
Malam itu kurang lebih jam 10 malam Thomas sudah menunggu Widi di ruang tunggu stasiun radio tempat Widi bekerja. Dia tersenyum ketika melihat Widi yang baru selesai dari ruang siaran berbeda dengan Widi yang tampak kaget dengan kedatangan Thomas.
Darimana kamu tau kalo aku kerja di sini Thom?
Siapa lagi,,,,sudah lama aku tak dengar panggilan itu darimu.
Widi tersenyum malu, mereka kemudian keluar menuju parkiran.
Izinkan aku mengantarmu Wid,,,kita naik motormu saja.
Terus mobil mu?
Mobilku di bawa pulang sopirku tadi, aku menyuruhnya untuk ngendrop ke sini jawab Thomas sambil tersenyum.
__ADS_1
senyum itu tak berubah malah semakin menawan batin Widi,,,, sadar Wid jangan biarkan rasa itu tumbuh lagi takut nanti kamu akan kecewa hati Widi berontak.
Thomas mengambil kunci motor yang sudah ada di tangan Widi dan menyuruh Widi segera membonceng. Kita makan dulu ya kata Thomas, Widi masih diam saja dengan lamunan nya. Thomas meraih tangan Widi agar melingkar di pinggang nya karena dia akan segera melajukan motor milik Widi. Widi yang kaget dan tersadar dari lamunannya melepaskan tangan nya dari pinggang Thomas dan berpegangan pada motor.
Pegangan yang bener jangan sampai terjatuh kalo gak mau pegangan padaku.
Thomas menghentikan motornya di tenda kami lima yang masih buka dan ramai itu.
Loh kok berhenti di sini, protes Widi.
Maaf kita bukan muhrim kata Widi pelan yang masih bisa di dengar Thomas.
Thomas mengangguk dan berjalan mendahului Widi. Sambil menunggu makanan datang Thomas menelpon seseorang dan menyuruhnya datang. Saat mereka makan tampak Ani dan Ananta datang menghampiri mereka. Thomas dan Ananta saling berpelukan, kamu jahat Thom gak kasih tau kalo sudah kembali ke sini gerutu Ananta.
__ADS_1
Aku malah tau dari Ani, kenapa aku orang terakhir yang tau keberadaan mu sih Thom cerocos Ananta yang di sumpal Ani dengan gorengan. Ani.....kesal Ananta. Makanya gak usah nyerocos aja kalo gak tau asal muasal nya, kita itu ketemu juga gak sengaja kok Ta. Kebetulan kemarin Thomas memakai jasa ku dan kalo mereka ketemu di rumah sakit saat Thomas mengalami kecelakaan, puas kata Ani panjang lebar karena males mendengar ocehan Ananta. Ananta memandang Thomas dan Widi bergantian dan mereka hanya mengangguk. Sudah pesan makan gih biar gak ngoceh terus dia An. Ani segera memesan makan untuk nya dan Ananta.
Malam itu mereka ngobrol, tertawa dan bercanda hingga tak terasa sudah hampir jam 12 malam. Mereka semua mengantar Widi sampai di rumah, takut ayah Widi marah karena Widi tak pernah pulang selarut itu. Malam itu juga Thomas baru mengetahui rumah Widi. Ani, Ananta dan Thomas bertemu dengan ayah Widi yang sudah menunggu kepulangan putri nya di teras. Thomas menyapa ayah Widi dan meminta maaf karena malam ini Widi pulang telat, Ani juga memberikan penjelasan agar ayah Widi tak marah. Ayah Widi mengangguk dan tersenyum kemudian menyuruh mereka semua pulang, Widi merasa lega karena ayah nya tak marah atas keterlambatan nya pulang. Widi segera membersihkan diri nya kemudian merebahkan tubuh nya yang benar-benar telah lelah. Matanya yang hampir saja terpejam terbuka kembali karena hp nya berbunyi, dia menjawab telpon tanpa membuka mata nya.
☎️Assalamu 'alaikum,,,,, sudah tidurkah?
☎️Wa'alaikumussalam, belum kan lagi jawab telpon kamu.
☎️aku cuma mau ngucapin selamat tidur, semoga kita ketemu di alam mimpi....muah...
Widi hanya tersenyum dan menutup telpon nya dengan mata nya yang sudah benar-benar terpejam karena kelelahan.
bersambung.....
__ADS_1
dukung author ya teman-teman agar author bisa menyelesaikan cerita ini.
berikan like, vote dan komen nya.