Gigoloku Suamiku

Gigoloku Suamiku
Ivan menerobos


__ADS_3

Setelah kepergian Helena Aaron kembali menjatuhkan diri di kursinya. Berdiam beberapa saat sembari menatap fokus pada topeng hitam di mejanya, benda yang sebenarnya sangat mengganggu saat dirinya bercinta dengan sang istri. Tetapi tanpa topeng itu dirinya juga pasti akan sangat memalukan


"Jimmy, siapkan kendaraan! Aku akan ke proyek yang kau katakan. Masih ada waktu untukku kesana, kan?" tanya Aaron melirik pada arloji yang melingkar di tangan kirinya, waktunya habis tersita karena meladeni permainan Helena tadi hingga Aaron juga terkena dampak tidak bisa menghadiri peninjauan proyek barunya karena waktunya tidak sempat


"Tuan, ada sesuatu yang ingin saya sampaikan." Jimmy menghadap pada Aaron dengan berita yang baru saja didapatnya dari Mansion


"Ada apa? Jika tidak penting abaikan saja, jangan membuat kepalaku semakin pusing dengan masalah kecil__"


"Nyonya muda sakit!" potong Jimmy cepat sekaligus menghentikan ujaran Aaron yang menatap pada Jimmy terkejut


"Apa! Yuna sakit..." ujar Aaron, jelas berita ini mendapat perhatiannya sekarang. Jimmy mengangguk, seperti dugaannya. Tuannya memang akan begitu antusias mendengar berita ini, sepertinya tanpa Tuan-nya sadari, Jimmy dapat melihat kalau Tuan-nya sudah jatuh cinta pada Nyonya mudanya


"Suruhan yang saya suruh mengawasi Nyonya mengatakan kalau ada dokter yang keluar dari mansion, lalu suruhan saya bertanya tentang siapa yang sakit dan sakit apa? Dokter itu mengatakan kalau Nyonya muda yang sedang sakit, dia mengalami demam tinggi, flu, dan nyonya muda sepertinya sedang ha__" penjelasan Jimmy hanya menggantung diudara saat Aaron tanpa peduli dengan kata terakhirnya langsung menyambar kunci mobil dan bergegas turun ke basement parkiran untuk segera pulang ke mansion, melihat sendiri bagaimana keadaan sang istri tercinta yang dikabarkan sedang sakit


"...mil! Heuh! Setidaknya dengarkan dulu perkataan saya sampai akhir, Tuan" gumam Jimmy yang hanya mampu menghelakan nafasnya kasat dengan kelakuan tuannya. Dia tidak terlalu memusingkan kenapa Nyonya-nya bisa dikabarkan hamil, karena jelas Tuan-nya lah penyebab janin itu ada, dan tidak mungkin kan kalau Tuan-nya sampai tidak tahu kalau Nyonya muda-nya sedang hamil! Kecuali memang Tuan-nya tidak menggunakan kepalanya untuk berpikir


"Tambah kerjaan lagi..." keluh Jimmy dalam kesendiriannya yang harus kembali mengatur ulang jadwal Aaron dan menghubungi setiap orang untuk membatalkan janji sore dan malam hari ini, karena sudah dapat Jimmy pastikan kalau Tuan-nya pasti tidak akan peduli apapun lagi sekarang kalau sudah menyangkut dengan istrinya


"Dia sudah bucin akut tapi masih saja gengsian," cibir Jimmy pada sang Tuan yang memang sangat menyebalkan dengan gengsi setinggi gunungnya


πŸ€πŸ€πŸ€


Aaron mengemudi secepat yang dia bisa. Dia harus segera sampai ke mansion untuk melihat keadaan Yuna. Bagi orang yang tidak tahu permasalahannya pasti mengira Yuna sedang sekarat dari sikap Aaron yang terlalu berlebihan khawatirnya


"Bagaimana dia bisa sakit, padahal tadi pagi dia baik-baik saja?" gumam Aaron sembari terus memutar kemudinya menuju ke Mansion


"Ini pasti karena insiden dia jatuh ke kolam kemarin! yuna tidak langsung mengganti bajunya setelah itu, dan itu pasti penyebab dia sampai harus terkena demam seperti ini. Apalagi semalam aku membuka bajunya terburu-buru dan dia pasti tambah masuk angin dan kedinginan." Aaron memukul pelan kepalanya dengan semua kebodohannya. Bagaimana bisa dia tidak menyadari gejala sang istri saat akan demam. Dia benar-benar telah keterlaluan, menikmati kesenangannya saja dari hubungannya dengan Yuna, dan saat istrinya itu sakit, Aaron sama sekali tidak tahu.


πŸ€πŸ€πŸ€


Suara ribut di luar mansion terdengar hingga ke kamar Yuna, dan menyebabkan wanita itu terbangun dari tidurnya. Yuna merasakan tubuhnya begitu lemah dan tidak bertenaga, apalagi sekarang dirinya bertambah dengan batuk yang menyerang tiba-tiba

__ADS_1


"Ah! Kenapa aku tidak memiliki kekuatan untuk bergerak?" batin Yuna yang berusaha keras untuk duduk dari berbaringnya diatas ranjang


"BIARKAN AKU BERTEMU DENGANNYA!" suara teriakan diluar mansion kembali terdengar.


"Suara siapa itu?" tanya Yuna lirih mendengar sayup-sayup suara diluar mansion yang ditangkapnya sebagai suara seorang pria


Yuna berusaha untuk duduk saat tubuhnya kembali melemah dan sama sekali tidak sanggup menopangnya hingga dirinya kembali jatuh terbaring


"ugh... rasanya aku lemah sekali, dan kenapa diluar terdengar begitu berisik," keluh Yuna kembali membaringkan tubuhnya lemah


Minnie masuk setelah beberapa saat dan melihat Yuna yang sudah terbangun


"Nyonya, Anda terbangun lagi?" tanya Minnie mendekat pada Yuna diranjang. Minnie baru saja meninggalkan pak Anto sendirian menghalau seorang pria yang bertekad untuk menerobos masuk ke mansion


"Minnie, kenapa di luar terdengar sangat berisik, apakah terjadi sesuatu?" tanya Yuna pada Minnie yang kebingungan menjawabnya


"Ah itu ada seseorang di luar! Dia mengaku mengenal Nyonya dan ingin masuk menemui nyonya tapi kami menghalanginya," jelas Minnie


"Dia mengatakan dirinya bernama Ivan, Nyonya!" jawab Minnie yang membuat Yuna mengerut bingung


"Aku mengenalnya, dia temanku! Tapi untuk apa dia datang kemari?" ujar Yuna yang jelas tidak ada jawaban pada Minnie yang tidak mengenal sosok siapa itu Ivan


"Saya tidak tahu, Nyonya" Minnie menjawab sembari bergerak mengambil obat yang belum sempat diminum oleh Yuna


"Nyonya Anda harus minum obat dulu," ujar Minnie yang langsung mengupas butiran obat itu dari kapletnya


Yuna menatap obat itu ngeri, bukan masalah baginya untuk minum obat tapi ada nyawa lain dalam dirinya yang perlu dirinya jaga. Itulah sebabnya Yuna sulit untuk meminum obat sembarangan


"Minnie, apa obat itu tidak berbahaya?" tanya Yuna tiba-tiba merasa ragu


"Tidak masalah jika anda meminumnya!" jawab Minnie

__ADS_1


"Tapi aku takut ini akan berbahaya bagi diriku." Yuna masih saja dengan pikirannya yang paranoid, takut obat itu akan membawa efek lain bagi tubuhnya dan juga bayinya


Minnie menatap Nyonya-nya penuh perhatian


"Nyonya, dengarkan saya! Obat Ini aman untuk anda konsumsi, ini tidak akan membahayakan Anda begitu juga dengan janin dalam kandungan Anda. Obat ini sudah diresepkan oleh dokter dengan baik!" mendengar kata janin keluar dari bibir Minnie membuat Yuna tersentak. Minnie tahu dia hamil


"Minnie, kamu tahu kalau aku hamil?" Minnie menggangguk menanggapi. Dia tahu saat dokter memeriksa nyonya-nya dan mengatakan kalau sang Nyonya sedang berbadan dua. Itu tidak lagi mengherankan bagi Minnie yang sudah menduga kalau Nyonya-nya memang sedang mengandung, terlihat dari beberapa gejala yang ditunjukkan Yuna selama ini, dan bagi Minnie tidak masalah juga jika Yuna memang hamil karena dia tahu anak siapa yang dikandung oleh Nyonya-nya itu. Sudah pasti itu adalah anaknya tuan Aaron Nelson yang merupakan suami sah dari Nyonya-nya sendiri


"Bagaimana kamu bisa mengetahui kalau aku hamil?"


"Dokter yang memeriksa Anda yang mengatakannya Nyonya," mendengar itu Yuna baru sadar kalau dirinya diperiksa oleh dokter dan jelas tidak mungkin dokter itu tidak mengetahui kalau dirinya sedang hamil, tapi melihat pada wajah tenang dan damai Minnie membuat Yuna mulai kembali bertanya-tanya Kenapa pelayan-nya itu bisa tenang seperti itu mengetahui dia hamil


"Kamu tidak penasaran Siapa ayah dari bayi yang ku kandung?"


"Saya tidak punya hak untuk ikut campur dalam hal itu, Nyonya! Karena bagaimanapun semuanya tergantung dari pilihan Anda." Minnie menatap teduh pada sang Nyonya


"Bagaimanapun saya sangat tulus menyayangi Anda Nyonya. Saya melihat Bagaimana tegarnya anda menghadapi semua kesulitan ini! Selama 2 tahun Saya mengabdi pada Anda dan melihat anda yang sakit seperti ini membuat saya sedih tapi apalah daya saya sebagai seorang pelayan biasa yang tidak bisa melakukan apapun. Saat Tuan Aaron tidak memberikan biaya apapun pada mansion ini membuat saya marah dan ingin menghancurkan apapun tapi lagi-lagi saya tidak punya kuasa..." ujar Minnie menunduk sedih. Yuna menatap pada pelayannya itu prihatin, dia tahu bagaimana rasa ingin membangkang tapi tidak bisa tersalurkan, dan itu sangatlah menyebalkan


"Kamu tidak perlu sampai melakukan hal itu, Minnie. Aku cukup senang dengan hidupku yang sekarang." Yuna tersenyum mencoba untuk kuat


BRAAKK...


Suara pintu kamar Yuna yang terbuka kasar membuat terkejut dua penghuni didalam kamar itu dan dibaliknya muncul seorang pria yang sudah membuat keributan sedari tadi diluar mansion keluarga Nelson


.


.


.


Mampir juga di karya temankuπŸ‘‡πŸΌ

__ADS_1



__ADS_2