
Ani mendapatkan kiriman foto dari Thomas yang membuat Ani begitu penasaran. Dia mengajak Ananta untuk datang ke rumah Widi saat itu juga, tanpa banyak bertanya Ananta mengantar Ani ke rumah Widi. Begitu sampai di sana Ani langsung menghambur ke kamar Widi dan memeluk sahabatnya yang baru saja selesai melepas kebaya yang tadi di pakai untuk acara lamaran. Ani langsung memberondong pertanyaan pada Widi yang membuat Ananta bingung dan hanya menyimak pembicaraan 2 sahabat nya itu.
Kamu jahat banget sih Wid, lamaran gak bilang-bilang. Ketika kamu pergi ke desa terpencil itu gak ada deh percakapan kalo kamu mau lamaran pulang-pulang malah langsung lamaran. Dari mana kamu tau kalo aku lamaran An? Dari calon suami mu sendiri jawab Ani singkat. Widi melongo mendengar penuturan Ani, dia gak habis pikir kenapa Thomas memberikan foto itu pada Ani. Maaf An, kalo kamu mau marah sana marah aja sama Thomas. Aku aja gak tau apa-apa, aku malah bingung pas ibu bilang kalo aku mau di lamar tapi ibu gak bilang kalo yang ngelamar aku itu si Thomas. Dan kamu tau kita akan nikah Minggu depan. What gantian Ani yang kaget mendengar penuturan Widi. Udah.... aku mau istirahat nanti sore mau fiting baju pengantin, kamu sama Ananta makan sama minum gih. Tuh di meja makan masih banyak makanan sama cemilan, Widi mengusir 2 sahabatnya dan mengunci pintu kamar nya.
Widi bangun dari tidur dia membelalakkan matanya melihat jam di dinding, dia langsung melesat ke kamar mandi kemudian berganti baju. Widi keluar dari kamar dengan baju yang rapi, di lihatnya Thomas sudah menunggu nya di sana dengan tersenyum di temani sang ayah. Wah liat anak ayah yang cantik sudah siap, pergilah hati-hati di jalan. Thomas langsung meminta izin untuk membawa Widi pergi. Mereka meluncur ke sebuah butik langganan mama Thomas,,,,yang mendapatkan sambutan hangat dari mbak Yuni pegawai butik yang sudah hafal dengan Thomas dan keluarganya.
Mbak Yuni, aku mau liat baju pengantin.
Baik mas, Oh.... ini calon istrinya Yuni mengulurkan tangan untuk berkenalan. Yuni membawa mereka untuk memilih beberapa baju pengantin yang ada di butik itu. Satu persatu Widi mencoba baju pengantin nya, sampai yang ke tiga kali nya Thomas tersenyum dan memilih baju pengantin yang sederhana tapi begitu cantik dan pas pada tubuh Widi. Setelah Widi selesai dengan baju nya gantian Thomas yang mencoba baju yang senada dengan baju Widi. Dua jam sudah mereka berada di butik dan semua urusan di sana sudah selesai mereka beralih untuk membeli souvenir dan kartu undangan, karena sibuk dengan kegiatan nya itu mereka melewatkan makan malam nya dan tiba-tiba terdengar suara dari perut Widi.
__ADS_1
Astaghfirullah, maaf sayang aku lupa kita belum makan malam ya. Yuk kita cari makan dulu.
Maaf ya Thom, aku bener-bener lapar katanya sambil tersenyum.
Gak apa-apa aku yang salah, sudah lupa mengajak kamu makan. Sekarang kita mau makan apa?
Em....aku pengen makan gado-gado.
Sayang,,,, sebelum pulang aku akan membawamu ke sebuah tempat, kamu mau kan?
__ADS_1
Widi melihat jam di tangan nya yang sudah menunjukkan pukul 10 malam, maaf ya Thom bukan nya aku gak mau ini sudah malam lebih baik kita pulang. Besok kita bisa pergi kesana.
Baiklah...baiklah, besok kamu ada kegiatan kah?
Ada, besok aku harus ke kampus memberikan laporan hasil kerja di desa kemarin. Tapi sekitar jam 3 aku sudah gak ada kegiatan sih.
Oke,,, besok aku jemput jam 3 di kampus.
bersambung....
__ADS_1
dukung author ya temen-temen, jangan lupa berikan like, vote dan komen nya