekaligus dirinya ingin melihat rupa putra kecil Risa yang kelak digadang-gadang sebagai penerus kerajaan bisnis keluarga Argantara


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


"Nyonya! Anda kembali," Minnie menyambut hangat kedatangan Yuna kembali ke mansion


"Apa yang terjadi Nyonya? Anda terlihat buru-buru tadi?" tanya Minnie lagi penasaran. Bubur yang dibuatnya kini bahkan sudah dingin


"Ada masalah dengan papa mertuaku, Beliau kritis sekarang." jawab Yuna sembari melangkah menuju dapur mencari apapun yang dapat dimakannya untuk menggangjal perut kosongnya. Setidaknya ada makhluk baru yang butuh nutrisi dari tubuhnya sekarang

__ADS_1


"Apa! Tuan besar Nelson kritis?"


"Eum..." Yuna mengangguk sembari menaruh bubur buatan minnie kedalam mangkok. Dia ingin segera menyantapnya saat perutnya sudah berdemo keras karena dibiarkan kosong sedari pagi


"Nyonya, biarkan saya panaskan dulu! Ini sudah terlalu dingin dan rasanya pasti aneh." Minnie langsung bergerak ingin memanaskan buburnya tapi Yuna menahannya dan tersenyum


"Tidak apa! Ini enak... Tidak! Sangat enak," komentar Yuna setelah menyuapkan sesuap besar bubur kedalam mulutnya. Dalam keadaan lapar seperti sekarang, rasanya memakan apapun pasti rasanya akan sangat lezat di lidah dan Yuna harus mengakui itu


"Oh ya Minnie! Kamu sudah menyiapkan pakaianku? Sebentar lagi aku harus pergi keacaranya Risa." Yuna bertanya sembari terus menyuap bubur kedalam mulutnya. Dia benar-benar kelaparan


"Sudah Nyonya. Saya yakin, Anda akan menjadi yang tercantik didalam acara itu. Entah bagaimana mengatakannya! Anda terlihat sepuluh kali lebih cantik saat ini, Nyonya!"


Yuna tersenyum mendengar pujian itu. Setidaknya itu hal bagus untuk didengarnya saat pikirannya yang kacau sekarang. Minnie masih mencoba membuat perasaannya membaik walau Yuna tidak yakin apa yang Minnie ucapkan adalah kebenarannya, buktinya Aaron tidak pernah tertarik padanya. Bukankah itu sudah cukup membuktikan kalau dirinya sama sekali tidak cantik seperti yang Minnie ucapkan


"Terima kasih atas pujiannya, tapi kamu tidak perlu mengatakan hal itu Minnie. Dengan kamu yang tetap setia padaku saja sudah cukup membuatku senang dan bahagia." jawab Yuna setelah selesai menghabiskan semangkuk besar buburnya. Dirinya bangkit menuju kamarnya untuk mempersiapkan diri menghadiri acara Risa meninggalkan Minnie yang menatap punggung sang Nyonya dengan perasaan bersalah


"Maafkan aku, Nyonya!" gumam Minnie lirih sembari menatap benda hitam kecil berlensa ditangannya, benda yang merupakan kamera kecil yang akan digunakannya untuk sebuah rencana besar


.


.

__ADS_1


.


Kritik dan saran diharapkan๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2