
Aaron meminta sepatu pada Risa saat melihat kaki sang istri yang berjalan tanpa alas. Syukur Risa langsung memberikannya karena bagaimanapun Yuna adalah sahabatnya. Sepatu dilambangkan sebagai identitas bagi wanita dan jika ada orang rela membuka sepatunya untukmu sedang dia bertelanjang kaki. Percayalah, dia orang yang tulus menyayangimu kendati mungkin ada iri terselip dihatinya padamu, tapi dia memang nyata menyayangimu
Yuna berbalik menatap pada sang suami saat dirinya dipanggil oleh Aaron. Dilihatnya sang suami mendekat padanya lalu saat sudah didepannya Aaron menunduk diantara kaki Yuna dengan sepasang sepatu wanita disampingnya
"Angkat kakimu!" suruh Aaron yang dilakukan Yuna dengan canggung. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa mendadak Yuna merasakan keinginannya dulu perlahan mulai tercapai. Aaron memakaikan sepatu dikakinya laksana Pangeran yang sedang memakaikan sepatu kaca pada kaki Cinderella, itu impiannya dulu dan sekarang Aaron benar-benar menyentuh kakinya dan memasangkan sepatunya dengan lembut
"Tangannya...?" batin Yuna merasa lain saat tangan Aaron menyentuh kakinya
"Hati-hati dengan kakimu!" peringat Aaron yang mungkin saja akan membuat kaki Yuna terluka jika digunakan berjalan tanpa alas
Yuna tidak menjawab, hanya menatap bingung pada sang suami yang mendadak perhatian padanya
"Berikan kakimu yang satu lagi!" pinta Aaron yang kemudian memasangkan pasangan sepatunya dikaki Yuna sebelahnya. Wajah Yuna mendadak memerah, bukankah ini terlalu sweet? Aaron memakaikannya sepatu dihadapan beberapa tamu termasuk Ivan yang menatap iri pada pemandangan itu. Yuna semakin mengeratkan handuk yang membaluti tubuh basahnya. Dia tidak bisa lagi harus bertahan dalam situasi ini atau keinginannya untuk segera bercerai dengan Aaron akan goyah, dan kenapa pula Aaron mendadak berubah menjadi aneh seperti ini?
Setelah sepatunya selesai dipakaikan Aaron, Yuna langsung berbalik untuk menyembunyikan wajah memerahnya
"Terima kasih! Aku pergi dulu!" ujarnya mulai merasa tidak aman dengan hatinya yang kini berpacu cepat laksana dulu saat dirinya pertama kali jatuh cinta pada sosok Aaron remaja. Yuna tidak dapat menjatuhkan diri pada lubang yang sama, lubang yang akan kembali membuatnya terluka dengan jebakan didalamnya
"Aku ikut bersamamu, aku akan mengantarmu!" seru Aaron cepat dan bangkit dari jongkoknya di kaki Yuna yang kini sudah berjalan
"Aku bilang aku bisa pergi sendiri..." sahut Yuna tegas yang membuat Aaron tersentak dan tidak menyahut lagi. Dibiarkannya Yuna pergi dengan taksi yang memang sudah tersedia disana. Menyuruh Jimmy untuk mengantarkannya juga percuma, Yuna pasti akan menolak asistennya juga. Setidaknya ada untungnya juga, Jimmy selamat saat ini dari mengurus Tuan dan Nyonya mudanya yang tidak jelas
__ADS_1
"Aku tahu, diriku memang tidak tahu malu dan egois tapi aku tidak ingin Yuna bersama dengan pria sialan itu!" batin Aaron yang kini menatap tajam penuh kemarahan pada Ivan yang masih berdiri tidak jauh darinya, dan pria itu masih saja menatap kepergian istrinya
"Tuan Aaron..." Ivan menyeru hormat pada Aaron yang menatapnya dengan mimik tidak suka. Walau bagaimanapun Aaron adalah penguasa sebenarnya dari kota dirinya tinggal sekarang
"Menjauhlah dari istriku atau akan kubuat kau menyesal seumur hidup!" ujar Aaron tajam yang membuat Ivan menatapnya bingung sekaligus takut. Aaron bisa dengan mudah menghancurkannya kendati mungkin akan sedikit sulit karena perusahaanya kini juga sudah berkembang pesat dan menjadi lebih besar dari sebelumnya, tapi penguasa sebenarnya masihlah tetap Aaron di puncaknya
"Apa maksud Anda...?"
"Berani kau usik istriku lagi! Tamat riwayatmu!" ucap Aaron lalu berlalu dari sana, dia sama sekali tidak menutupi rasa tidak senangnya pada sosok Ivan yang sudah berani berpikir untuk mendapatkan istrinya
"Jimmy!!" panggil Aaron bermaksud untuk kembali ke kediamannya juga. Dia juga harus segera mengganti bajunya yang kini basah. Sedang ivan hanya berdiri mematung memikirkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi jika dirinya mengabaikan peringatan Aaron
πππ
"Ini gila..." gumam Yuna tiba-tiba yang membuat supir taksi yang merupakan seorang pria tua kebapakan menatap sekilas ke kursi penumpangnya melalui spion. Dia takut kalau sampai yang terimanya sebagai penyewa adalah orang gila yang tiba-tiba bicara sendiri ditambah dengan kondisi Yuna yang basah, tapi sang supir mencoba untuk tidak peduli. Tugasnya hanya sebatas mengemudi
"Bagaimana... Bagaimana bisa aku berpikir bahwa Aaron adalah orang yang sama dengan dia?" ujar Yuna yang memegang kepalanya bingung. Dia yang Yuna maksud merujuk pada gigolonya yang mulai Yuna sadari keanehannya selama mereka berhubungan. Yuna menunduk sembari menekan kepalanya, rasanya situasi yang dijalaninya saat ini terlalu mencurigakan
"Saat Aaron memelukku, aku secara alami memikirkan gigoloku. Bahu yang lebar dan lengannya yang kuat, serta bau maskulin yang selalu terhirup oleh hidungku. Aku tidak bisa menyangkal kalau wangi Aaron adalah wangi familiar yang aku cium setiap malam selama lebih sebulan ini." Yuna membatin saat mulai merasakan kejanggalan saat ini. Semua yang dirasanya saat Aaron memeluknya adalah rasa yang sama ketika gigolonya memeluknya setiap malam
Yuna menggelengkan kepalanya
__ADS_1
"Itu tidak mungkin!!" teriaknya menyangkal fakta pikirannya yang mungkin saja kenyataannya. Si supir yang mendengar teriakan tiba-tiba itu sampai terkejut namun kembali mengabaikannya. Pekerjaannya sebagai supir taksi sudah cukup membuatnya bertemu dengan berbagai pelanggan aneh tiap harinya, dan Yuna termasuk salah satunya sekarang
"Tidak mungkin! Selama ini Aaron dan aku... tidak!!" Yuna kembali mencoba menyangkal hingga menggelengkan kepalanya kuat, tidak ingin mempercayai kesimpulan pikirannya sekarang bahwa Aaron adalah gigolonya
"Aku harus bertanya kenyataannya pada Miss Gio sekarang! Iya, aku harus menemui miss Gio," putus Yuna akhirnya saat tidak ada jawaban dari kesimpulan pikirannya yang tidak jelas
"Antarkan aku ke jalan Y sekarang! Tolong cepatlah!" suruh Yuna pada si supir yang membelokkan setir menuju jalan yang Yuna suruh. Selama pelanggan nyaman dan bayaran sesuai sang supir taksi akan rela berputar-putar bagaimanapun inginnya sang pelanggan
Menunggu menit demi menit dengan sejuta rasa penasaran yang memenuhi diri sungguh sangat menyiksa. Itulah yang sedang Yuna rasakan, ingin sekali rasanya wanita itu segara bertemu dengan miss Gio dan membombardir mucikari gigolo tersebut dengan berbagai pertanyaan tentang siapa sebenarnya gigolo yang menghabiskan malam bersamanya selama ini
Akhirnya taksi itu sampai juga dijalan yang Yuna tujukan tadi. Setelah membayar sejumlah uang yang untung tidak ikutan basah gara-gara insiden jatuhnya kedalam kolam karena uang itu terlindungi dompet kulitnya yang anti air
Yuna berjalan beberapa langkah kaki ke kediaman miss Gio seraya menyiapkan diri dengan jawaban Miss Gio nantinya yang sekiranya benar kalau Aaron adalah gigolonya selama ini. Apa yang harus dilakukannya?
Menghembuskan nafasnya kasar lalu Yuna mulai mengetuk pintu kediaman miss Gio hingga wanita paruh baya yang mulai menyayangi Yuna tampak dibaliknya dan cukup terkejut dengan kehadiran Yuna yang tiba-tiba
.
.
.
__ADS_1
Mampir juga dikarya temanku yaππΌ