Gigoloku Suamiku

Gigoloku Suamiku
Permainan Yuna


__ADS_3

Yuna kembali menyentuh wajah sang suami dan tersenyum


"Lagian kita juga akan segera menjadi orang asing, kenapa masih mencoba untuk terus menipuku?" tanya Yuna lagi "Kalau ini karena perceraiannya dan nama besar keluarga Nelson, kamu tenang saja! Kita akan berpisah juga nantinya, dan aku sudah siap untuk bercerai." Yuna terus melanjutkan kata-katanya sedang Aaron bahkan tidak sempat untuk menjawab satu kalimat pun. Dia kesulitan bahkan untuk mengeluarkan kalimat, dan Aaron baru tersadar, apa papanya juga merasakan hal seperti ini ketika ingin berbicara menjelaskan. Ternyata rasanya sangatlah menyakitkan ketika ingin menjelaskan kebenarannya namun tidak sanggup untuk melakukannya


"Kamu pernah bilang tidak ingin bercerai, tapi apa itu adalah pemikiran terbaikmu untuk menyelesaikan setiap masalahnya." Yuna masih terus saja menyerang Aaron dengan kata-katanya sembari memutuskan duduk bersila diatas ranjangnya, menatap Aaron yang masih bersimpuh di lantai


"Tidak... tidak, aku mencoba untuk menghancurkan surat cerai ditanganmu, tapi aku belum menemukan suratnya," jelas Aaron dengan susah payah. Yuna tertawa


"Dengan cara membodohiku! Seharusnya kamu memberitahuku kan, bukan malah membohongiku! Apa kamu pikir yang coba kamu lakukan itu benar?" tutur Yuna dengan emosi disetiap nadanya


"Kamu yang terus menuntut dan memaksaku untuk bercerai! Kamu yang melakukannya, dan sekarang kamu ingin membatalkannya sendiri! Tidakkah menurutmu itu terlalu egois?" tanya Yuna dengan emosi yang meledak. Aaron terdiam sembari menunduk bersamaan dengan kesadarannya yang mulai perlahan melemah sedikit demi sedikit


Yuna bangkit dari duduknya dan berdiri menjulang dihadapan Aaron. Dirinya benar-benar bersikap merendahkan harga diri suaminya itu yang setinggi langit. Kemana perginya rasa gengsi Aaron sekarang? Suaminya itu hanya mencoba mengeruk kenikmatannya sendiri dalam kasus ini, sedang Yuna harus menerima semua kebohongan ini sebagai bagian dari skenario yang sudah Aaron atur. Tapi sekarang jelas berbeda, dirinya yang akan mengatur skenario permainannya sendiri


Yuna meletakkan kedua tangannya kebelakang lalu dengan senyum sinis sedikit mencondongkan tubuhnya kedepan untuk dekat dengan sang suami yang bersusah payah mengendalikan tubuhnya untuk melihat pada sang istri


"Pertama-tama, kamu pasti punya sesuatu untuk diberitahukan padaku, kan?" tanya Yuna yang menyentakkan Aaron seketika


"Yu-na, a-ku minta maaf... Aku tidak bisa membiarkan pria lain tidur denganmu! A-ku khawatir rumor buruk ini menyebar!" ujar Aaron masih dengan susah payah mengucapkannya


"Hah! Lagian kapan kamu punya waktu memikirkan rumor. Semua yang kamu pedulikan adalah dirimu sendiri sampai ke titik dimana kamu tidak tertarik dengan apa yang terjadi padaku," ujar Yuna masih dengan tatapan kecewa pada sang suami


"A-ku bisa men-jelaskan semuanya,Yuna" sahut Aaron pelan


"Menjelaskan! Kapan itu?" Yuna berucap sinis


"Saat aku berhasil menghancurkan surat ce-rai-nya... Ugh..." Aaron memegang kepala yang mendadak berat serta tubuhnya yang terasa semakin lemah. Dengan suara yang masih sanggup dikeluarkan, Aaron bertanya

__ADS_1


"Kenapa kamu memberiku obat itu?" tanya Aaron dengan suara lirih. Yuna memalingkan sedikit wajahnya untuk menjawab pertanyaan itu


"Aku ingin menghabiskan satu malam terakhir dengan mantan suamiku."


"Mantan... suami?" suara Aaron semakin terdengar lirih. Dia sudah tidak sanggup mengeluarkan suara banyak, sarafnya seakan mati rasa satu persatu termasuk mulutnya yang perlahan sulit digerakkan


"Apa itu sebabnya kamu memberiku obat pelemah saraf ini? Untuk membuatku mengerti akan nilaimu?" batin Aaron yang mencoba untuk melawan obat yang sudah terlanjur masuk kedalam tubuhnya


"Tidak, aku harus melawan! Aku tidak bisa seperti ini" batin Aaron berusaha untuk menguatkan diri tetap bertahan namun percuma saja, dirinya merasa semakin lemah saja


"Aku hanya ingin melihatmu memohon padaku walau hanya sekali saja," ujar Yuna yang beranjak kearah nakas dan membuka lacinya lalu mengeluarkan seikat tali yang terlihat cukup kuat dibaliknya. Yuna akan bermain dengan tali itu pada tubuh suaminya


"Obat itu... membuat sarafku le-mah, la-lu... bagai-mana mungkin..." Aaron masih berusaha bersuara walau suaranya sudah hampir menghilang


"Itu mungkin!" sahut Yuna yakin sembari berbalik dan menatap penuh maksud pada sang suami serta tangannya yang memegang tali untuk mengerjai sang suami


"Mulai sekarang, aku akan mengikatmu!" ujar Yuna yang tersenyum sedang Aaron benar-benar tidak dapat mengendalikan obat itu lagi ditubuhnya


"Ah, tidak bisa... Aku kehilangan kesadaran!" batin Aaron saat merasakan matanya semakin berat dan berat hingga pluk... Dirinya benar-benar jatuh tidak sadarkan diri. Obat yang Yuna bubuhkan berhasil meruntuhkan kesadarannya


Yuna menatap pada tubuh terkaparnya sang suami, lalu tersenyum perih


"Ini akan menjadi malam terakhirmu sebagai gigolo bukan sebagai mantan suamiku..." batin Yuna


"Aaron dan Aku akan segera berakhir tapi malam ini aku akan melakukan hal tercabul yang pernah kulakukan," gumam Yuna mulai mendekati tubuh sang suami


"Kamu tidak akan bisa bersama wanita lain selain aku, bahkan ketika kamu tidur! Aku harap ini akan terus menghantuimu seperti kutukan." Yuna berujar pelan seraya mulai menyeret tubuh besar Aaron keatas ranjang dengan susah payah. Setelah penuh perjuangan tubuh Aaron kini sudah berada diatas ranjang dan Yuna melakukan apa yang diucapkannya. Dia mengikat suaminya itu, kaki dan juga tangannya lalu menunggu waktu satu jam berlalu hingga pengaruh obat itu efeknya menghilang lalu permainan sesungguhnya dimainkan

__ADS_1


🍀🍀🍀


Satu jam lebih beberapa menit kemudian, terdengar lenguhan dari bibir Aaron yang perlahan-lahan mulai membuka matanya


"Ugh!" lenguh Aaron belum tersadar sepenuhnya


"Sudah bangun?" tanya Yuna yang ternyata tidak berpindah sedikitpun dari ruangan itu, malah sebaliknya Yuna sibuk menghias diri didepan cermin yang tersedia dikamar itu


Mata Aaron yang semula belum terbuka sempurna kini membulat melihat pada sang istri. Apa-apaan itu! Apa yang sedang coba Yuna lakukan? Aaron hampir saja segera bangkit dari berbaringnya sampai dirinya sadar kalau dirinya telah diikat, kaki dan tangannya sudah terikat pada empat tiang ranjang


"Apa yang kau pakai? Kenapa penampilanmu berubah?" tanya Aaron yang merasakan tenaganya kembali secara berangsur-angsur. Efek dari obat yang Yuna gunakan sudah hilang


"Kamu suka?" tanya Yuna dengan nada binal seraya mendekat pada sang suami yang terikat diranjang setelah meletakkan sisir yang tadi digunakannya untuk menyisir rambut halusnya


Yuna sengaja bertanya seperti itu untuk menggambarkan bagaimana penampilannya sekarang. Tubuhnya hanya berbaluk pakaian dalam dan jelas itu adalah pancingan paling tepat untuk mempermainkan hasrat sang suami sedang Aaron terikat, tidak bisa melakukan apapun


"Tentu! Aku sangat menyukainya." jawab Aaron yang merasa kesal tidak bisa langsung bergerak merengkuh tubuh sang istri yang menggoda saat tangannya terikat. Permainan apa yang coba Yuna mainkan sekarang?


"Kamu benar-benar mengikatku ternyata?" ujar Aaron menatap tegas pada Yuna yang tersenyum manis. Permainan yang direncanakan Yuna luar biasa hebat bukan?


.


.


.


Biar beda dari yang lain yah permainannya🤭

__ADS_1


__ADS_2