Gita Cinta Pertama

Gita Cinta Pertama
nonton


__ADS_3

Hari ujian tiba mereka semua fokus pada kertas ujian masing-masing. Thomas satu ruangan dengan Widi, dia selalu memperhatikan Widi sebelum fokus pada kertas ujian nya. Dan ketika istirahat Widi akan menghabiskan waktu nya di perpus untuk belajar.


Hari berlalu begitu cepat sampailah mereka di hari terakhir ujian yang begitu menegangkan, dan mereka bergembira karena tinggal menunggu pengumuman kelulusan. Ani mengajak Widi, Thomas dan Ananta untuk nonton bioskop.


Begitu keluar dari ruang ujian Ani langsung menarik tangan Widi dan memanggil Thomas juga Ananta. Mereka semua keheranan di buat nya.


Ada apa say? tanya Ananta tanpa dosa.


Say,,,,say pala lu Ta.


Udah gak usah berantem deh, kalian itu kebiasaan deh kalo ketemu pasti ada aja drama nya lerai Widi pada Ani dan Ananta.


Drama,,,,,,,,,,,Thomas hanya tersenyum mendengar kata-kata drama dari mulut Widi.


Kita nonton yuk, ajak Ani pada mereka semua dan mereka saling pandang.


Ayolah,,,, kita nonton, refresing udah puyeng nih kepala. Aku yang bayar deh pinta Ani lagi.


Thomas, Ananta dan Widi mengangguk bersamaan.


Tapi An aku aja yang bayar tiket nya, nanti kamu yang beli makanan nya gimana? kata Ananta sambil mengangkat alisnya.


Ani menoyor kepala Ananta, sama aja boong dong ujung-ujung nya aku keluar uang juga. kirain mau kamu bayarin semua.

__ADS_1


Namanya masih anak SMP kan uang sakunya juga gak banyak An balas Ananta.


Mereka semua tertawa, udah ayo berangkat biar nanti aku yang bayar semua nya kalian gak usah berantem terus kata Thomas. Asyik seru Ani dan Ananta bersamaan, Thomas dan Ananta menuju ke parkiran untuk mengambil sepeda nya. Mereka pergi berboncengan dengan sepeda, Ani membonceng Ananta dan Ani membonceng Ananta.


Sampai di sana mereka memilih film yang akan mereka tonton, film nya masih satu jam lagi gimana kalo kita nyari bakso dulu usul Thomas. Mereka semua setuju hanya Widi yang hanya diam saja.


Wid,,, ayo kita nyari bakso dulu ajak Ani.


Aku gak enak An, kamu kan tau aku gak punya uang jajan banyak hanya cukup buat naik angkot sama jajan di kantin bisik Widi.


Ani pun ikut terdiam.


Heh kenapa kalian jadi diem aja sih, tanya Ananta?


Kita gak punya uang buat beli bakso Ta, jawab Ani sambil senyum malu.


Thomas yang melihat Widi masih diam juga menggandeng tangan Widi agar mengikuti Ananta dan Ani. Mereka jalan kaki karena penjual bakso nya berada di seberang bioskop yang mereka datangi.


Setelah duduk mereka memesan bakso sambil menunggu Ananta bercerita tentang ujian yang sudah mereka lewati kemarin.


Ananta juga mengatakan akan melanjutkan sekolah nya di Jakarta, karena orang tua nya pindah tugas ke sana.


Ta, nanti kalo kamu udah di Jakarta pasti lupa sama kita, pasti kamu akan somse sama kita.

__ADS_1


Gak lah, aku gak akan lupa kalo aku punya kalian di sini aku janji. Asal kalian jangan ganti nomer hp ya, kalo pun ganti kasih kabar biar kita bisa telpon-telponan.


Kamu mau masuk SMA mana An? tanya Ananta.


Aku sih pengennya masuk ke STM pembangunan, tapi liat NEM nya besok gimana.


Jadi tukang bangunan dong,,,,,, Ananta tertawa.


Siang itu sambil makan Ananta dan Ani terus saja tertawa dan bercanda seakan dunia milik mereka, Thomas dan Widi hanya diam tak banyak bicara namun mereka saling memandang dalam diam.


Di bioskop mereka masih saja banyak ketawa karena film yang mereka liat adalah film komedi. Dan saat mereka pulang mereka berpisah di jalan, Ananta mengantar Ani sampai di rumah sedang Thomas mengantar Widi sampai di halte.


Thomas bertanya pada Widi sebelum naik ke dalam bis yang akan di tumpangi nya.


Wid, bolehkah aku main ke rumah mu?


Namun Widi hanya menggeleng dan segera naik bis yang sudah berhenti di depan nya.


Dengan rasa kecewa Thomas mengayuh sepeda nya pulang.


*Kenapa kamu tak mengizinkan ku datang ke rumah mu Wid? apa kamu malu dengan kondisi keluargamu? atau memang kamu tak punya perasaan apa pun dengan ku? Thomas mengacak rambut nya bingung menghadapi Widi, karena terkadang Widi memberikan perhatian pada nya tapi kadang dia menjauh dari nya. Apa aku harus ngomong ke dia kalo aku suka sama dia,,,, ah gak aku gak mau ngomong sama dia, biar lah seperti ini saja kalo memang jodoh pada saat yang tepat pasti dia akan bertemu lagi dengan Widi.


bersambung.......

__ADS_1


berikan dukungan nya buat author ya teman-teman biar bisa selesain cerita ini*.


berikan like, vote dan juga komen yang membangun.


__ADS_2