Gigoloku Suamiku

Gigoloku Suamiku
Terbongkar


__ADS_3

Musibah yang datang padanya seakan menghantamnya sekaligus. Kepergian mertuanya dan rencananya untuk meninggalkan bekas terbesar pada sang suami. Yuna sudah memprediksikan semuanya. Setelah menerima suratnya suaminya itu pasti akan menemuinya, Aaron mempunyai harga diri yang tinggi dan pasti tidak akan terima jika dibuang seperti itu


Ini akan menjadi malam terakhir bagi Yuna sebagai Nyonya muda Nelson, istri dari Aaron Nelson. Yuna tidak merasakan perbedaan apapun setelah mengalaminya, itu dikarenakan hatinya yang terasa kosong


Yuna selalu bertanya-tanya, apa yang akan terjadi selanjutnya dikehidupannya. Dia sudah memutuskan pilihannya dan sekarang dirinya akan melakukan apa yang diinginkannya. Perlahan Yuna mengusap perutnya, seakan menenangkan janinnya didalam sana


"Kamu yang anteng ya nak malam ini! Mama perlu melakukan sesuatu malam ini untuk memberi pelajaran pada papamu," ujar Yuna pada janin di perutnya


Yuna sudah merencanakan semuanya dan sekarang dirinya menuangkan wine ke dalam gelasnya, mencoba menggoyang-goyangkan gelasnya yang berisi wine tersebut. Yuna sedang menunggu kedatangan suaminya entah sebagai Aaron sendiri atau sebagai gigolo


Brakk... Pintu kamarnya terbuka kasar, dan itu sama sekali tidak mengejutkan Yuna. Dirinya sudah menduga itu semua, senyum tipis penuh cemoohan timbul di bibirnya. Tidak pernah Yuna sangka sang suami akan datang secepat ini, bahkan ini terlalu cepat dari prediksi Yuna sendiri yang mengingat betapa padatnya jadwal sang suami


Yuna memandang kearah Aaron di pintu yang terlihat terengah-engah. Yuna yakin suaminya itu bergegas kemari setelah menerima suratnya


"Topeng!!" pekik batin Yuna saat melihat Aaron yang masih saja ingin melindungi identitasnya sedang Yuna sudah tidak peduli dengan topeng yang selama ini dipakainya. Jadi, pada akhirnya Aaron memilih untuk tetap menipunya alih-alih berkata jujur padanya


"Ooh kamu datang! Apa miss Gio tidak menghubungimu?" tanya Yuna duduk dengan elegan diatas ranjangnya sembari terus memutar-mutar gelas anggur ditangannya dan menatap pada Aaron atau gigolonya dengan tatapan meremehkan. Tidak ada jawaban dari sang gigolo yang membuat Yuna semakin tersenyum sinis


"Jadi, masih ingin tetap menyembunyikan identitas sampai akhir, baiklah! Jadi, aku bisa sedikit bermain sekarang?" batin Yuna yang memang tidak lagi peduli dengan apa yang coba Aaron lakukan


"Kemarilah, aku sedang bersiap minum anggur! Temani aku meminumnya!" seru Yuna dengan senyum yang sudah digantinya dengan senyum manis. Dia menuang wine didepannya ke dalam gelas lain dan menyodorkannya pada si gigolo yang berjalan mendekat setelah terlihat tenang dari terengah-engahnya


"Kamu masih saja diam ya?" ujar Yuna dengan sangat sengaja. Aaron benar-benar sangat menjaga suara agar tidak keluar atau dirinya akan mengenali sosok gigolonya itu sebagai suaminya

__ADS_1


Si gigolo menerima anggur itu ditangannya sedang Yuna mulai menatapnya kesal dengan reaksi si gigolo yang sama sekali tidak terpengaruh kendati dirinya sudah mulai menyerang tipis garis pertahanan pria itu


Yuna merasa begitu kesal karena Aaron terlihat begitu tenang dan Yuna dapat melihat juga sedikit kesulitan pada Aaron yang berpura-pura menjadi gigolo bodoh


Aaron mendudukkan diri diranjang tepat didepan Yuna sedang matanya terus menatap pada sang istri. Ada rasa senang merayapi hatinya saat melihat Yuna tidak melakukan dua hal yang ditakutinya, bermain dengan gigolo lain atau pergi meninggalkannya. Aaron menatap lega akan sang istri yang tersenyum padanya atau harus Aaron sebut dirinya sebagai gigolo, walau Aaron bisa menilai kalau senyum yang Yuna tampilkan sekarang lebih ke senyum sinis dan meremehkan


Mata tajam Aaron terus menelisik tubuh sang istri dari ujung rambut sampai ujung kaki. Sial!... Istrinya itu benar-benar seksi dengan pakaian kurang bahannya itu. Apa Yuna memang sedang menunggu gigolo lain ya hingga memakai pakaian seperti ini? Pertanyaan itu terus memenuhi kepala Aaron


Melihat ketenangan yang ditunjukkan sang suami setiap detiknya membuat Yuna tambah kesal


"Apa kamu merasa begitu nyaman?" batin Yuna bertanya mengejek dan menunggu saat yang tepat hingga si gigolo mulai meletakkan pinggir gelas berisi Wine pada bibirnya dan gerakan itu tidak luput dari mata Yuna


"Oke, baiklah! Sekarang aku bisa menipumu juga." Yuna membatin dengan senyum yang mulai terkembang dibibirnya. Dia kembali meletakkan kembali gelas berisi anggurnya kembali keatas meja nakas. Yuna sama sekali tidak meminumnya dan hanya menunggu si gigolo meminum anggur itu. Mana mungkin bagi Yuna meneguk anggur sekarang saat dirinya sedang mengandung, dia tidak ingin membahayakan kandungannya apalagi anggur itu sudah dirinya bubuhi sesuatu untuk menjebak si gigolo alias suaminya sendiri


Selang beberapa saat, Aaron yang sudah meminum anggurnya merasakan tubuhnya seakan tidak bertenaga, saraf-sarafnya seakan melembek tidak dapat dikendalikannya alias lost fungsi


"Akh!!" pekiknya sebelum dirinya jatuh melorot kelantai beserta dengan gelas anggur ditangannya yang juga jatuh kelantai dan pecah. Aaron melirik pada Yuna yang hanya duduk santai dan tersenyum penuh rencana. Sial!... Aaron merasa dirinya sedang dijebak dan sekarang Aaron telah masuk dalam jebakan sang istri


"Itu bukan obat yang berbahaya!" ujar Yuna saat melihat Aaron jatuh tertunduk tepat di kakinya. Memang seharusnya begitu suami brengseknya meminta maaf padanya tapi Aaron tetap mau menipunya sampai akhir


"Aku memberimu sedikit obat pelumpuh saraf..." lanjut Yuna seraya menunduk pada wajah si gigolo masih dengan senyum misteriusnya


Tangan Yuna bergerak menggapai topeng yang terpasang di wajah si gigolo, lalu tanpa peringatan ataupun halangan apapun Yuna melepas paksa topeng itu yang membuat wajah dibaliknya terkejut tanpa bisa melakukan apapun

__ADS_1


"Kamu mengalami kesulitan sepertinya untuk berakting... Aaron!" seru Yuna tepat diwajah sang suami dengan tangan yang sengaja menahan wajah sang suami untuk menatapnya


Mata Aaron membulat. Pria itu tidak pernah menyangka ternyata istrinya sudah tahu penyamarannya dan sekarang dirinya merasa sangat rendah dihadapan sang istri


"Ka-kamu sudah tahu?" tanya Aaron pelan. Sarafnya mulai melemah akibat obat yang Yuna bubuhkan bahkan untuk bicarapun Aaron sudah melemah


"Ya" jawab Yuna tegas dan menatap tajam pada sang suami. Senyumnya mulai menghilang berganti dengan wajah kecewa dan marah


"Se-jak kapan?" tanya Aaron lagi penasaran akan kapan tepatnya sang istri mengetahui penyamarannya


"Itu tidak begitu penting! Masalahnya adalah kamu mencoba menipuku sampai akhir," ujar Yuna dengan wajah masa bodohnya akan mimik memelas sang suami. Tekadnya sudah kuat untuk memberi pelajaran pada Aaron. Jadi, selamat datang dipermainan istrimu, Aaron Nelson


.


.


.


Lah, alur makin ngawur aja! Semoga masih ada yang mau membacanya🙏


Like, komentar dan Vote-nya jangan lupa ya teman-teman... Untuk vitamin😁


Sebenarnya gak mesti sih, bagi yang mau saja😘

__ADS_1


__ADS_2