Gita Cinta Pertama

Gita Cinta Pertama
lomba


__ADS_3

Pagi hari Hendi menunggu Widi di halte bis sejak jam 6 pagi. Dia melihat jam di tangan nya jam 06.15 menit, gumam nya. Dia melihat Widi yang datang dengan semangat. Hendi menyambut nya dengan tersenyum.


Hei manis,,,,, semangat sekali hari ini habis dapet lotre ya?


Dih kak Hendi, harus semangat dong awali hari dengan semangat.


Iya-iya nona semangat,,,, hari ini pulang jam berapa?


Widi mengangkat bahu nya, hari ini aku ikut lomba jadi gak tau pulang jam berapa.


Oh ya udah, tuh bis kamu datang naik gih perintah Hendi pada Widi. Semoga dapat juara nanti, semangat manis.


Widi hanya tersenyum mendengar kata-kata Hendi dan kemudian naik bis.

__ADS_1


Hendi menunggu bis yang berbeda karena sekolah mereka tidak satu jurusan.


Sampai di sekolah Widi langsung ke ruang guru, di sana pak Tri, Bu Ning dan Thomas sudah menunggu nya di sana. Maaf apa saya sudah terlambat buk? Bu Ning tersenyum,,, belum karena kamu sudah datang yuk kita pamit sama bapak kepala sekolah. Mereka segera ke ruang kepala sekolah untuk minta restu mengikuti lomba. Mereka berangkat dengan berboncengan, Widi membonceng Bu Ning sedang Thomas membonceng pak Tri. Sebelum lomba pak Tri dan Bu Ning memberikan motivasi pada mereka agar lomba yang mereka ikuti jangan di jadikan beban, tapi jadikan itu sebagai latihan. Thomas dan Widi saling bertatap mata, kemudian mereka tersenyum dan saling berjabat tangan. Ingat jangan gugup, semoga kalian berhasil kata Bu Ning sekali lagi. Bu Ning dan pak Tri duduk di kursi yang telah di sediakan panitia selama perlombaan berlangsung. Sudah 3 jam mereka menunggu, Bu Ning sudah mulai cemas. Pak Tri juga tampak mondar-mandir menunggu pintu ruangan lomba terbuka. Akhirnya satu persatu peserta lomba keluar dari ruangan, mereka di sambut para pendamping masing-masing. Bu Ning dan pak Tri langsung memberikan minum pada Thomas dan Widi, mereka menyuruh kedua nya untuk duduk. Di ruang tunggu menjadi riuh seketika, mereka semua bercerita tentang lomba yang baru saja mereka selesaikan.


Pak Tri dan Bu Ning, kita minta maaf ya jika nanti gak menang lomba.


Bu Ning dan pak Tri tersenyum, yang penting kalian sudah berusaha masalah menang atau kalah itu urusan nanti.


Thom kamu masih ingat gak waktu aku tanya soal sama kamu waktu di bawah pohon, soal itu juga keluar ya?


Thomas hanya mengangguk.


Apa kita langsung pulang buk?

__ADS_1


Sebentar, pak Tri mencari panitia dan bertanya apa masih ada acara atau sudah boleh langsung pulang.


Gimana pak? tanya Bu Ning yang melihat pak Tri sudah mendekat.


Kita di suruh nunggu 20 menit untuk menunggu hasil yang akan langsung di umumkan.


Kalo gitu kita cari makan di sekitar sini saja pak Tri, biar kita gak terlambat untuk mendengarkan hasil lomba nya.


Mereka segera menuju warung steak yang kebetulan ada di seberang gedung itu, di sana tampak rame. Banyak peserta lomba yang makan di sana.


Selesai makan mereka segera kembali ke tempat lomba bertepatan di bacakan nya juara lll yang di raih oleh SMP N 5 kemudian juara ll di raih SMP Nudia, Widi terlonjak dia gak nyangka akan mendapatkan juara ll dia segera menuju ke podium. Dan saat pengumuman juara l di umumkan mereka semua tampak terdiam dan mulut mereka tak kuhenti-henti nya berkomat-kamit merapal doa'. Kembali nama SMP Nudia di panggil untuk menerima piala dari bapak gubernur secara langsung. Seketika wajah Thomas pias dia masih sangat terkejut dan tak menyangka. Pak Tri menepuk bahu Thomas untuk segera menuju ke podium karena panitia sudah memanggil untuk yang kedua kali nya. Pak Tri dan Bu Ning menyambut mereka berdua dan memeluk nya sambil meneteskan air mata bahagia. Pak Tri dan Bu Ning membawakan piala yang di bawa mereka berdua , sehingga tanpa sadar mereka berdua juga saling berpelukan dan mengucapkan selamat. Widi dan Thomas tampak malu ketika melepaskan pelukan masing-masing karena pak Tri berdehem. Sudah yuk kita ke kembali sekolah, sampai di sekolah mereka mendapatkan sambutan yang luar biasa dari pak kepala sekolah beserta para guru karena sebelum nya pak Tri sudah memberikan kabar pada kepala sekolah tentang hasil yang di raih murid nya. Tak henti-henti nya mereka mendapatkan ucapan selamat dan pelukan dari para guru kedatangan mereka bertepatan dengan jam istirahat.


bersambung......

__ADS_1


__ADS_2